Biang keringat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Bintik-bintik merah yang khas di dada, leher dan bahu, yang disebabkan oleh miliaria rubra

Biang keringat juga dikenal sebagai miliaria, merupakan ruam yang gatal, bintik-bintik merah kecil timbul yang menyebabkan rasa menyengat atau tusukan pada kulit. Ruam dapat berkembang di manapun pada tubuh, tetapi paling sering terjadi di wajah, leher, punggung, dada dan paha. Ruam terdiri dari bintik-bintik kecil atau benjolan yang dikelilingi oleh daerah kulit yang merah. Bintik-bintik terkadang terlihat seperti lecet kecil. Ini dapat menyebabkan pembengkakan ringan, gatal, dan tusukan-tusukan menyengat. Biang keringat memang bukan penyakit yang berbahaya, namun bisa menular melalui kontak fisik, udara, atau pakaian


Penyebab[sunting | sunting sumber]

Miliaria terjadi ketika saluran kelenjar keringat bisa terpasang karena sel-sel kulit mati atau bakteri seperti Staphylococcus epidermidis , bakteri umum pada kulit yang juga dikaitkan dengan jerawat . Staphylococcus epidermidis bercampur keringat menyebabkan iritasi (menusuk-nusuk), gatal dan ruam lepuh yang sangat kecil, biasanya di daerah lokal dari kulit.

Biang keringat biasanya timbul akibat keringat yang berlebihan tapi tidak bisa keluar karena adanya penyumbatan pada saluran kelenjar keringat. Gejala yang muncul kemudian adalah rasa gatal, pedih dan kulit jadi kemerahan, serta munculnya gelembung-gelembung kecil atau lenting yang berisi air.

Biang keringat sering muncul di sekitar dahi dan leher, juga mengincar bagian-bagian tubuh yang tertutup pakaian seperti dada dan punggung, serta bagian yang mengalami tekanan atau gesekan pakaian. Bahkan beberapa kasus, timbul pada kulit kepala.

Biang keringat biasanya terjadi ketika seseorang berkeringat lebih dari biasanya, seperti saat cuaca panas atau lembab. Namun, tidak menutup kemungkinan biang keringat bisa terjadi di saat musim dingin. Kondisi ini disebabkan ketika kelenjar keringat tubuh menjadi terhalang. Keringat berlebihan dapat menyebabkan keringat menjadi terperangkap di bawah kulit Anda. Keringat terperangkap menyebabkan iritasi kulit dan mengalami ruam panas

Jenis[sunting | sunting sumber]

Jenis-jenis biang keringat. Berdasarkan perbedaan kelainan yang muncul di kulit, maka biang keringat dibedakan menjadi tiga:

  • Miliaria kristalina. Sumbatan yang terjadi pada bagian atas dari lapisan kulit.

Ciri-ciri: Gelembung kecil berukuran 1-2 mm, berisi cairan jernih seperti tetesan air, namun tanpa disertai munculnya kulit kemerahan. Lokasi: Dahi, leher, punggung dan dada.

  • Miliaria rubra. Sumbatan terjadi pada bagian tengah lapisan kulit.

Ciri-ciri: Gelembung kecil, masih berukuran 1-2 mm dan berwarna merah. Gelembung biasanya tersebar, tapi dapat juga berkelompok. Disertai keluhan sangat gatal dan pedih bila berkeringat. Biang keringat ini paling sering ditemukan. Lokasi: Bagian-bagian tubuh yang tertutup pakaian dan yang tergesek pakaian.

  • Miliaria profunda. Sumbatan terjadi pada bagian dalam dari lapisan kulit.

Ciri-ciri: Bintil-bintil putih berukuran 1-3 mm, dan tidak disertai kulit yang kemerahan. Tidak juga menimbulkan rasa gatal. Biang keringat ini jarang sekali dijumpai. Lokasi: Badan, lengan dan tungkai.

Mengobati biang keringat[sunting | sunting sumber]

Biang keringat tidak memerlukan pengobatan khusus dan ruam biasanya hilang setelah beberapa hari. Menghindari panas dengan tinggal di tempat teduh dan mengenakan pakaian katun longgar akan membantu meringankan gejala biang keringat. Jaga senangtiasa kulit Anda tetap dingin dengan cara mandi, mandi juga akan membantu mencegah keringat berlebihan. Tinggal di ruang ber-AC selama beberapa jam sehari juga akan memberikan bantuan yang cukup.

Menerapkan lotion calamine akan meredakan daerah kulit yang terkena. Anda juga dapat menggunakan krim hidrokortison jika kulit Anda sangat perih dan gatal. Dan semuanya itu banyak tersedia di Apotek, dan anda bisa membelinya.