Anglofilia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Anglofilia (berasal dari Latin anglus yang berarti "Inggris" dan Bahasa Yunani kuno φίλος - philos, yang artinya "teman") adalah orang yang mencintai kebudayaan Inggris dan Inggris secara umum[1]. Anglofilia merupakan antonim Anglofobia.[2]

Istilah ini biasa dipergunakan untuk orang-orang di seluruh dunia (di Amerika khususnya digunakan di New England, New York, dan tempat lainnya sepanjang Pantai Timur Amerika Serikat) yang mendasarkan bisnis, politik ataupun hubungan sosialnya sebagaimana yang diterapkan di daratan Inggris.

Dalam beberapa kasus, seorang "anglofilia" adalah seseorang yang lebih mencintai kebudayaan Inggris; dan seringkali menganggap kebudayaan itu lebih unggul dibandingkan yang lainnya; atau sangat menghargai sejarah Inggris.

Namun ada juga orang-orang yang memiliki ketertarikan yang tinggi pada kebudayaan tradisional Inggris (misalnya Shakespeare, Jane Austen, Dr Johnson), ada juga para anglofilia yang menyukai musik pop dan cadas dari Inggris dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.

Seorang anglofilia dari Amerika akan lebih senang mempergunakan kata-kata dengan ejaan Bahasa Inggris - Inggris, misalnya dia akan lebih suka menggunakan ejaan colour daripada color, favourite dibandingkan favorite dan 'centre' daripada center. (Lihat Perbedaan bahasa Inggris Britania dan bahasa Inggris Amerika)

Tokoh-tokoh yang mengaku sebagai Anglofilia:

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ The American Heritage Dictionary of the English Language: Fourth Edition.2000.
  2. ^ Dictionary.com: anglophile
  3. ^ Subhas Chandra Bose, Sisir Kumar Bose, Narayan Gopal Jog (1998) Beacon Across Asia: Biography of Subhas Chandra Bose (Orient Longman) ISBN 81-250-1028-9 p. 117
  4. ^ Second Chance: Two Centuries Of German-speaking Jews in the United Kingdom edited by Werner E. Mosse, Julius Carlebach, Gerhard Hirschfeld, Aubrey Newman, Arnold Paucker, Peter Pulzer , J.C.B. Mohr, London, 1991 page 135.