Eustache IV, Pangeran Boulogne
| Eustache IV | |
|---|---|
| Pangeran Boulogne | |
| Lambang Provinsi Boulogne | |
|
|
|
| Memerintah | 25 Desember 1146[1] – 17 Agustus 1153 |
| Pendahulu | Mathilde I dan Étienne |
| Pengganti | Guillaume I |
| Pasangan | Constance dari Perancis |
| Wangsa | Wangsa Blois |
| Ayah | Étienne, Raja Inggris |
| Ibu | Mathilde I, Pangeran Wanita Boulogne |
| Lahir | 1127–1135[1] |
| Meninggal | 17 Agustus 1153 (usia 17–26 tahun) Bury St Edmunds, Suffolk |
| Dikubur | Biara Faversham, Kent |
Eustache IV (lahir 1130 – wafat 17 Agustus 1153) merupakan Pangeran Boulogne putra dan pewaris Raja Étienne. Ia menjadi calon pewaris atas wilayah ayahnya atas kematian kakandanya sebelum tahun 1135, dan mewarisi Boulogne lewat ibunya, Mathilde dari Boulogne.
Pada tahun 1137, ia melakukan sebuah penghormatan untuk Normandia kepada Louis VII dari Perancis, yang saudara perempuannya, Constance dari Perancis, yang kemudian dinikahi pada tahun 1140 (sebagai seorang janda ia menikah lagi dengan Pangeran Raymond V, Pangeran Toulouse). Eustache digelari ksatria pada tahun 1147, pada saat ia kemungkinan berusia enam belas sampai delapan belas tahun. Pada tahun 1151 ia bergabung dengan Louis di dalam sebuah serangan gagal atas Normandia, yang menerima gelar Permaisuri Matilda (salah satu dari banyak Matilda di era tersebut), dan sekarang dilindungi oleh suaminya, Geoffroy Plantagenet, Pangeran Anjou.
Pada suatu sidang yang diselenggarakan di London pada tanggal 6 April 1152, Étienne menginduksi sejumlah kecil baron untuk memberikan penghormatan kepada Eustache sebagai calon pemimpin mereka; namun Uskup Agung Canterbury, Thibaut dari Bec, dan para uskup lainnya menentang untuk melakukan upacara penobatan di atas wilayah Kuria Romawi yang telah diumumkan menentang tuntutan Eustache.
Eustache meninggal secara tiba-tiba pada tahun berikutnya, di awal bulan Agustus 1153, terkena (jadi itu yang dikatakan) oleh murka Tuhan ketika menjarah wilayah gereja di dekat Bury St Edmunds. Kematian Eustache disambut oleh kepuasan umum sebagai pembukaan kemungkinan perjanjian perdamaian antara Étienne dan saingannya, yang muda Henri dari Anjou. Menurut William dari Newburgh, Raja Étienne "luar biasa sedihnya atas kematian putranya yang ia harapkan dapat menjadi pewarisnya; ia mengejar persiapan seperti perang dengan tidak bersemangat, dan mendengarkan lebih sabar dari biasanya suara-suara yang mendesak kedamaian."
Riwayat Peterborough, tidak mengandung penyuaraan sentimen ini, memberi Eustache sebuah karakter yang buruk. "Ia adalah seorang laki-laki iblis dan berbuat banyak kejahatan daripada kebajikan kemana saja ia pergi; ia merusak wilayah-wilayah dan kemudian membebankan pajak yang berat." Ia menggunakan ancaman melawan para uskup yang tidak patuh, dan di dalam perang melawan partai Angevin meminta kontribusi dari rumah-rumah beribadah; fakta-fakta ini mungkin cukup untuk menjelaskan keputusan dari sejarah.
Ia dimakamkan di Biara Faversham di Kent, yang didirikan oleh orangtuanya. Mereka juga dimakamkan ditempat yang sama; Semua makam tersebut sekarang telah musnah, sebagai akibat dari pembubaran biara tersebut.
Referensi [sunting]
- ^ a b Alison Weir, Britain's Royal Family: A Complete Genealogy (London, U.K.: The Bodley Head, 1999), page 52
- Artikel ini memuat teks dari Encyclopædia Britannica Eleventh Edition, publikasi yang sekarang berada di domain umum.
|
Eustache IV, Pangeran Boulogne
Lahir: ? sekitar 1130 Wafat: 17 Agustus 1153 |
||
| Gelar kebangsawanan | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Mathilde I dan Étienne |
Pangeran Boulogne 1151–1153 |
Digantikan oleh: Guillaume I |