Caturtunggal, Depok, Sleman

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Caturtunggal
Desa
Negara  Indonesia
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Kabupaten Sleman
Kecamatan Depok
Luas 11.070 km2
Jumlah penduduk -
Kepadatan -

Caturtunggal adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Desa Caturtunggal terletak pada 7º46’48” LS, dan 110º23’45” BT, dengan luas wilayah 11.070.000 M² atau 889.7480 Ha dan didiami oleh 61.606 jiwa (data tahun 2012). Sebagai daerah dengan PTN terbanyak, maka daerah ini hampir seperempatnya dihuni oleh mahasiswa. Banyak terdapat lokasi indekos dan penginapan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada mulanya Desa Caturtunggal merupakan wilayah yang terdiri dari 5 (lima) kelurahan, yaitu Kelurahan Karangwuni, Kelurahan Mrican, Kelurahan Demangan, Kelurahan Ambarukmo, dan Kelurahan Kledokan. Berdasarkan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta yang diterbitkan tahun 1946 mengenai Pemerintahan Kelurahan, maka lima kelurahan tersebut kemudian digabung menjadi satu desa yang otonom dengan nama Desa Caturtunggal yang secara resmi ditetapkan berdasarkan Maklumat Nomor 5 Tahun 1948 tentang Perubahan Daerah-daerah Kelurahan.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara  : Desa Condongcatur, Kec. Depok

  • Selatan: Kelurahan Demangan, Kota Yogyakarta; Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan, Kab. Bantul
  • Barat  : Desa Sinduadi, Kec. Mlati; Kota Yogyakarta

Potensi[sunting | sunting sumber]

Dari berbagai macam metode antara lain: metode Indepth Interview, RRA, FGD, Pemetaan, Kalender Musim, yang telah dilakukan dalam rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Caturtunggal maka didapatkan berbagai Potensi daerah:

Bidang Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Secara makro, kondisi pendidikan masyarakat di desa Caturtunggal sudah cukup baik. Namun dari hasil observasi dan Indepth Interview , secara mikro bidang pendidikan masih memiliki banyak permasalahan, sebagian besar adalah beratnya biaya pendidikan. Salah satu peluang yaitu dengan adanya program BOS (Bantuan Operasional Sosial) dan program-program Beasiswa yang ada.

Bidang Kesehatan dan Lingkungan[sunting | sunting sumber]

Kesahatan dan Lingkungan merupakan dua hal yang terkait erat, lingkungan yang sehat, kondusif dan nyaman akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat. Secara makro kondisi kesehatan dan Lingkungan di desa Caturtunggal sudah cukup baik akan tetapi masih dijumpai beberapa masalah mengenai MCK (Mandi Cuci Kakus) dan SPAL (Saluran Pembuangan Air Limbah).

Bidang Sarana dan Prasarana[sunting | sunting sumber]

Faktor Sarana dan Prasarana dapat menjadi factor pendukung majunya suatu wilayah. Secara makro faktor tersebut telah tersedia dengan baik, akan tetapi membutuhkan perawatan secara berkala dikarenakan masih terdapat beberapa ruas jalan yang telah rusak. Untuk memecahkan masalah tersebut dibutuhkan dana yang besar sehingga peran serta semua pihak sangat diharapkan.

Bidang Sosial Budaya dan Kelembagaan[sunting | sunting sumber]

Desa Caturtunggal merupakan desa yang penuh dengan keragaman potensi budaya dan lembaga. Perspektif budaya masyarakat masih sangat kental dengan budaya Jawa, hal ini dapat dimengerti karena hampir semua desa di Kabupaten Sleman Masih Kuat terpengaruh dengan adanya pusat kebudayaan Jawa yang tercdermin dari keberadaan Kraton Kasultanan maupun Pakualaman. Pengaruh agama Islam juga sangat kental sebagai agama Mayoritas penduduk. Sedangkan potensi kelembagaan yang ada seperti LPMD (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa), KPD (Kader Pembangunan Desa), Karang Taruna dan PKK diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan social dengan program-programnya.

