Alarm

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Pengertian Alarm[sunting | sunting sumber]

Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau pemberitahuan. Dalam istilah jaringan, alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau kegagalan dalam penyampaian sinyal komunikasi data ataupun ada peralatan yang mengalami kerusakan (penurunan kinerja). Pesan ini digunakan untuk memperingatkan operator atau administrator mengenai adanya masalah (bahaya) pada jaringan. Alarm memberikan tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, ataupun sinar.


Fungsi Alarm[sunting | sunting sumber]

Memberitahukan apabila terjadi bahaya dan kerusakan ataupun kejadian yang tidak diharapkan pada jaringan melalui sinyal sehingga memberikan peringatan secara jelas agar dapat diantisipasi.

Sejarah Industri Alarm[sunting | sunting sumber]

Berawal dari pengembangan inovasi[sunting | sunting sumber]

Industri keamanan elektronik dan peringatan kebakaran telah berdiri sejak tahun 1850 yang dipelopori oleh John Gamewell dan Edwin Holmes yang mengubah penemuan menjadi bisnis untuk mengamankan properti dan kehidupan. Keduanya memperdalam kemampuan ilmiah di akhir abad ke-18.

Para amatir memelopori industri[sunting | sunting sumber]

Awalnya, penemuan baterai pada tahun 1799 dan telegraf pada tahun 1841 secara umum mengubah dunia dan menginspirasi para penyuka hobi, ahli listrik dan ilmuwan yang ada di seluruh dunia untuk melihat dan memperdalam ilmu komunikasi. Tidak lama setelah telegraf diperkenalkan, seorang dokter muda yang kaya bernama William Channing membuat sebuah sistem dari pemerintah untuk menyalurkan sinyal alarm kebakaran kepada stasiun pemadam kebakaran yang ada di sekeliling kota Boston, Amerika Serikat. Menggunakan morse yang ditemukan oleh Samuel Morse dalam sistem telegram yang memadukan kode dengan teknologi, Channing membuat rencana elaborasi untuk menyalurkan sinyal dari pusat sistem pemerintah menuju stasiun pemadam kebakaran untuk memberitahu titik lokasi terjadinya kebakaran. Rencana Channing memiliki masalah karena besar bunyi bel alarm tidak dapat dikendalikan dari stasiun pemadam kebakaran.

Perubahan sistem kendali bel[sunting | sunting sumber]

Pada waktu yang sama, Augustus Pope, seorang menteri yang tinggal di luar Boston, mulai merancang alarm elektrik anti pencuri untuk dipasang di rumah. Ia mengikuti sistem kerja Channing dan menemukan kesulitan dalam membunyikan bel untuk membangunkan orang-orang di rumahnya. Solusi datang dari Moses Farmer, seseorang dari New Hampshire yang dikenal secara luas sebagai insinyur dan ahli listrik. Ia merancang sistem alarm dengan menggunakan peralatan elektromagnetik untuk membuka tutup rangkaian sirkuit jaringan listrik, sehingga dapat membunyikan bel secara otomatis. Rancangan Farmer memecahkan kebingungan antara Channing dan Pope, sehingga melengkapi penemuan alarm pada tahun 1848 dan 1853.

Disebarkan melalui pos[sunting | sunting sumber]

Dalam kurun waktu 10 tahun, seorang agen pos dan telegraf di South Carolina bernama John Gamewell membawa sistem rancangan Channing ke pasar di tenggara dan kemudian membuat hak paten. Setelah itu, seorang pengusaha bernama Edwin Holmes membeli hak paten terhadap rancangan Pope dan memasarkan produk alarm elektromagnetik anti pencuri ke Boston dan New York.

Pada tahun 1895, Gamewell mengendalikan 95 persen pasar alarm kebakaran di Amerika Serikat. Pada waktu yang sama, perusahaan alarm anti pencuri produksi Holmes menjadi salah satu perusahaan terkuat di pantai timur dan menyediakan produk alarm keamanan selama ratusan tahun kemudian. Kesuksesan Holmes di dunia telekomunikasi membawanya menjadi presiden pertama di perusahaan New York Telephone Company dan stasiun pusat di Boston menjadi stasiun telepon terpusat pertama di Amerika Serikat.

Stasiun pengendali alarm anti pencuri didirikan pada awal tahun 1870 menggunakan teknologi kabel. Ini adalah pengembangan dari alarm lokal yang ada di lokasi pusat di mana kegiatan pengawasan sirkuit jaringan listrik berada. Sistem alarm tersebut mulai dipasang di 32 bank, 30 toko dan juga beberapa rumah pribadi. Melihat manfaat penggunaan teknologi di stasiun pusat, maka seorang ahli telegraf dan penemu bernama Edward Calahan pada tahun 1857 membuat sebuah tempat kecil berupa boks pemanggil yang ada di beberapa lokasi umum di sekeliling kota Boston untuk memberikan sinyal bahaya kepada stasiun pusat melalui seorang kurir pembawa pesan. Untuk memudahkan penyampaian sinyal, kode yang berbeda akan diubah oleh kurir menjadi sebuah deteksi kejadian darurat. Calahan menjual rencana tersebut kepada investor yang mendirikan perusahaan American District Telegraph (ADT).

