Achmad Bakrie
Achmad Bakrie (lahir di Kalianda, Lampung, 11 Juni 1916 – meninggal di Tokyo, Jepang, 15 Februari 1988 pada umur 71 tahun) adalah seorang pengusaha Indonesia.
Setelah tamat dari Hollandsche Inlandsche School (HIS), Atuk demikian panggilan akrab Achmad Bakrie langsung bekerja sebagai penjaja keliling di NV Van Gorkom, sebuah perusahaan dagang Belanda (1938). Meski hanya dua tahun di perusahaan tersebut, Achmad banyak mendapatkan pengalaman tentang organisasi modern. Setahun setelah menyelesaikan sekolah dagang Handelsinstituut Schoevers tahun 1940, Achmad membuka CV Bakrie & Brothers di Telukbetung. Perusahaannya berdagang karet, lada dan kopi. Di zaman pendudukan Jepang, perusahaannya sempat berganti nama menjadi Jasumi Shokai. Dalam perkembangannya, Bakrie & Brothers juga merambah industri pabrik pipa baja dan pabrik kawat. Di akhir 1950-an, Achmad mendirikan pabrik pengolahan karet mentah.
[sunting] Keluarga
Achmad Bakrie mempunyai empat anak:
- Aburizal Bakrie, menikah dengan Tatty Murnitriati
- Roosmania Odi Bakrie, menikah dengan Bangun Sarwito Kusmulyono
- Indra Usmansyah Bakrie, menikah dengan Gaby Djorgie
- Nirwan Dermawan Bakrie, menikah dengan Indira (Ike)
Salah satu ucapannya yang dikatakan kepada Aburizal Bakrie anaknya ketika mengetahui anaknya mengalami kerugian dalam usahanya adalah "Saya senang kamu gagal. Kau harus tahu arti kegagalan, agar nanti berhasil.".
[sunting] Lihat pula
- Aburizal Bakrie
- Anindya Bakrie
- [[Nirwan Bakr
[[Kategori:Tokoh dari Lampung Selatan]
