Kecerdasan moral

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Wujud saling menghormati sebagai salah satu bentuk kecerdasan moral

Kecerdasan moral atau yang biasa dikenal dengan MQ (bahasa Inggris: moral quotient) adalah kemampuan seseorang untuk membedakan mana yang benar dari mana yang salah berdasarkan keyakinan yang kuat akan etika dan menerapkannya dalam tindakan.[1]

  1. REDIRECT Nama halaman tujuan

Langkah[sunting | sunting sumber]

  1. Mengembangkan sikap empati (turut merasakan apa yang dialami orang lain secara mendalam),Menurut Dr. Michael Borba (Jossey-Bass Publishers, 2001) terdapat 7 langkah utama untuk membangun kecerdasan (intelejensi) moral seseorang, yakni[2] :

yakni dengan membentuk kesadaran dan kosa kata emosional, meningkatkan kepekaan terhadap orang lain, dan mampu untuk memahami sesuatu dari sudut pandang orang lain.[2]

  1. Menumbuhkan hati nurani (teguran dalam diri seseorang ketika melakukan kesalahan), yakni dengan membangun moral seseorang, memberikan ajaran kebaikan untuk memperkuat hati nurani, dan membantu seseorang untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah.[2]
  2. Menumbuhkan pengendalian diri, yakni dengan memprioritaskan mana yang dianggap benar, selalu berupaya untuk menjadi motivator bagi dirinya sendiri, dan berpikir matang sebelum mengambil keputusan.[2]
  3. Mengembangkan sikap menghormati orang lain (respect), yakni dengan memberikan contoh akan menghormati orang lain dan memberikan pendidikan sopan santun.

[2]

  1. Mengembangkan sikap toleransi, yaitu dengan menghormati hak dan kewajiban orang lain, # Memelihara kebaikan (menunjukkan kekhawatiran mengenai perasaan orang lain), yakni dengan mengajarkan nilai dan makna kebaikan, mengembangkan sikap toleransi, serta mendorong seseorang untuk selalu melakukan kebaikan.[2]

menanamkan apresiasi terhadap keberagaman, dan tidak mudah memiliki prasangka (prejudice) akan hal tertentu.[2]

  1. Mengembangkan keadilan, yakni dengan mengembangkan sikap terbuka dan berperilaku secara seimbang, tanpa membeda-bedakan sesuatu.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Borba, Michele. Tanpa tahun. Membangun Kecerdasan Moral. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama. Hal 74-75. ISBN 979-22-3476-4, 9789792234763.
  2. ^ a b c d e f g h Langkah Membangun Intelejensi Moral. Diakses 3 Juni 2010.