Anuswara
|
|
Artikel ini sedang dalam perubahan besar untuk sementara waktu. Untuk menghindari konflik penyuntingan, dimohon jangan melakukan penyuntingan selama pesan ini ditampilkan. Halaman ini terakhir disunting oleh EmausBot (Kontrib • Log) 72 hari 304 menit lalu. Pesan ini dapat dihapus jika halaman ini sudah tidak disunting dalam beberapa jam. Jika Anda adalah penyunting yang menambahkan templat ini, harap diingat untuk menghapusnya setelah selesai atau menggantikannya dengan {{Under construction}} di antara masa-masa menyunting Anda. |
Anuswara (अनुस्वारः anusvāra) adalah tanda diakritik yang menandai nasalisasi (penyengauan) yang ada di berbagai aksara-aksara India, termasuk aksara Jawa. Tergantung lokasi anuswara di sebuah kata dan bahasa yang digunakan, pelafalannya dapat sangat bervariasi.
Daftar isi |
Aksara Jawa[sunting]
Dalam aksara Jawa, dikenal empat bunyi sengau anuswara, yaitu m-, n-, ng-, dan ny-. Peraturan penulisan anuswara adalah apabila anuswara tersebut membuat tidak membuat kata dasarnya luluh, maka di depan kata tersebut harus diberi tambahan aksara "ha", misalnya "mblujur" (ꦩ꧀ꦧ꧀ꦭꦸꦗꦸꦂ) harus ditulis "hamblujur" (ꦲ꧀ꦩꦧ꧀ꦭꦸꦗꦸꦂ). Tetapi apabila kata dasarnya luluh, maka di depan kata tersebut boleh dihilangkan "ha"-nya, misalnya "nantang" dapat ditulis "hanantang" (ꦲꦤꦤ꧀ꦠꦁ) maupun "nantang" (ꦤꦤ꧀ꦠꦁ).
Lihat pula[sunting]
Referensi[sunting]
Bibliografi[sunting]
- Allen, W.S. (1953), Phonetics in ancient India, OUP
- Emeneau, M. B. (1946). "The Nasal Phonemes of Sanskrit". Language 22 (2): 86–93. JSTOR 410341.
- Ohala, Manjari (1983), Aspects of Hindi Phonology, Motilal Banarsidass, ISBN 0-89581-670-9
- Varma, Siddheshwar (1929), Critical studies in the phonetic observations of Indian grammarians

