Yasadipura I

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Yosodipuro)
Langsung ke: navigasi, cari

Raden Ngabei Yasadipura Tus Pajang atau yang lebih terkenal dengan sebutan Yasadipura I (lahir: 1729 – wafat: 1802) adalah pujangga besar dari Kasunanan Surakarta yang hidup pada masa awal berdirinya kerajaan tersebut.

Riwayat Singkat[sunting | sunting sumber]

Nama aslinya adalah Bagus Banjar, putra Tumenggung Padmanegara bupati Pekalongan. Ayahnya ini masih keturunan Sultan Hadiwijaya raja Pajang. Sewaktu kecil Yasadipura I pernah berguru pada Kyai Honggomoyo, seorang ulama dari padepokan Magelang.

Yasadipura I menjabat sebagai pujangga pada masa pemerintahan Pakubuwana III, dan Pakubuwana IV. Tempat kediamannya disebut dengan nama Yasadipuran, yang kemudian diwariskan kepada putranya, yang bergelar Yasadipura II.

Yasadipura I meninggal dunia tahun 1802, yang juga merupakan tahun kelahiran cicitnya, bernama Ranggawarsita. Kelak, Ranggawarsita inilah yang mewarisi kepujanggaan Yasadipuran dari kakeknya, Yasadipura II.

Yasadipura I dimakamkan di daerah Pengging, sekitar 15 km di sebelah barat Surakarta.

Hasil Karya[sunting | sunting sumber]

Yasadipura I dianggap sebagai pujangga terbesar Pulau Jawa selama abad ke-18. Ia menghasilkan sejumlah karya sastra yang bernilai tinggi. Empat karyanya yang paling monumental berupa saduran dari karya sastra bahasa Jawa Kuna terkenal, yaitu:

Keempat naskah di atas digubah dalam bentuk syair macapat dengan bahasa Jawa baru. Beberapa baitnya masih sering dikumandangkan sebagai suluk oleh para dalang dalam pementasan wayang hingga sekarang.

Karya Yasadipura I lainnya adalah Serat Menak, berupa saduran dari Hikayat Amir Hamzah yang berbahasa Melayu. Kisah ini bercerita tentang kepahlawanan Hamzah bin Abdul-Muththalib paman Nabi Muhammad.

Selain itu, Yasadipura I juga menghasilkan dokumen sejarah yang teliti, berjudul Babad Giyanti, yaitu berkisah tentang pembelahan wilayah Kasunanan Surakarta tahun 1755 yang menandai lahirnya Kesultanan Yogyakarta. okkk

Kepustakaan[sunting | sunting sumber]

  • Andjar Any. 1980. Raden Ngabehi Ronggowarsito, Apa yang Terjadi? Semarang: Aneka Ilmu
  • M.C. Ricklefs. 1991. Sejarah Indonesia Modern (terj.). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press