Jendela bidik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Jendela bidik (en:viewfinder) adalah jendela kecil pada kamera untuk melihat object yang akan diambil oleh fotografer, object yang tampak pada viewfinder sesuai dengan kenyataan dan hasil yang ada di viewfinder pula yang akan tercetak di film. pada kamera fotografi profesional, di dalam viewfinder juga terdapat titik fokus dan pengukuran cahaya sehingga fotografer dapat melihat apakah gambar yang dihasilkan memiliki cahaya yang cukup dan ketajaman gambar yang pas.


Namun di zaman yang sudah modern ini,teknologi kamera DSLR semakin banyak perkembangannya. sebagai contoh adalah teknologi jendela bidik (view vender) dan LCD Liquid Crystal Display Yang pertama adalah Layar LCD di belakang tiap digital kamera

ukuran normalnya 2.5-3 inci. Biasanya ditemukan di banyak kamera saku, dan beberapa tipe sistem kamera yang bukan SLR. Kelebihan layar LCD adalah ukurannya yang besar, dan kekurangannya kalau di cahaya matahari yang terlalu terang sulit dilihat karena permukaannya yang reflektif.Saat ini ada tipe layar OLED yang tidak begitu reflektif di kondisi cahaya terang, tapi tidak sepenuhnya menghilangkan refleksi. Kekurangan lainnya yaitu layar LCD menguras tenaga baterai.Ada pula layar LCD yang bisa diputar dan dilipat, nah yang ini sangat membantu saat fotografer ingin mengkomposisikan foto di sudut yang sulit seperti diatas kepala atau di kaki. Dan layar LCD putar juga membantu sekali saat merekam video atau saat kita tidak ingin subjek foto kita mengetahui bahwa kita sedang berusaha memotret mereka (Canon EOS 600D,Canon EOS 60D,Canon EOS 650D).

Jendela bidik optik biasanya ditemukan di semua kamera DSLR. Dari jendela ini kita bisa melihat langsung apa yang dilihat oleh lensa dengan jelas. Jendela bidik optik efektif di segala kondisi cahaya baik gelap maupun terang. Kualitas jendela bidik optik tidak sama antara satu model kamera dengan lainnya. Jendela bidik kamera full frame seperti Canon 5D, Nikon D3, jauh lebih besar dan jelas dibanding dengan kamera DSLR pemula seperti Canon 550D atau Nikon D3100.Di beberapa kamera saku, terdapat jendela bidik optik juga, seperti Canon seri G dan Fujifilm X10, namun jendela bidik keduanya tidak akurat atau berukuran relatif kecil dibandingkan dengan jendela bidik di kamera DSLR. Dengan mengunakan jendela bidik optik, maka kamera akan lebih rapat ke wajah kita dan membuat kamera lebih stabil. Dengan berkurangnya getaran tangan kita, maka foto yang dibuat akan cenderung lebih tajam daripada kita mengunakan layar LCD untuk mengkomposisikan foto.


Jendela bidik elektronik sekilas mirip jendela bidik optik, tapi sebenarnya tampilannya sama dengan layar LCD. Kualitas tampilan sampai saat ini tidak sejelas jendela bidik terutama di tempat yang gelap. Meskipun demikian, jendela bidik elektronik lebih baik dibandingkan dengan layar LCD saat di kondisi cahaya yang terlalu terang.Seiring perkembangan teknologi, jendela bidik elektronik semakin jelas dan ukuran resolusinya semakin besar sehingga hampir menyamai kualitas jendela bidik optik dan suatu saat mungkin akan melampauinya. Kelemahan lain yaitu jendela bidik elektronik sangat menguras baterai seperti layar LCD.Contoh kamera yang mengunakan jendela bidik elektronik antara lain Sony Alpha SLT, kamera-kamera prosumer, kamera mirrorless (melalui jendela bidik tambahan) dan lain-lain.

[1]

  1. ^ http://www.infofotografi.com/blog/2012/01/macam-macam-jendela-bidik-kamera-layar/


Referensi[sunting | sunting sumber]