Kriyan, Kalinyamatan, Jepara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kriyan
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Jepara
Kecamatan Kalinyamatan
Kodepos 59467
Luas -
Jumlah penduduk 5.103 jiwa
Kepadatan -

Kriyan adalah desa di kecamatan Kalinyamatan, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Karena wilayah yang di pagari tembok benteng Kalinyamat adalah Desa Purwogondo, Margoyoso, Robayan, Bakalan dan Kriyan. Juga karena tempat Kraton Kalinyamat berada di Kriyan maka di daerah Desa Kriyan adalah pusat dari Orang-orang Pejabat, Bangsawan, saudagar, dan Pecinan maka dari itu di Kriyan juga menjadi Pecinan pada masa Kerajaan Kalinyamat. Dari hal itu Jelas Kriyan itu bersal dari bahasa jawa yaitu Prakriya yang artinya orang terpandang (bangsawan), kemudian berubah menjadi Kriyan yang maksudnya sekitar tempat para bangsawan.

Georafis[sunting | sunting sumber]

Desa Kriyan sebelah utara berbatasan dengan Desa Margoyoso, Sebelah selatan Berbatasan dengan Desa Robayan. Pada sebelah timur berbatasan dengan Desa Bakalan, Sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan Desa Purwogondo, yang dipisahkan dengan sungai Sesek.

Administratif[sunting | sunting sumber]

Blok[sunting | sunting sumber]

Desa Kriyan terdapat beberapa blok:

  • Siti Inggil
  • Goa Kencana
  • Winong
  • Kauman
  • Sesek

RT/RW[sunting | sunting sumber]

Desa Kriyan terdapat 20 RT dan 4 RW:

  • RT 1-5 = RW I
  • RT 5-10 = RW II
  • RT 11-15 = RW III
  • RT 16-19 = RW IV

Pemdes Kriyan[sunting | sunting sumber]

Struktur pemdes Kriyan periode 2012-2017:

  • Kepala Desa = Suaib Rizal
  • Sekertaris (Carik) = As'adi
  • Tata Usaha = Harjiyanto
  • Bendahara = Amin Fatah
  • Modin I = Solihan
  • Modin II = Ali Zamroni Sy
  • Wakil Bayan = Kharis Efendi
  • Kamituwo I = Muzari
  • Kamituwo II = Bahrudin
  • Ladu = M.Muklis
  • Ketua BUMDes = Abdul Muis
  • Komandan Hansip (Petengan) = Dwi Siswoyo

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduknya bergama muslim. Berdasarkan kisah sejarah, Desa Kriyan merupakan salah satu wilayah pusat kerajaan Kalinyamat yang pada zaman dulu dipimpin Ratu Kalinyamat. Seorang Ratu yang begitu kesohor pada zaman penyebaran Islam oleh Wali Songo. Di Desa ini terdapat sebuah masjid, namanya Masjid Al Makmur yang konon merupakan masjid peninggalan zaman Ratu Kalinyamat yang saat itu dibangun Kiyai Jafar Shidiq.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Desa yang memiliki jalur utama transportasi Jepara-Semarang,Jakarta. Jepara-Pati dan Jepara-Kudus, Surabaya.

Sosial[sunting | sunting sumber]

Didesa ini juga terdapat suatu organisasi semacam ORMAS (Organisasi Masyarakat) yang menamakan diri Oraker'S yang pada saat ini masih dalam proses penyesuaian struktur organisasi.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • PAUD Haji Djupri
  • TK Atfal
  • SD Negeri 1 Kriyan
  • SD Negeri 2 Kriyan
  • SDIT Sultan Agung 5
  • MTS Nurul Islam
  • SMP Islam Sultan Agung 3
  • SMA Islam Sultan Agung 2
  • SMK Islam Sultan Agung 1
  • MA Nurul Islam
  • Akademi Perikanan Kalinyamat
  • SD Negeri 3 Kriyan
  • SD Negeri 4 Kriyan

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

  • Masjid Al Makmur & Watu Ngendog
  • Makam Habib Kyai Jafar Shidiq (Yek Nde)
  • Makam K.H. Noor Ahmad,S.S (Yi Noor)
  • Siti Inggil Kriyan (Bekas Singgasana Kraton Kerajaan Kalinyamat, tepatnya di belakang SMP Islam Sultan Agung 3)

Penginapan[sunting | sunting sumber]

Desa Kriyan terdapat beberapa penginapan, yaitu:

  • Salsabil Putri Kost
  • Aprika Mess

Potensi[sunting | sunting sumber]

  • MONEL

Ada yang menarik dari desa ini. Yakni kerajinan monel atau baja putih yang cukup indah bisa ditemui di Desa Kriyan. Mulai bentuk cincin, kalung, gelang, atau lainnya yang harganya cukup terjangkau. sehingga layak dijadikan sebagai buah tangan atau oleh-oleh ketika mengunjungi Kota Jepara, maka desa ini terkenal dengan nama Desa Monel.

