Diana Nasution

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Diana Nasution
Diana Nasution
Latar belakang
Nama lahir Diana Nasution
Lahir 6 April 1958
Medan, Indonesia
Meninggal 4 Oktober 2013 (umur 55)[1][2]
Jakarta, Indonesia
Tahun aktif 1970-an sampai 2013
Pasangan Minggus Tahitoe (1978-2013)
Anak Mario Tahitoe (1979)
Mercy Tahitoe (1981)
Marcello Tahitoe (1983)
Rian Tahitoe (1996)
Agama Kristen

Diana Nasution (lahir 6 April 1958 – meninggal 4 Oktober 2013 pada umur 55 tahun)[3] adalah penyanyi Indonesia yang tenar di era 70-an dan 80-an.

Perjalanan Karier[sunting | sunting sumber]

Pada sekitar tahun 1970-an, ia berduet dengan kakaknya, Rita Nasution dan membentuk '"Nasution Sisters'" yang cukup populer pada masa itu. Tahun 1977, ia berduet dengan Melky Goeslaw dan berlaga di Festival Penyanyi Nasional dengan lagu "Bila Cengkeh Berbunga" dan "Malam Yang Dingin" (keduanya ciptaan Minggus Tahitoe). Sayangnya, duet tersebut harus mengakui keunggulan Penyanyi Hetty Koes Endang yang tampil sebagai juara pertama, sedangkan mereka menjadi runner-up. Walaupun demikian, lagu "Bila Cengkeh Berbunga" tampil sebagai juara pertama, mengungguli lagu "Damai Tapi Gersang", namun pada akhirnya lagu Damai Tapi Gersang yang di bawakan oleh Hetty Koes Endang dan sang penggubah Ajie Bandi yang dipilih untuk mewakili Indonesia ke acara WPSF Tokyo 1977, dan menggondol Most Outstanding Performance.

Diana Nasution akhirnya dinikahi sang penggubah "Bila Cengkeh Berbunga", Minggus Tahitoe, dan pernikahan tersebut bertahan sampai saat ini. Selain itu Diana Nasution juga populer membawakan lagu ciptaan Rinto Harahap antara lain "Jangan Biarkan" dan Benci Tapi Rindu.

Pada tahun 2010 Diana Nasution kembali berduet Titi DJ dengan judul "Jangan Biarkan" di video klipnya. Dia berjuang melawan penyakit kanker payudara. Diana meninggal dunia pada hari Jumat, 4 Oktober 2013 pukul 00.45 di Rumah Sakit Pluit, Jakarta, akibat sakit lambung.[3]

Album[sunting | sunting sumber]

  • The Best of Diana Nasution
  • Rinto Harahap album Sukses - VCD Karaoke "Benci Tapi Rindu"
  • 50 Tahun Rinto Harahap vol 1 VCD Karaoke "Sengaja aku Datang"
  • Jangan Biarkan
  • Katakan Sejujurnya
  • Pergi untuk kembali
  • Sayang bilang Sayang
  • Dasar lelaki
  • Ayah

Album Diana Nasution dan Ade Manuhutu[sunting | sunting sumber]

  • Balada Cendrawasih dinyanyikan di Festival lagu ASEAN. Senandung Bahagia , Asmara Cinta , Hari Bahagia ,Cinta Abadi, Bathera Cinta, Bahana Cinta

Film[sunting | sunting sumber]

  • Cintaku Tergadai (1977) bermain dengan Paul s. Murry.

Konser[sunting | sunting sumber]

Tanggal 10 Februari 2007 diselenggarakan konser untuk percepatan pembangunan di Tapanuli bagi membebaskan masyarakat dari ketertinggalan dan kemiskinan. Konser tersebut berlangsung sukses dan berhasil mengumpul dana dua miliar rupiah lebih. Konser ini dimeriahkan oleh artis-artis Tapanuli dari Jakarta seperti Diana Nasution & suaminya Minggus Tahitoe, Trio Lasidos (Buntora Situmorang, Jack Marpaung, Hilman Padang), Tetty Manurung, Nauli Sisters (Elyta Sinaga, Almanda Willem, Enny Sinaga, Sempurna Manik), Rita Butar Butar, Herty Sitorus, Achmad Reinhard Nainggolan (Amigos) & Dewi Marpaung (putri Jack Marpaung), juara dunia pada Grand Prix Winner of Astana International Song 2005 Festival Kazakhzstan, Rusia.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]