Cabai setan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sebuah Cabai setan

Cabai setan adalah salah-satu cabai terpedas di dunia. Cabai ini berasal dari timur laut India (Assam, Nagaland dan Manipur) dan Bangladesh. Dalam bahasa Assam dan Bengali, cabai ini disebut bhūt jolokia, artinya "cabai setan", atau nāgā marica (নাগা মরিচ), artinya "cabai naga". Pada tahun 2006 diumumkan oleh Guinness World Records sebagai cabai terpedas di dunia dengan tingkat kepedasan mencapai 1.001.304 skala Scoville. Hal ini berarti jauh lebih pedas dari cabai rawit. Hanya saja, sejak tahun 2011, posisinya sudah digantikan oleh Trinidad Moruga Scorpion yang berbentuk seperti habanero namun lebih pedas lagi dibanding cabe setan.

Bentuk cabe ini keriput dan ukurannya gemuk kecil. Penduduk Assam percaya bahwa banyak makan cabe Bhut Jolokia dapat membantu memerangi penyakit rematik, kanker, rematik, osteoporosis, menurunkan tekanan darah dan kolesterol. Cabe sendiri mengandung vitamin A, C, Kalium, Magnesium, dan Besi yang membantu mencegah penggumpalan darah, menghilangkan plak dari arteri, menyembuhkan luka, dan menangkal flu. Di dalam cabe terdapat zat Photochemical yang dapat mengurangi sel kanker dan tumor. Bahan aktif dalam Capsicum (kelompok tumbuhan cabai), merangsang otak dan kelenjar ludah melepas endorfin ke dalam tubuh. Endorfin adalah obat penghilang rasa sakit alami alam dan memberi rasa senang. Capsicum juga merupakan bahan utama untuk mengurangi arthritis dan kerusakan saraf diabetes. Dalam pengobatan tradisional, cabai hantu digunakan untuk penyakit tangan dan kaki dingin, sakit otot punggung, rematik, terkilir dan memar.

Yang terbaru seperti dikutip dari GaeaTimes, ilmuwan India sedang mengembangkan granat tangan dari Bhut Jolokia. Riset yang dilakukan departemen pertahanan India menyebutkan, Bhut Jolokia jika diolah menjadi granat tangan bisa menjadi senjata untuk melawan ekstrimis agar keluar dari persembunyiannya atau membubarkan massa.

Salah satu manfaat cabai setan adalah menyembuhkan bagian tubuh yang terkilir.

Lihat juga[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]