Adhesi sel

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Adhesi sel adalah proses biologi di mana sel tunggal membentuk jaringan sel-sel di dalam tubuh seperti di urat dan pipa saluran darah (vaskulatur). Adhesi sel adalah penting untuk menetapkan morfologi sel, mitosis, pergerakan sel, agregasi sel di dalam tubuh. Proses dari adhesi sel mempunyai banyak peranan dalam penyakit yang berbeda termasuk, kanker, penyakit autoimmune (diabetes mellitus tipe 1, artritis, sklerosis multipel), dan trombosis. Sebagai contoh (lihat ilustrasi), sel yang normal dijangkar (adhesi) ke matriks ekstraselular dengan menggunakan reseptor-reseptor (protein) yang berada di permukaan sel. Reseptor-reseptor ini melekat ke protein-protein matriks ekstraseluar, seperti Fibronectin (Fn), Vitronectin (Vn), Fibrinogen (Fg), Laminin (Lm), dan Collagen (Cg). Reseptor di permukaan sel berasal dari family protein yang bernama Integrin. Secara kontras, sel kanker yang dalam melakukan metastasis tidak mempunyai sifat adhesi ke matriks ekstraselular, dan sel-sel kanker bisa bebas pindah ke bagian tubuh yang lain karena tidak melekat ke protein matriks ekstraselular (lihat ilustrasi). Adhesi sel juga berperan dalam proses pembekuan (agregasi) platelet di dalam darah (thrombosis). Proses ini di mulai dengan pengaktifan platelet yang menyebabkan reseptor gpIIb/III (family Integrin) mengubah stuktur dan berinteraksi dengan Fibrinogen yang berada di plasma. Karena Fibrinogen terdiri dari tiga rantai (alpha, beta, gamma) yang masing-masing mempunyai sekuen yang dikenal (Arg-Gly-Asp atau RGD) oleh reseptor gpIIb/IIIa, beberapa sel-sel platelet bisa lengket ke satu molekul fibrinogen. Reaksi rantai antara Fibrinogen dan platelet membentuk agregasi platelet yang bisa menyebabkan penyumbatan aliran darah di pipa saluran darah.

Jenis adhesi sel[sunting | sunting sumber]

Adhesi sel dimediasi oleh reseptor protein di permukaan sel yang berasal dari famili integrin, immunoglobulin, dan cadherin. Ada dua kategori dari adhesi sel:
(1) adhesi sel ke ekstraselular matrix protein seperti Fibronectin, Vitronectin, dll (seperti yang disebutkan diatas), dan
(2) adhesi sel ke sel-sel lain.
Adhesi sel bisa dengan sel yang sejenis (homotipik) dan sel yang berbeda jenis (heterotipik). Contoh adhesi sel yang sejenis (homotipik adhesi sel) bisa ditemukan di jaring sel di pipa saluran darah (vaskular endothelial) dan lapisan sel epithelium di intestin. Adhesi sel secara heterotipik bisa ditemukan pada interaksi sel T dengan sel presentasi antigen ataupun adhesi sel T ke vaskular endothelial.

Referensi dan Bacaan Lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Hynes R.O. and Zhao Q., "The evolution of cell adhesion," J. Cell Biol. 24:F89-96 (2000).[1]]
  • Ruoslahti E., "Fibronectin and its integrin receptors in cancer," Adv. Cancer. Res. 76:1-20 (1999). [2]”]
  • Arroyo A.G., Taverna D., Whittaker C.A., Strauch U.G., Bader B.L., Rayburn H., Crowley D., Parker C.M., and Hynes R.O., "In vivo roles of integrins during leukocyte development and traffic: Insights from the analysis of mice chimeric for alpha-5, alpha-v, and alpha-4 integrins," J. Immunol. 165:4667-4675 (2000).[3]]
  • Mizejewski G., "Role of integrins in cancer: Survey of expression pattern," Proc. Soc. Exp. Biol. Med. 222:124-13 (1999). “[4]”]