Aziz Sattar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Aziz Sattar
Lahir Abdul Aziz bin Sattar
25 Agustus 1925 (umur 88)
Bendera Indonesia Pekalongan, Hindia-Belanda (kini Indonesia)
Tahun aktif 1950-an- Kini
Pasangan Hashimah Delan

Datuk Abdul Azez bin Sattar atau lebih dikenal sebagai Aziz Sattar (lahir di Pekalongan, 8 Agustus 1925; umur 88 tahun) merupakan salah seorang seniman serba bisa Malaysia. Ia berkecimpung di bidang seni sebagai aktor, sutradara, pelawak, dan penulis skenario sepanjang kariernya.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Ia mendapat pendidikan di Sekolah Melayu Kota Raja, Singapura.

Kisah hidup Aziz di Tanah Melayu bermula ketika berusia tiga tahun, ketika ia mengikuti ayahnya Sattar Sawal dan ibunya Satimah Jalal hijrah ke Singapura. Dibesarkan di kampung Pasir Panjang, di situlah ia mempunyai dua kawan akrab yang turut menjadi aktor terkenal - Salleh Kamil dan Shariff Dol.

Aziz mendapat pendidikan Sekolah Melayu sampai kelas lima. Ia tidak dapat meneruskan pendidikannya akibat pendudukan Jepang di Malaysia. Pada umur 10 tahun, ia yang merupakan pelawak alamiah mulai menyanyi dan menari dalam perhelatan nikah dan kenduri-kenduri di kampung. Dalam usia awal 20-an, ia menjadi pengemudi truk dengan gaji sebanyak RM150.

Pada tahun 1950, ia menjadi anggota Pancaragam Suara Hiburan Keroncong, dan pada bulan September 1951 bekerja di Studio Jalan Ampas, Singapura. Kehidupan Aziz mulai berubah pada tahun 1952 saat diajak dua teman sekampungnya bekerja di studio Malay Film Productions. Pada awalnya, ia sekedar bekerja sebagai penyulih suara. Namun, ia terkejut karena gajinya ketika itu jauh lebih rendah dibandingkan pekerjaannya sebagai sopir truk, hanya RM70 sebulan. Pada tahun 1953, dia dipercaya bermain sebagai tokoh tambahan dalam film Putus Harapan.

Ia juga salah satu anggota Kelompok Panca Sitara.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Sattar menikah pertama kali dengan Siti Rumina Ahmad dan bercerai, lalu dengan Dayang Sofiah, namun juga berujung pada perceraian.

Sattar memiliki 7 orang anak:

  1. Ruzaiman
  2. Ruzaidah
  3. Ruzainah
  4. Zainuddin
  5. Dahlia
  6. Dalina
  7. Sandakiah

Pada tanggal 16 Desember 2006, Aziz Sattar menikah dengan Hashimah Delan. Pasangan itu dinikahkan Pendaftar Nikah, Khairuddin Haiyon di Masjid Sultan Abdul Aziz, Shah Alam dengan maskawin RM100.

Filmografi[sunting | sunting sumber]

Film yang dibintangi[sunting | sunting sumber]

  1. Putus Harapan (1953)
  2. Mangsa (1953)
  3. Hati Iblis (1953)
  4. Jasa (1954)
  5. Arjuna (1954)
  6. Kipas Hikmat (1955)
  7. Ribut (1956)
  8. Putera Bertopeng (1957)
  9. Bujang Lapok (1957)
  10. Hantu Jerangkong (1957)
  11. Hantu Kubur (1958)
  12. Nujum Pak Belalang (1959)
  13. Raja Laksamana Bentan (1959)
  14. Pendekar Bujang Lapok (1959)
  15. Sumpah Wanita (1960)
  16. Ali Baba Bujang Lapok (1961)
  17. Seniman Bujang Lapok (1961)
  18. Siti Muslihat (1962)
  19. Labu dan Labi (1962)
  20. Nasib Si Labu Labi (1963)
  21. Pilih Menantu (1963)
  22. Siapa Besar (1964)
  23. Mambang Moden (1964)
  24. Takdir (1965)
  25. Pusaka Pontianak (1965)
  26. Aksi Kucing (1966; Malay Film Productions Ltd)
  27. Keluarga Comat (1975; Sabah Film Production)
  28. Prebet Lapok (1979; Indra Film Production)
  29. Penyamun Tarbus (1980; Indra Film Production)
  30. Da Di Du (1981; Indra Film Production)
  31. Darah Satria (1983)
  32. Bujang Lapok Kembali Daa... (1985)
  33. Tarik Tarik (1993)
  34. Abang '92 (1993)
  35. Layar Lara (1997)
  36. Jibon (1998)
  37. Pontianak Harum Sundal Malam (2004)
  38. Pontianak Harum Sundal Malam II (2005)
  39. Cicak-Man (2006)

Film yang disutradarai[sunting | sunting sumber]

  1. Keluarga Comat (1975; Sabah Film Production)
  2. Si Badol (1979; Sabah Film Production)
  3. Prebet Lapuk (1979; Indra Film Production)
  4. Penyamun Tarbus (1980; Indra Film Production)
  5. Da Di Du (1981; Indra Film Production)
  6. Setinggan (1982)
  7. Darah Satria (1983)
  8. Tujuh Biang Keladi (1984; Nirwana Film Production)
  9. Bujang Lapok Kembali Daa.. (1985)
  10. Perawan Malam (1986)
  11. Tak Kisahlah Beb (1988)
  12. O.K. (1989)
  13. Adik (1990)
  14. Simfoni Duniaku (1994)
  15. Gelora Cinta

Sinetron[sunting | sunting sumber]

  1. Kelas Malam (2000)

Drama[sunting | sunting sumber]

  1. Manjalara (2007)

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • 1981: Film Komedi Terbaik, Film Festival Malaysia ke-2. (untuk Penyamun Tarbus)
  • 1990: Ahli Mangku Negara, Agong.
  • 1994: Anugerah Seniman Veteran, Film Festival Malaysia ke-11.
  • 2000: Menerima "Tokoh Budaya Kolej Burhanuddin Helmi" dari Universiti Kebangsaan Malaysia
  • 2000: Anugerah Seniman Veteran (Lelaki), Anugerah Bintang Popular 2000.
  • 2007: Darjah Panglima Jasa Negara (PJN) untuk memperingati Hari Keputeraan Yang di-Pertuan Agong Tuanku Mizan Zainal Abidin

Keanggotaan[sunting | sunting sumber]

  • Bendahara Persatuan SENIMAN.
  • 1994-1996: Ketua Komite GAFIM
  • 1997: Ketua Komite Penerangan, Festival Film Malaysia ke-13.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]