Lantai 13

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Lantai 13
Lantai13 kcl.jpg
Sutradara Helfi Kardit
Produser Chand Parwez Servia
Penulis Helfi Kardit
Capluk
Pemeran Widi Mulia (AB Three)
Aryo Wahab
Virnie Ismail
Lucky Hakim
Tio Pakusadewo
Bella Esperance Lee
Irwansyah
Maia Estianty
Daus Separo
Musik Indra Qadarsih
Sinematografi Budi Utomo
Penyunting Cesa David Luckmansyah
Distributor Kharisma StarVision Plus
Durasi .. menit
Negara Indonesia


Lantai 13 adalah film horor Indonesia yang dirilis pada tahun 2007. Film yang disutradari oleh Helfi Kardit ini dibintangi antara lain oleh Widi Mulia (AB Three), Aryo Wahab dan Virnie Ismail (Extravaganza), Selain di Indonesia, film serupa juga dirilis di Amerika Serikat dengan judul The Thirteen Floor.

Plot[sunting | sunting sumber]

Luna (Widi Mulia) adalah wanita yang selama setahun menganggur dan akhirnya, salah satu CV yang ia kirimkan diterima. Ia diterima untuk panggilan kerja di sebuah perusahaan Imperindo Visitama di Lantai 13 sebuah gedung kantor Imperial. Luna datang bersama pacarnya yang seorang jurnalis, Rafael (Aryo Wahab) yang terus menerus menanyakan kepada resepsionis mengenai ribut-ribut seorang perempuan yang kesurupan di depan pintu kantor. Kemudian setelah Rafael meninggalkan Luna untuk meliput kejadian ribut itu, seorang wanita cantik dan ramah bernama Laras (Virnie Ismail) memperkenalkan diri sebagai sekretaris Imperindo dan mengajak Luna masuk ke dalam lift menuju Lantai 13. Di Lantai 13, Laras menjelaskan bahwa prosedur penerimaan adalah melalui direkturnya sendiri, dan lantai 13 terlihat agak berantakan karena dalam masa renovasi. Luna memasuki sebuah kamar dimana duduk 12 gadis lain. Setelah ia duduk, Luna merasakan ada yang aneh, tidak ada satupun gadis itu yang berbicara sama sekali. Lalu, lampu mati-nyala berkali-kali dan berakhir menyala kembali dengan hasil, ke-12 gadis itu sudah menghilang. Merasa ada yang tidak beres, Luna segera lari keluar menuju lift. Dijalan menuju lift ia dikejar ke-12 gadis itu. Luna segera memasuki lift dan turun kebawah, dan melihat tombol lift yang tidak mencantumkan tombol 13 sama sekali. Akhirnya Luna berhasil kembali kebawah. Rafael diceritakan pengalaman, tapi urung percaya. Apalagi Lantai 13 ternyata tidak ada di gedung ini. Luna, masih merasa terteror, ditemani Rafael ke lantai 14 dimana Imperindo berada dan berkenalan dengan Ibu HRDnya Siska (Bella Esperance Lee) dan direktur utamanya Albert (Lucky Hakim) yang merangkap sebagai pemilik gedung. Wawancara itu menyimpulkan, bahwa undangan kerja yang ditujukan kepada Luna seharusnya dikirimkan setahun yang lalu. Tulisan lantai 13pun dianggap salah tulis.

Keesokannya Luna mulai bekerja dan merasa betah. Namun Rafael yang menjadi tertarik mengusut berita seputar Imperial, mengatakan Luna lebih baik untuk tidak bekerja disana. Luna ditempatkan di kursi sekretaris Pak Albert. Saat pagi ia menaiki lift, ia sampai lagi di lantai 13, kali ini ia melihat 12 gadis, Laras, dan satu orang lagi. Lalu Luna kembali ke depan lift utama secara tiba-tiba. Siangnya, karena merasa terteror oleh masalah penglihatannya, ia mendiskusikan hal tersebut dengan Pak Albert sepulang teman Pak Albert yang berjasa bagi perusahaan, Kuntara (Tio Pakusadewo). Luna merasa Kuntara adalah orang yang ia lihat di lantai 13. Pak Albert mengatakan semua itu hanyalah ilusi. Keesokan siangnya, di tengah makan siang bersama teman-temannya, Luna ditelepon Rafael bahwa dinyatakan seorang pria bernama Ilfan hilang. Ilfan adalah pacar Caca, perempuan yang kesurupan di awal film. Seusai makan siang, di kantor, Pak Albert pergi, membuat Luna dipanggil Inge (Ivy Batuta) dan Widi (Dhawiya Zaida), mereka ngerumpi soal pengalaman seram yang mereka dapatkan di gedung Imperial. Sampai pada giliran Luna, Luna menceritakan semua pengalamannya di lantai 13. Setelah itu, Siska datang dan membubarkan semuanya. Sampai ia menuruni tangga dan bertemu hantu. Keesokannya ia tidak masuk kerja.