Bidang Sosial Kependudukan[sunting | sunting sumber]

Data Sosial yang terkait dengan kondisi kependudukan baik ketenagakerjaan, mata pencaharian, kesejahteraan penduduk, kualitas penduduk dan hal lain sangat terkait. Masalah pengangguran merupakan masalah yang lumrah akan tetapi pemerintah desa memfasilitasi melalui program pelatihan dan penyuluhan sehingga diharapkan dapt menumbuhkan jiwa wirausaha dan kreatifitas yang tinggi, akan tetapi semua itu akan dapat berjalan dengan baik apabila mendapat bantuan dari dinas atau pihak yang terkait.

Bidang Ekomomi Produktif[sunting | sunting sumber]

Potensi yang dimiliki oleh desa Caturtunggal yaitu banyaknya jumlah warga usia produktif yang terdidik akan tetapi dikarenakan terbatasnya lapangan kerja maka hamper 10% menjadi pengangguran terselubung. Keterbatasan modal, lahan, penyuluhan, keterampilan untuk berwirausaha, mahalnya biaya produksi disektor pertanian menjadi salah satu permasalahan. Adanya dana bantuan dari pemerintah desa, BKM dan PNPM Mandiri menjadi solusi permasalahan tersebut sehingga potensi dapat dioptimalkan.


Produk Unggulan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Terdapat 23 Perguruan Tinggi baik Negeri (misalnya: Universitas Gajah Mada, Universitas Negeri Yogyakarta, UIN Sunan Kalijaga) maupun swasta (misalnya: Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, UII dan UPN).

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Desa Caturtunggal memiliki 3 Rumah Sakit besar baik negeri maupun swasta yaitu; RS. Sarjito dan RS. Panti Rapih). Pusat Kesehatan Masyarakat terdiri dari Puskesmas Depok 3 dan UGM .

Seni dan Budaya[sunting | sunting sumber]

Acara seni dan budaya yang dilaksanakan setiap tahun di desa Caturtunggal khususnya di padukuhan Samirono berupa Saparan ”Festival Kluwung Budaya ”.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Terdapat ruko-ruko dan mall besar (misal: Plaza Ambarrukmo ), pasar tradisional serta asrama mahasiswa yang dikelola dari tanah kas desa.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Bidang pelayanan warga masyarakat dengan Sistem Pelayanan Terpadu, sangat membantu jasa pelayanan kepada masyarakat secara cepat, tepat, efektif dan efisien di dalam bidang pelayanan umum, kependudukan, pertanahan dan agraria serta trantibmas.


Padukuhan di Caturtunggal[sunting | sunting sumber]

No Nama Padukuhan Nama Dukuh Nama Kampung & Perumahan
1 Blimbingsari Ir. Handoko Wardoyo Blimbingsari, Sekip,
2 Santren Suripto Karangasem, Deresan, Santren
3 Ambarukmo H.M. Syamsudin Ambarukmo
4 Mrican M. Suyudno Pringgodani, Mrican Baru
5 Tempel Masijan Tempel, Mundu, Saren
6 Nologaten Pelaksana Tugas Nologaten, Tirta Kirana
7 Janti - Bantulan, Tegal, Janti
8 Karanggayam Priyanto BA Klebengan, Karanggayam
9 Papringan Nurhamid, S.Ag. Demangan Baru, Ngentak Sapen, Papringan
10 Samirono M. Dimyati Samirono Baru, Samirono
11 Tambakbayan Widodo D. M. Tambakbayan, Babarsari
12 Gowok Puji Wiratno Gowok, Nolobangsan
13 Sagan Purwanto Sagan, Bulaksumur
14 Kocoran Kus Indarti, S.H. Barek, Kocoran Baru
15 Seturan Sujito Seturan, Permata Seturan, Perum Deppen, Villa Seturan Indah, Perum RRI
16 Manggung Mujimin Sarimulyo, Manggungsari, Kumpulrejo, Manggung, Candirejo, Sariasih, Kumpulsari
17 Ngentak Rubimin Ngentak, Ngentak Pecinan
18 Karangmalang Salamun Kuningan, Karangmalang
19 Karangwuni Drs.Sarwiyono Tawangsari, Karangwuni
20 Kledokan Supriyono Kledokan