Asy-Syaukani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Imam Syaukani
Biografisyaukani.jpg
Sampul depan buku biografi Imam Syaukani.
Gelar Al-Imam
Nama Muhammad
Nasab bin Ali bin Muhammad bin Abdullah
Nisbah Asy-Syaukani, Ash-Shan’ani, Al-Yamani
Lahir 1173 H/1759 M
Wafat 1250 H/1834 M
Kebangsaan Yaman
Etnis Arab
Zaman Abad ke-12 Hijriyah
Wilayah aktif Yaman
Firkah Sunni
Mazhab Fikih Zahiri
Karya yang terkenal Nailul Authar, Ad-Durarul Bahiyyah

Muhammad Asy-Syaukani (1759–1834 M) adalah seorang ulama besar, Qadhi (hakim), ahli fikih, dan mujaddid (pembaharu/reformis) dari Yaman.

Nama[sunting | sunting sumber]

Nama lengkapnya adalah Muhammad bin Ali bin Muhammad bin Abdullah Asy-Syaukani Ash-Shan’ani. Julukannya adalah Imam Asy-Syaukani yang dinisbahkan kepada wilayah Hijratusy Syaukan, yang berada di luar kota Shan'a.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Ia dilahirkan pada hari Senin tanggal 28 Dzulqaidah 1173 H kemudian ia besar di Shan'a, Yaman. Ia berasal dari keluarga yang menganut mazhab Syiah Zaidiyah, ayahnya adalah seorang hakim. Kemudian ia beralih kepada mazhab Sunni dan menyerukan untuk kembali kepada sumber tekstual dari Al-Qur'an dan Hadits. Ia menghafal Al-Qur’an dan sejumlah ringkasan matan dari berbagai disiplin ilmu semenjak kecil. Metode dan mazhabnya diterima luas di Yaman, kemudian tersiar di India lewat seorang muridnya yang bernama Abdul Haq al-Hindi. Beliau telah menjadi seorang mufti (pemberi fatwa) pada usia dua puluh tahun. Pada tahun 1209 H hakim besar Yaman Yahya bin Shalih asy-Syajri as-Sahuli meninggal dunia dan posisinya digantikan oleh Imam Asy-Syaukani pada saat usianya 36 tahun, hingga wafatnya pada tahun 1250 H.[1]

Akhir Hayat[sunting | sunting sumber]

Imam Asy-Syaukani wafat di Shan'a pada bulan Jum'adil Akhir tahun 1250 Hijriyyah / 1834 Miladiyyah pada umur 76 tahun 6 bulan, tepatnya malam Rabu. Ia dimakamkan di pemakaman Khuzaimah di Shan'a, dan dishalatkan di Masjid Jami' Kabir.

Karya tulis[sunting | sunting sumber]

Imam Asy-Syaukani memiliki banyak karya-karya tulis, mayoritas dari kitab tersebut telah tersebar di masa hidupnya. Terdapat 240-an buku yang masih berbentuk manuskrip, sedangkan yang sudah tercetak baru mencapai sekitar 40-an judul.

Karyanya yang paling terkenal adalah:

  • Dalam Tafsir Al-Qur'an, Fathul Qadir al-Jami’ baina Fann ar-Riwayat wad Dirayat fit Tafsir (5 jilid).
  • Dalam Fiqih, As-Sailul Jarar al-Mutadaffiq ala Hada’iqil Azhar (4 jilid), yaitu syarah al-Azhar fi Fiqhi aalil Bayti.
  • Dalam Hadits, Nailul Authar syarh Muntaqal Akhbar (4 jilid).

Kemudian karya-karyanya yang lain:

  • Ad-Durarul Bahiyyah fil Masa’ilil Fi’iqhiyah. (1 jilid), sebuah kitab fiqih ringkas.
  • Ad-Dararil Mudhiyyah Syarah ad-Duraril Bahiyah (2 jilid), kitab syarh dari kitab Ad-Durarul Bahiyyah.
  • Irsyadul Fuhul ila Tahqiqil Haq min Ilmil Ushul (1 jilid), sebuah kitab tentang pembahasan Ushul fiqih.
  • Al-Badru ath-Thali’ bi Mahasin man ba’da al-Qarni as-Sabi’ (2 jilid).
  • Al-Fawa’idil Majmu’ah fil Ahaditsil Maudhu’ah (1 jilid), Koleksi kumpulan hadits-hadits palsu.
  • Tuhfatudz Dzakirin bi ‘Iddatil Hishnil Hashin (1 jilid), Syarh dari koleksi hadits Adzkar, karya Ibnul Jazari (w. 833H).
  • Adabu Thalib wa Muntahal Arib. Kitab tentang adab dalam menuntut ilmu.
  • Al-Qaulul Mufid fi Adillatil Ijtihad wat Taqlid. Penjelasan mengenai anggapan mazhab-mazhab tentang hukum Taqlid.
  • Risalah al-Bhugyah fi Masalati al-Ru'yati, yaitu tentang mazhab-mazhab ahlussunnah mengenai perkara melihat Allah di akhirat.
  • Irsyadus Tsiqot ilaa Ittifaaqi al-Syara'ii 'alaa al-Tauhiidi wa al-Ma'aadi wa al-Nubuwwati, berkenaan dengan Rabi besar Yahudi, Maimonides,.
  • At-Tuhaf fil Irsyad ila Mazhab as-Salaf, dll.

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Muqaddimah An-Nasyir Nailul Authar Syarah al-Muntaqa al-Akhbar, hlm 1-3.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]