  • IKAN ASAP

Selain itu sebagian masyarakat Desa Kriyan ada yang berprofesi sebagai pengolah ikan laut asap yang biasanya dijual ke pasar-pasar tidak hanya di wilayah Jepara namun hingga Kabupaten Kudus. Salah satu contoh masakan dari ikan asap ini adalah mangut yang terkenal enak di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Tidak ada salahnya jika mengunjungi Desa Kriyan, cobalah lezatnya ikan laut asap dan oleh-oleh kerajinan monel atau baja putih.

Rencana[sunting | sunting sumber]

Petinggi Desa Kriyan mempunyai beberapa rencana, diantaranya:

  • Membangun Masjid Al-Makmur Kriyan seperti bentuk Masjid Al-Makmur pertama kali yang dibangun oleh wali.
  • Memperdalam 2 meter got/parit di kanan kiri dari perbatasan Desa Robayan hingga Gotri, agar tidak banjir ketika hujan turun
  • Membangun trotoar dari Gotri hingga perbatasan Desa Robayan
  • Memasang nama jalan disetiap gang di Desa Kriyan
  • Desa Kriyan di anjurkan mengentalkan budaya adat khas Jawa Islam karena Kriyan adalah Pusat Kerajaan Kalinyamat. yaitu dengan cara warga desa Kriyan di harapkan memakai pakaian adat Jawa, meskipun minimal yang pria menggunakan blangkon di kombinasikan dengan kemeja/kaos/baju koko dan bagi yang wanita menggunakan baju kebaya yang dikombinasikan dengan celana panjang. kecuali pada event-event tertentu diusahakan memakai pakaian adat jawa secara lengkap seperti menghadiri sedekah Bumi, Pesta Baratan, dll.
  • Memasang Lampu penerangan makam "Jabang Bayi" dan membuat jalan paving ke makam KH NOOR AHMAD SS lengkap dengan Gapura Khas Jawa yaitu Gapura Candi Bentar yang terdapat pada Depan pintu masuk makam Jabang Bayi.
  • Membina KRIYAN FC (Kriyan Football Club) yang kaos tim berwarna Putih yang melambangkan Monel yang identik dengan Desa Kriyan, dengan cara membangun lapangan untuk latihan dan mendaftarkan Kriyan FC ke PSSI Pengcab Jepara agar bisa mengikuti Liga PSSI Pengcab Jepara.
  • Petinggi Desa Kriyan akan Meminta Pemkab Jepara untuk membeli Tanah Siti Inggil dari Warga Kriayan kemudian dijadikan sebagai situs sejarah dan budaya serta di jadikan tempat wisata sejarah.
  • Pemdes Kriyan bekerjasama dengan Pemkab Jepara dan Lembayung Production serta bekerjasama dengan warga Desa Kriyan untuk Melakukan Proyek Besar jangka Panjang yaitu "Mendirikan Keraton Kerajaan Kalinyamat" yang berada di Belakang SMP Islam Sultan Agung 3, dengan cara:
  1. Pembebasan Lahan Siti Inggil Kriyan dan sekitarnya oleh pemerintah kabupaten jepara untuk menjadi Tanah Pemdes Kriyan
  2. Meminta Paranormal yang bisa melukis seperti paranormal Ustad Sholehpati atau yg lainnya yang bisa melihat bagaimana bentuk kraton Kerajaan Kalinyamat zaman dulu.
  3. Lukisannya Paranormal di berikan kepada arsitek, agar dirancang dengan baik
  4. Kemudian membangun sesuai gambaran dari arsitek di buat oleh kontraktor proyek
  5. Setelah selesai pembuatan bangunan Kraton Kalinyamat, maka dibuka sebagai tempat wisata sejarah dan kantor kerja duta wisata.
  • Mendirikan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) yang berupa Warung kaki 5 yang menjual Masakan khas kecamatan Kalinysmatan di sebelah utara SMP Islam Sultan Agung 3. tepatnya disamping "Warung Masakan Khas Kecamatan Welahan". Jadi laba yang didapat dari warung akan masuk kas Pemerintah Desa. Maakan yang dijual seperti: Pecel Ikan Laut Panggang, Sayur Keluak Ayam, Makanan Turuk Bintol, Tawur,Singit, Kelan Antep, Hawok-Hawok, dll.

Olahraga[sunting | sunting sumber]

Desa Kriyan mempunyai sebuah klub sepakbola yang bernama KRIYAN FC (Kriyan Football Club), yang lahir pada tahun 2010. tempat latihan KRIYAN FC di Lapangan Batukali.

Nomor Penting[sunting | sunting sumber]

Beberapa nomor penting di Desa Kriyan, diantaranya:

  • APRIKA : Telp: (0291)755324 Hp: 085726840721
  • Puskesmas Pembantu : (0291)
  • Mess Aprika : (0291) 754042 Jl. Kriyan RT 01/03 Kalinyamatan Jepara
  • Kost Salsabil Putri : (0291)

Pranata Luar[sunting | sunting sumber]