Perkembangan Alarm[sunting | sunting sumber]

Generasi awal[sunting | sunting sumber]

Peningkatan teknologi alarm anti pencuri dan alarm anti kebakaran mulai terjadi sejak awal 1880-an saat Chauncey McCulloh dari Baltimore mendirikan sebuah sistem pembagian jaringan sirkuit tunggal menjadi beberapa bagian yang dihubungkan ke stasiun pusat untuk menghemat biaya penghubungan jaringan. Dengan kontribusi McCulloh, teknologi sistem transmisi sinyal alarm telah berubah dan berkembang lebih dari 100 tahun kemudian.

Selanjutnya, alat deteksi bahaya terus berkembang. Di awal 1880-an, seorang insinyur dan perancang lokomotif bernama Frederick Grinnel secara radikal membuat sistem keamanan kebakaran dengan mematenkan teknologi percikan (api) yang dapat terbuka ketika di sekelilingnya terjadi suhu panas yang ekstrem untuk menghindari terjadinya kebakaran besar. Kemudian, muncul teknologi ionisasi di mana teknologi yang digunakan adalah mendeteksi asap dan sensor gerakan yang dapat mendeteksi gerakan mencurigakan untuk mengaktifkan alarm keselamatan, meningkatkan detektor panas, dan mengaktifkan sensor magnetik pada pintu dan jendela rumah ataupun gedung perkantoran untuk menghindari bahaya pencurian.

Generasi internet[sunting | sunting sumber]

Teknologi internet merevolusi sistem keamanan komunikasi dan kemampuan pengawasan jarak jauh. Sejak era komunikasi digital pada tahun 1970-an, pemberian sinyal melalui stasiun pusat telah memberikan kontribusi terhadap teknologi komunikasi. Teknologi semakin berkembang dan memunculkan teknologi nirkabel yang terhubung melalui koneksi IP di lebih dari 97 negara di dunia. Konvergensi komunikasi internet dan digital membuat pengawasan video pada stasiun pusat menjadi lebih baik dan rinci kepada setiap pengguna alarm. Peralatan deteksi berkembang semakin baik dengan sensor yang dapat diandalkan dan mampu memberikan sinyal keamanan dengan lebih sensitif.

Impian yang direalisasikan oleh para pelopor seperti Gamewell dan Holmes lebih dari 150 tahun yang lalu telah membawa perkembangan sistem alarm modern menuju level yang lebih tinggi terhadap keamanan dan keselamatan publik yang tidak pernah ada dalam industri sebelumnya. Generasi masa kini dapat menikmati teknologi keselamatan yang dapat melindungi kehidupan mereka melalui alarm keselamatan.

Jenis-Jenis Alarm[sunting | sunting sumber]

1. Alarm rumah[sunting | sunting sumber]

Jenis alarm ini biasanya ditempel di area rumah untuk menjamin dan melindungi properti yang ada di dalam rumah dari bahaya pencurian. Sistem alarm rumah dapat memonitor keamanan rumah dan memberikan laporan kepada pemilik jika terjadi tindakan yang mengancam keamanan rumah sehingga hal-hal yang tidak diinginkan dapat diminimalisir.

Cara kerja alarm rumah terbagi dua, yaitu:

1.1 Sensor infra merah[sunting | sunting sumber]

Sistem pendeteksi bahaya yang digunakan adalah infra merah yang dalam bahasa teknis disebut PIR (Passive Infra Red) – infra merah pasif. Sensor ini hanya untuk mendeteksi saja sehingga disebut pasif. Sensor infra merah memiliki keuntungan dari sisi penguasaan area di mana sensor ini mempunyai jarak radius 15m/90 derajat dan biasanya dipasang di tempat strategis.

1.2 Sistem alarm GSM[sunting | sunting sumber]

Jenis alarm tanpa kabel yang dalam instalasinya relatif lebih mudah. Kelebihan alarm ini, ketika terjadi bahaya, maka alarm akan memberikan laporan kepada pemilik melalui jaringan GSM selama pemilik berada dalam jangkauan sinyal GSM.

2. Alarm mobil[sunting | sunting sumber]

Alarm mobil di Indonesia baru dikenal pada pertengahan 1980-an. Jenis alarm terus berevolusi sejak tahun 90-an di Amerika mulai dari hanya bermodalkan sebuah tombol yang dihubungkan dengan jaringan listrik mobil, alarm dengan pengendali jarak jauh berupa remote, serta fasilitas alat pengamanan yang aktif otomatis dalam 30 detik setelah pintu mobil ditutup. Fungsi alarm mobil adalah untuk melindungi harta benda yang ada di dalam mobil dan mencegah pencurian mobil.

