Barong sedang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Barong Sedang
Hipposideros larvatus dari Hurun, Padang Cermin, Pesawaran, Lampung
Hipposideros larvatus dari Hurun, Padang Cermin, Pesawaran, Lampung
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Chiroptera
Famili: Hipposideridae
Genus: Hipposideros
Spesies: H. larvatus
Nama binomial
Hipposideros larvatus
(Horsfield, 1823)
Sinonim

Rhinolophus larvatus Horsfield, 1823

Barong sedang atau barong horsfield (Hipposideros larvatus) adalah sejenis kelelawar anggota suku Hipposideridae. Kelelawar pemakan serangga ini hidup tersebar luas mulai dari India (Assam), Burma, Thailand, Vietnam, Cina (Yunnan, Hainan), Malaysia, dan Indonesia[1]. Di Indonesia, barong sedang ditemukan di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Nusa Tenggara[2]; serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Dalam bahasa Inggris kelelawar ini dikenal sebagai Intermediate Roundleaf Bat.

Pengenalan[sunting | sunting sumber]

Bagian punggung

Kampret bertubuh sedang, dengan panjang lengan bawah antara 53,2–62,1 mm, betis 18,4–24,9 mm, ekor 26,1–35,4 mm, dan telinga 18,6–23,3 mm[3]

Tubuh bagian atas (sisi punggung) coklat abu-abu tua sampai tengguli, bagian bawah (sisi perut) agak lebih pucat. Daun hidung, telinga, dan membran sayap coklat. Daun hidung mempunyai tiga lipatan kulit lateral tambahan pada masing-masing sisinya. Daun hidung anterior melekuk di tengahnya.[4] Lekagul dan McNeely menyebutkan bahwa barong horsfield memiliki dua fase warna, yakni coklat gelap dan coklat kemerahan[5]

Anak jenis[sunting | sunting sumber]

Dengan sayap terbentang

Barong sedang memiliki 5 anak jenis (subspesies)[6]:

  • Hipposideros l. larvatus
  • Hipposideros l. barbensis
  • Hipposideros l. leptophyllus
  • Hipposideros l. neglectus
  • Hipposideros l. poutensis

Catatan kaki dan rujukan[sunting | sunting sumber]

Bertengger dalam kelompok besar di dalam gua
  1. ^ Corbet, G.B. & J.E. Hill. 1992. The Mammals of The Indomalayan Region: a systematic review. Nat. Hist. Mus. Publ. – Oxford Univ. Press. p. 112-113
  2. ^ Suyanto, A.. 2001. Kelelawar di Indonesia. Puslitbang Biologi – LIPI. Hal. 94
  3. ^ Suyanto, A.. op. cit. Hal. 97
  4. ^ Payne, J., C.M. Francis, K. Phillipps, S.N. Kartikasari. 2000. Panduan Lapangan Mamalia di Kalimantan, Sabah, Sarawak & Brunei Darussalam. The Sabah Society, Wildlife Conservation Society dan World Wildlife Fund Malaysia. Hal. 209
  5. ^ Lekagul, B, & J.A. McNeely. 1977. Mammals of Thailand. Sahankarnbhat, Bangkok. p. 177
  6. ^ Wilson, D.E. & D.M. Reeder. 2005. Hipposideros larvatus pada laman Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference. Third Edition. (online). Diakses pada 19 Sept 2010