Indra Sjafri

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Indra Syafri)
Langsung ke: navigasi, cari
Indra Sjafri
Indra Sjafri Timnas U-19.jpg
Informasi pribadi
Nama lengkap Indra Sjafri
Tanggal lahir 2 Februari 1963 (umur 51)
Tempat lahir Lubuk Nyiur, Batang Kapas,
Pesisir Selatan, Sumatera Barat
Posisi bermain Gelandang
Informasi klub
Klub saat ini Indonesia U-19 (pelatih)
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1986-1991 PSP Padang
Kepelatihan
2011 Indonesia U-16
2013 Indonesia U-19
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik.

Indra Sjafri (lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, 2 Februari 1963; umur 51 tahun)[1] adalah seorang mantan pemain sepak bola yang kemudian menjadi pelatih sepak bola Indonesia.[2] Ia dipercaya menjadi pelatih Timnas Junior Indonesia (PSSI), seperti Timnas U-12, U-17 dan U-19 yang dijuluki Garuda Jaya.[3]

Riwayat[sunting | sunting sumber]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Indra Sjafri lahir di Lubuk Nyiur, Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, pada 2 Februari 1963. Ia menikah dengan seorang perempuan bernama Temi Indrayani dan telah dikaruniai dua orang anak, masing-masing bernama Aryandra Andaru dan Diandra Aryandari.

Karier[sunting | sunting sumber]

Indra merupakan mantan pemain sepak bola yang pernah membela PSP Padang pada tahun 1980-an, dan juga pernah menangani klub sepak bola dari ibukota provinsi Sumatera Barat itu sebagai pelatih. Ia juga pernah bekerja sebagai pegawai kantor pos. Sebelum namanya populer seperti sekarang ini, Indra Sjafri juga berhasil membawa timnas junior merebut trofi juara pada turnamen sepak bola tingkat Asia, yaitu pada HKFA U-17 dan HKFA U-19 di Hongkong. Sebelum menjadi pelatih timnas junior, Indra bertugas sebagai instruktur dan pemandu bakat di PSSI sejak Mei 2009. [4]

Kejuaraan AFF U-19[sunting | sunting sumber]

Pada 22 September 2013, Indra Sjafri sukses membawa tim asuhannya, Timnas Indonesia U-19 menjuarai Turnamen Kejuaraan Remaja U-19 AFF 2013 setelah di final mengalahkan tim kuat Vietnam dalam pertandingan dramatis yang berujung adu penalti, di mana tim Indonesia menang dengan skor 7-6 setelah bermain imbang 0-0 hingga perpanjangan waktu. Gelar juara ini merupakan gelar pertama Indonesia sejak 22 tahun terakhir dimana Indonesia tak pernah meraih satupun gelar juara baik di level Asia Tenggara maupun level yang lebih tinggi.[5] Kemenangan Timnas U-19 ini membuat nama Indra Sjafri mulai dikenal secara luas di dunia sepak bola tanah air.

Kualifikasi Kejuaraan AFC U-19[sunting | sunting sumber]

Pada pertandingan terakhir Grup G Kualifikasi Kejuaraan U-19 AFC 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 12 Oktober 2013, anak asuh Indra Sjafri mengalahkan juara 12 kali Piala Asia U-19, Korea Selatan dengan skor akhir 3-2, sehingga meloloskan tim tersebut lolos ke putaran final Kejuaraan U-19 AFC 2014 yang akan digelar di Myanmar pada Oktober 2014.[6] Kesuksesan demi kesuksesan yang diraih oleh Timnas U-19 tak lepas dari kontribusi Indra Sjafri.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Simon (23 September 2013). "Indra Syafri, Sang Arsitek Timnas U-19 Asal Lubuk Nyiur". SumbarOnline.com. Diakses 25 Desember 2013. 
  2. ^ "Profil Singkat Indra Syafri". Bola.net. Diakses 25 Desember 2013. 
  3. ^ Arie Firdaus (29 April 2013). "BTN Pastikan Indra Syafri Latih Timnas U-19". Sepakbola. Tempo.Co. Diakses 25 Desember 2013. 
  4. ^ Rizal Marajo (9 Februari 2012). "FOKUS: Angin Segar Dari Pelatih Muda Padang". GOAL.com. Diakses 25 Desember 2013. 
  5. ^ "Setelah 22 Tahun, Indonesia Akhirnya Bisa Juara Lagi". Tribunnews. 23 September 2013. Diakses 25 Desember 2013. 
  6. ^ Mercy Raya (12 Oktober 2013). ""Garuda Muda" Luar Biasa, Indonesia Lolos ke Putaran Final Piala Asia U-19". Sport.detik.com. Diakses 25 Desember 2013. 
  7. ^ Fernan Rahadi (18 Desember 2013). "Indra Sjafri Raih Penghargaan Antara Achievement Award". Sepakbola. Republika Online. Diakses 25 Desember 2013. 
  8. ^ Ary Wibowo (7 Maret 2014). "Indra Sjafri: Banyak Pelatih Senior yang Lebih Bagus". Bola. Kompas.com. Diakses 9 Maret 2014. 

Pautan luar[sunting | sunting sumber]