Alap-alap putih

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
?Alap-alap putih
Grey Goshawk Dayboro Apr02.JPG
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Falconiformes
(atau Accipitriformes, q.v.)

Famili: Accipitridae
Genus: Accipiter
Spesies: A. novaehollandiae
Nama binomial
Accipiter novaehollandiae
(Gmelin, 1788)

Alap-alap putih (Accipiter novaehollandiae) atau elang-alap kelabu merupakan spesies burung pemangsa berukuran sedang dari keluarga Accipitridae.


Descripsi[sunting | sunting sumber]

Seekor Alap-alap putih.

Alap-alap putih memiliki kepala dan punggung berwarna abu-abu pucat, ujung sayap gelap, dada dan ekor berwarna abu-abu dan bagian bawah berwarna putih. Burung ini merupakan satu satunya burung pemangsa di dunia yang sepenuhnya berwarna putih.[2]

Alap-alap putih memiliki tubuh berukuran 40–55 cm dengan bentangan sayap 70–110 cm. Burung betina jauh lebih besar dari burung jantan, dengan berat sekitar 680 gram, sedangkan burung jantan hanya sekitar 350 gram.

Habitat[sunting | sunting sumber]

Alap-alap putih banyak ditemukan di sepanjang pantai utara, timur dan selatan-timur Australia, Tasmania dan kadang-kadang Barat Australia, Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, Selandia Baru, Papua Barat dan Kepulauan Solomon.

Berburu[sunting | sunting sumber]

Alap-alap putih biasanya berburu mamalia seperti kelinci, posum dan kelelawar. Mereka juga memakan burung, reptil dan serangga.

Perburuan sering dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tapi kadang-kadang mereka mengejar mangsanya sebelum menangkap dengan cakarnya.

Berkembang biak[sunting | sunting sumber]

Alap-alap putih merupakan binatang monogami. Mereka berpasangan seumur hidup, berkembang biak dari bulan Juli sampai Desember. Mereka membuat sarang di pohon yang tinggi dengan menggunakan ranting pohon yang dilapisi dengan dedaunan. Burung betina akan bertelur 2 - 3 butir, dengan masa pengeraman sekitar 35 hari. Anak burung akan menjadi dewasa 35 - 40 hari setelah menetas.

Burung betina biasanya akan menghabiskan waktu untuk mengerami dan memberi makan anaknya, sedang burung jantan berburu.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]