3. Alarm kebakaran[sunting | sunting sumber]

Sistem pengindera api (bahasa inggris – fire alarm system) merupakan sebuah sistem terintegrasi yang didesain untuk mendeteksi adanya gejala kebakaran. Alarm tersebut memberikan peringatan dalam sistem evakuasi dan dilanjutkan dengan sistem instalasi pemadam kebakaran secara otomatis maupun manual (bahasa inggris – fire fighting system). Peralatan utama dalam pengendali sistem ini adalah Main Control Fire Alarm (MCFA) atau Fire Alarm Control Panel (FACP) yang menerima sinyal masuk (input) dari semua detektor serta komponen pendeteksi dan kemudian memberikan sinyal keluar (output) melalui komponen keluaran yang sudah ditetapkan. begitu... OK..

4. Alarm banjir[sunting | sunting sumber]

Kegunaannya adalah untuk memperingatkan apabila akan terjadi banjir. Cara kerjanya menggunakan sensor air hujan dan akan memberi sinyal apabila debit air hujan yang turun sudah melebihi batas.

5. Alarm gempa[sunting | sunting sumber]

Alarm ini berfungsi untuk memberikan peringatan adanya getaran (gempa) bumi. Cara kerjanya yaitu dengan mendeteksi kedatangan gelombang seismik P-Wave sebelum kedatangan S-Wave dan Surface Wave (Q-Wave dan R-Wave) di mana gelombang tersebut bersifat berbahaya dan merusak. Sistem alarm dengan speaker otomatis yang bersuara sangat nyaring mampu membangunkan orang yang sedang tidur sehingga dapat segera menyelamatkan diri.

6. Alarm bayi[sunting | sunting sumber]

Sistem pemancar yang terdapat pada alarm bayi digunakan untuk mendengarkan suara yang ditimbulkan oleh bayi dari jarak jauh. Pemancar ini dikendalikan dari jarak jauh dan mampu memantau kondisi dan keberadaan bayi sehingga orang tua dapat mengetahui kondisi bayinya ketika menangis ataupun tertidur.

7. Alarm komputer[sunting | sunting sumber]

Program alarm jam umumnya sudah terdapat pada komputer pribadi. Komputer dapat berfungsi sebagai alarm secara digital untuk memberi peringatan akan sesuatu dengan berbagai macam bentuk dan bunyi yang dapat disesuaikan.

8. Alarm online[sunting | sunting sumber]

Program alarm dalam jaringan atau online yang bisa diunduh melalui jaringan internet. Dapat dipasang pada komputer pribadi yang terhubung pada jaringan internet.

9. Alarm telepon genggam[sunting | sunting sumber]

Telepon genggam modern memiliki fitur alarm yang dapat dimatikan secara manual. Bunyi alarm dapat disesuaikan dengan keinginan pemilik telepon genggam. Kegunaan alarm pada telepon genggam adalah untuk mengingatkan pemilik akan suatu jadwal ataupun memperingatkan pada jam-jam tertentu seperti alarm jam untuk membangunkan tidur.

10. Alarm jam[sunting | sunting sumber]

Alarm ini disebut juga alarm clock (bahasa inggris) yaitu sebuah jam yang didesain untuk mengeluarkan suara nyaring pada jam-jam tertentu. Gunanya untuk membangunkan orang dari tidurnya di pagi hari. Alarm jam dapat juga digunakan untuk membangunkan orang dari tidur siang dan juga sebagai tanda pengingat sebuah jadwal. Untuk menghentikan bunyi alarm, orang harus menekan tombol di badan jam dan alarm akan mati beberapa waktu setelahnya.

11. Sirine[sunting | sunting sumber]

Alat untuk mengeluarkan bunyi peringatan tanda bahaya. Jenis-jenis sirine adalah peringatan dini tsunami, sirine kebakaran dan lainnya. Sirine hanya boleh digunakan oleh petugas penegak hukum tertentu, dinas pemadam kebakaran, penanggulangan bencana, kendaran ambulans, unit palang merah dan mobil jenazah.

12. Klakson[sunting | sunting sumber]

Klakson merupakan perlengkapan yang melekat pada kendaraan bemotor untuk berkomunikasi antara pengemudi kendaraan yang satu dengan lainnya. Klakson digunakan untuk memberi peringatan ketika pengemudi ingin mendahului kendaraan lain, meminta ruang jalan dan sebagainya.


Kelebihan Alarm[sunting | sunting sumber]

Dapat memberikan peringatan dini terhadap bahaya yang akan terjadi sehingga manusia dapat mengantisipasi dan meminimalisir korban jiwa maupun kerugian harta benda.


Kelemahan Alarm[sunting | sunting sumber]

Alarm merupakan alat yang mampu menyebabkan reaksi positif dan negatif pada manusia. Orang yang mendengar bunyi alarm yang nyaring dapat mengeluarkan reaksi panik dan menyelamatkan diri secara tidak rasional yang dapat membahayakan dirinya.


Kesimpulan[sunting | sunting sumber]

Kegunaan alarm harus diimbangi dengan adanya pengawasan terhadap alarm palsu yang diakibatkan gagal sinyal untuk menghindari reaksi panik pada manusia. Penggunaan alarm harus ditempatkan pada tempat yang strategis sehingga dapat dengan cermat mendeteksi kemungkinan bahaya seakurat mungkin.


Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]


Lihat Juga[sunting | sunting sumber]