Awad Hamed al-Bandar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Awad Hamad al-Bandar (Bahasa Arab: عواد البندر; juga: Awad Hamad Bandar Alsa'doon) (1945 - 15 Januari 2007) ialah hakim ketua Irak pada masa kepresidenan Saddam Hussein. Ia adalah kepala Pengadilan Revolusi yang dihukum mati atas pembantaian 143 warga Dujail, karena percobaan pembunuhan yang gagal terhadap presiden pada 8 Juli 1982. Dalam pengadilan ad-Dujail, Pengadilan Khusus Irak mendakwa Awad untuk kejahatan terhadap kemanusiaan sebagai alasan hukuman mati. Pada 5 November 2006, Awad divonis mati dengan hukuman gantung bersama dengan Saddam Hussein dan Barzan Ibrahim at-Tikriti.[1]

Hukuman itu diharapkan dilaksanakan pada 30 Desember 2006, segera sebelum 06:00 waktu Irak. Saddam digantung pada 06:05 waktu Irak (03:00 UST). Awalnya, Barzan dan Awad juga dipercaya akan digantung bersamanya.[2] Beberapa jam kemudian, pernyataan resmi mengatakan bahwa eksekusi Awad dan Barzan ditunda untuk memberi signifikansi khusus pada saat Saddam dihukum mati.[3]

Pada 3 Januari 2007, seorang pejabat pemerintah Irak memberi tau Associated Press bahwa persiapan sedang berjalan untuk menggantung saudara tiri Saddam Barzan Ibrahim, mantan kepala intelijen, dan Awad Hamed al-Bandar, mantan hakim agung Pengadilan Revolusi pada Kamis 4 Januari 2007.[4] Mereka digantung sebelum fajar 15 Januari 2007.[5]

Pengacara Awad Hamed terdiri atas:

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Jomana Karadsheh (2006-11-05). "Dujail case: Saddam gets death". IBNLive.com. Diakses 16 Januari 2007. 
  2. ^ "Saddam Hussein Executed by Hanging in Iraq". FOXNews.com. 2006-12-29. Diakses 16 Jnauari 2007. 
  3. ^ "Hussein executed with 'fear in his face'". CNN.com. 2006-12-30. Diakses 16 Januari 2007. 
  4. ^ "Reports: Hussein's co-defendants to be hanged Thursday". CNN.com. 2007-01-03. Diakses 16 Januari 2007. 
  5. ^ "Report: Hussein's half-brother, other co-defendant hanged". CNN.com. 2007-01-15. Diakses 16 Januari 2007. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]