Pak Albert menjadi gampang naik darah karena urusan hilangnya Ilfan dan Caca yang membuatnya terseret ke polisi. Ia menyuruh Luna untuk mengambil arsip Caca di ruangan Siska. Luna yang melihat-lihat arsip, menemukan dua belas arsip yang ditumpuk, dan arsip Laras. Luna heran dan menanyakan perihal arsip-arsip wanita yang ternyata sama dengan gadis-gadis yang ia lihat di Lantai 13. Ia takut karena semua arsip gadis-gadis itu, melamar sebagai sekretaris, sama seperti dirinya. Luna meminta Albert untuk menemaninya mengecek pintu tangga darurat yang pernah Luna lihat, bisa masuk ke Lantai 13. Albert menyetujuinya dan nanti sore akan menemani. Di kantor Rafael, Rafael mengecek undangan surat Luna yang sekarang dan setahun yang lalu. Pembantu Luna memberikan undangan setahun yang lalu itu, yang ternyata belum diberikan kepada Luna lewat dari tanggal yang tertera. Undangan satu tahun yang lalu berisi informasi, tetapi, undangan yang Luna terima sekarang, hanya tercantumkan kop perusahaan saja. Tapi Luna bisa melihat isi undangan itu, entah bagaimana caranya. Kemudian Rafael mencocokkan undangan ini dengan berita seputar Kuntara yang terkenal sebagai penyelaras tumbal. Rafael mencium adanya bahaya dan menelepon Luna yang tengah bersama Albert menuruni tangga darurat, dan langsung pergi menjemput Luna. Sinyal tak bisa mencapai dan Luna akhirnya memasuki Lantai 13 bersama Albert. Luna tiba-tiba terjatuh dan menyaksikan apa yang sebenarnya terjadi setahun yang lalu.

Lantai 13 benar-benar ada. Lantai itu hanya bisa dicapai dengan tangga darurat dan dengan magis, bisa mengantar 12 gadis dan Laras ke lantai tersebut dengan menggunakan lift. Lalu, saat Laras mengadakan briefing kepada 12 gadis tersebut, mereka semua keracunan dan meninggal. Laras tidak mengetahui apa yang terjadi sebenarnya. Sang pemilik gedung, Albert, rupanya ingin kantornya yang ditempati banyak makhluk halus bisa tenang, sekaligus bisnisnya lancar. Ia menyewa Kuntara untuk melancarkan datangnya cita-cita tersebut. Kuntara berkata bahwa tumbal 13 gadis yang dimatikan dalam waktu yang bersamaan akan membuat hal tersebut terjadi. Namun, Luna yang seharusnya menjadi gadis ke-13, tidak datang, terpaksa Albert membunuh Laras yang selama ini dekat dengannya. Sebelum mati, Laras berkata bahwa ia mengandung anak Albert. Albert membawa Luna ke tumpukan mayat 13 gadis. Albert menceritakan kebenciannya kepada Luna karena ialah sebab Laras mati. Kuntara mempersingkat prolog Albert, dan Albert siap menusuk Luna dengan linggis. Rafael berhasil masuk ke kantor, ke lantai 14, dan menuruni tangga darurat, tapi pintu lantai 13 terkunci. Saat Albert ingin menusuk, suara Laras menggema, ia berkata bahwa, arwahnya yang seharusnya dipasung Kuntara, ternyata bebas karena Kuntara memasung arwah bayi Laras. Laraspun bisa gentayangan dan memperingatkan Luna selama ini. Kuntara dibunuh di lantai 13 sementara Albert di lift. Luna akhirnya bisa terbangun dari kelumpuhannya, keluar lewat tangga darurat dan bertemu Rafael, segera pergi dari gedung itu.

Film berakhir dengan seorang calon pegawai baru (Maia Estianty) di sebuah gedung pencakar langit lain. Ia menunggu turunnya lift. Lift terbuka dan ia masuk lift tersebut, ketika pintu menutup tiba-tiba Kuntara berada di sebelahnya.

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]