Kaliabu, Salaman, Magelang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kaliabu
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Magelang
Kecamatan Salaman
Kodepos 56162
Luas -
Jumlah penduduk -
Kepadatan -

Kaliabu adalah desa di kecamatan Salaman, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Desa ini terletak di dataran yang lebih tinggi dibanding desa-desa lainnya di kecamatan yang sama. Suhu pada malam hari bisa menjadi sangat dingin sehingga penduduknya terbiasa memakai baju hangat (jaket).

Desa Kaliabu berjarak kurang lebih 10 kilometer dari ibukota kecamatan dan dapat dijangkau menggunakan berbagai macam angkutan. Dari kota Magelang untuk menuju desa ini bisa dicapai menggunakan mikro bis jurusan Magelang-Sapuran via salaman atau beberapa mikro bis yang melanjutkan trayeknya menuju Wonosobo. Pada malam hari mikro bis ini tidak beroperasi, untuk mencapainya bisa menggunakan bis jurusan Purworejo atau Purwokerto dan turun di pertigaan Mangklong. Pertigaan ini sangat dikenal di kalangan awak angkutan, karena hampir semua bis jurusan Purworejo kecuali bis besar akan berhenti disini sekedar menurunkan, menaikkan atau mencari penumpang tambahan. Dari pertigaan Mangklong dilanjutkan dengan ojek sepeda motor. Kawasan Mangklong sudah merupakan daerah perbatasan desa Kaliabu.

Di desa Kaliabu juga ada sebuah pasar tradisional harian yang berada di ujung barat desa yang berbatasan dengan desa Kwaderan, Kajoran, Magelang. Nama pasar ini adalah Ngebruk yang terletak di cekungan desa. Di bawah pasar terdapat sungai yang biasa disebut warga Kali Buthek karena sepanjang tahun air sungai selalu keruh (buthek).

Desa Kaliabu terdiri dari beberapa dusun, diantaranya Jamblang, Krajan, Ngampel, Demangan Timur, Demangan Barat, Losari, Kantor. Kondisi geografisnya tidak merata, naik turun dengan jalan yang berkelok-kelok. Beberapa tempat dinamai sesuai geografisnya, seperti Punthuk karena letaknya yang di atas, kemudian Cawangan karena ada pertigaan yang menuju desa lain di kecamatan lain.

Pekerjaan masyarakatnya sangat beragam, ada yang menjadi petani, pedagang, penjahit, karyawan, guru, dosen, TNI/Polri dan sebagainya. Banyak juga warga di desa ini yang sudah merantau ke berbagai daerah di Indonesia dan sukses di perantauan. Listrik di desa ini sudah masuk sejak tahun 1980an, tetapi telepon kabel sampai saat ini belum masuk kendati banyak warga yang mendaftar dalam antrian. Tetapi kondisi ini sudah dapat di atasi dengan hadirnya BTS dari Perusahaan telepon selular. Untuk lebih maju, desa Kaliabu masih memerlukan sentuhan warganya yang telah mampu dan berhasil untuk bersama-sama saling bahu membahu untuk membangun desa ini. Konon kabarnya nama Kaliabu berasal dari nama sesepuh yang pertama membangun desa ini. Nama sesepuh tersebut adalah mbah Abu,tetapi entah kenapa namanya menjadi Kaliabu, mungkin mbah Abu tersebut tinggalnya di dekat kali/sungai..entahlah Wallahu a'lam. Karena letak geografis desa ini berada pada ketinggian dibanding desa-desa lain dalam kecamatan yang sama, maka pada malam hari kita bisa melihat kerlap-kerlip lampu-lampu di kota Magelang. Begitu pula para Perusahaan operator telekomunikasi banyak membangun menara BTS di desa Kaliabu karena sinyalnya bisa menjangkau lebih luas.

para pemuda-pemudi desa kaliabu sangat aktif dalam kegiatan organisasi dan kesenian. yaitu kesenian jatilan dan klub sepak bola.

Yang menarik di desa Kalibu adalah sebagian besar Pemuda Pemudinya adalah bekerja sebagai perajin logo yang dijual ke luar negeri dalam dolar, dan sebagaian besar perajin logo tersebut terkoordinir dalam suatau wadah komunitas yang bernama REWO REWO COMUNITY, Rewo Rewo mempunyai arti bahwa oarang orang yang bergabung dalam komunitas tersebut adalah sangat komplek dilihat dari segi latar belakang pendidikan, status, agama maupun golongan