Bahasa Baluchi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Bahasa Baluchi atau Balochi adalah bahasa anak cabang Indo-Iran atau dalam sub-cabang bahasa Iran baru. Bahasa ini merupakan bahasa utama bagi etnis Baluchi yang menetap antara Karachi (Pakistan) hingga Kirman (Iran), dengan berbagai macam dialeknya. Bahasa ini mempunyai kemiripan dengan bahasa-bahasa di sebelah barat, seperti Persia, Pashton, dan Kurdi, serta tidak mempunyai hubungan sedikitpun dengan bahasa-bahasa di anak benua India seperti Punjabi ataupun Sindhi.

Wilayah sebar tutur[sunting | sunting sumber]

Bahasa Baluchi dituturkan sebagai bahasa utama oleh penduduk provinsi Baluchistan, Pakistan dan Sistan va Balochestan, Iran. Disamping dua daerah inti tersebut, bahasa Baluchi juga dituturkan di Afghanistan selatan, Punjab barat daya, pedalaman Iran di provinsi Kerman, Lorestan, dan Khorasan, disamping ada juga kelompok kecil yang tersebar di wilayah Oman, Turkmenistan, Yaman dan Sindh, Pakistan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Diperkirakan orang Baluchi pertama telah beremigrasi dari pedalaman Iran sejak masa purba. Mereka bermukim di daerah yang sekarang menjadi wilayah tenggara Iran dan barat Pakistan, dimana telah ada jalur perdagangan antara Timur Tengah dan lembah Sungai Indus. Catatan tentang bahasa ini ada pada sebuah dokumen kuno dari abad ke 10 Masehi.

Ada juga yang memperkirakan bahwa Bahasa Baluchi adalah keturunan bahasa yang hilang, bahasa kaum Parthia dan Media. Dan menurut sejarah pula, diperkirakan bahasa ini muncul pada sekitar tahun 200 SM dan 700 M. J. Elfenbein, seorang pakar Baluchi pernah membuat perbandingan antara bahasa Baluchi dengan bahasa Parthia dan Persia dan menyimpulkan bahwa bahasa ini tidak ada kemiripan satupun dengan bahasa Parthia maupun Persia, melainkan bahasa yang telah hilang. Hal tersebut dikarenakan bahasa ini mempunyai karakteristik khusus.

Terkait dengan hubungannya dengan bahasa Kurdi, Elfenbein menekankan bahwa Baluchi mempunyai sistemnya sendiri. Bahkan pendapat ini diperkuat dengan tulisan dari L.Dames (Baloch Race) yang menyebutkan Baluchi justru berasal dari bahasa Zand atau Baktria kuno ketimbang Persia kuno. Baluchistan pada masa kolonial terbagi atas beberapa wilayah, yakni Baluchistan Barat (yang mencakup wilayah Iran-Afghanistan), Kesultanan Baluchistan, dan Baluchistan Inggris (Pakistan). Bahasa ini menjadi bahasa resmi di seluruh wilayah Baluchistan, di wilayah Baluchi Barat, bahasa Persia dan Inggris juga menjadi bahasa resmi. Pada tahun 1947, Kesultanan Baluchistan yang merdeka menetapkan bahasa Baluchi sebagai bahasa resmi negara. Namun kebijakan ini hanya berjalan hingga bulan Maret 1948, dimana pada masa itu kesultanan Baluchi bersama Baluchistan Inggris digabungkan ke dalam wilayah Pakistan. Sejak digabungkan dengan Pakistan itulah, maka bahasa Urdulah yang menjadi bahasa resmi wilayah Baluchistan.

Dialek[sunting | sunting sumber]

Secara garis besar, bahasa Baluchi terbagi setidaknya enam dialek yang berbeda, yakni :

  1. Rakhsani
  2. Saravani
  3. Lotuni
  4. Perbukitan Timur
  5. Pantai

Dari semua dialek ini, dialek Rakhsanilah yang mempunyai penutur terbanyak dan tersebar di seluruh wilayah kesukuan Baluchistan, termasuk Afghanistan dan Turkmenistan. Dialek Saravani di pakai di Iran Tenggara, khususnya kota Zahedan. Sedangkan Lotuni dipakai di selatan wilayah Saravan, Iran. Kemudian dialek Perbukitan Timur dipakai di wilayah Baluchistan Timur, termasuk kawasan pemukiman suku Brahui. Serta dialek pantai yang dipakai sepanjang garis pantai Teluk Oman mulai Gwadar hingga Karachi. Dialek baku yang dipakai di wilayah Pakistan dan Afghanistan adalah dialek Rakhsani.

Sistem Penulisan[sunting | sunting sumber]

Hingga menjelang abad ke-19, bahasa Baluchi adalah bahasa tak tertulis, dan menjadi bahasa percakapan di forum Baluchistan. Pada masa itu, bahasa resmi adalah bahasa Persia. Pada masa itu para pakar bahasa asal Inggris memperkenalkan sistem penulisan Latin kepada masyarakat Baluchi, namun para cendekiawan Baluchi yang dikarenakan latar belakang sejarah, budaya dan politiknya, kemudian cenderung memilih huruf Nastaliq (huruf Arab-Persia) dan Naskh (huruf Arab). Sistem yang digunakan saat ini adalah huruf Nastaliq sebagaimana yang digunakan dalam Bahasa Urdu.

Contoh[sunting | sunting sumber]

Yak róče būt ki mazánen brās šut pa karā’ ganók mant bi gisā’ go watī māsā (Pada suatu hari, sang kakak pergi bekerja, sedangkan si bodoh tinggal di rumah bersama ibunya).

Kembali ke: Daftar Bahasa