Stasiun Jakarta Kota

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Stasiun Kota)
Langsung ke: navigasi, cari
Stasiun Jakarta Kota
Jakarta Kota Station.jpg
Jakartakotastasiun.jpg
Stasiun Jakarta Kota, halaman muka.
Letak
Provinsi DKI Jakarta
Kota Jakarta Barat
Kecamatan Taman Sari
Kelurahan Pinangsia
Alamat Jalan Stasiun Kota No. 1
Kode pos 11110
Koordinat geografis 6°08′15″LS 106°48′53″BT / 6,1375786°LS 106,8146342°BT / -6.1375786; 106.8146342
Sejarah
Tahun dibuka 1929
Nama sebelumnya Stasiun Batavia-Zuid, Batavia Centrum
Informasi lain
Operator Daerah Operasi I Jakarta
Kelas stasiun Besar A
Singkatan stasiun JAKK
Ketinggian ±4 m
Layanan KA Commuter Jabodetabek, Gaya Baru Malam, Serayu, Gumarang, Tegal Arum, Argo Parahyangan, Banten Ekspres, Patas Purwakarta, Majapahit, dan Tawang Jaya.
Tata letak stasiun

Stasiun Jakarta Kota (kode: JAKK), dikenal pula sebagai Stasiun Beos adalah stasiun kereta api terbesar di Indonesia yang berusia cukup tua di Kelurahan Pinangsia, Kota Tua Jakarta. Stasiun ini adalah satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan akhir), yang tidak memiliki kelanjutan jalur.

Keberadaannya pada saat ini diributkan karena hendak direnovasi dengan penambahan ruang komersial. Padahal, stasiun ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, selain bangunannya kuno, stasiun ini merupakan stasiun tujuan terakhir perjalanan. Seperti halnya Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut di Surabaya yang merupakan cagar budaya, namun terjadi renovasi yang dinilai kontroversial.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada masa lalu, karena terkenalnya stasiun ini, nama itu dijadikan sebuah acara oleh stasiun televisi swasta. Hanya saja mungkin hanya sedikit warga Jakarta yang tahu apa arti Beos yang ternyata memiliki banyak versi.

Yang pertama, Beos kependekan dari Bataviasche Ooster Spoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), sebuah perusahaan swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh. Versi lain, Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya, yang berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan Kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.[1]

Sebenarnya, masih ada nama lain untuk Stasiun Jakarta Kota ini yakni Batavia Zuid yang berarti Stasiun Batavia Selatan. Nama ini muncul karena pada akhir abad ke-19, Batavia sudah memiliki lebih dari dua stasiun kereta api. Satunya adalah Batavia Noord (Batavia Utara) yang terletak di sebelah selatan Museum Sejarah Jakarta sekarang. Batavia Noord pada awalnya merupakan milik perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg, dan merupakan terminus untuk jalur Batavia-Buitenzorg. Pada tahun 1913 jalur Batavia-Buitenzorg ini dijual kepada pemerintah Hindia Belanda dan dikelola oleh Staatsspoorwegen. Pada waktu itu kawasan Jatinegara dan Tanjung Priok belum termasuk gemeente Batavia.[1]

Stasiun Kota (1929). Foto koleksi Tropenmuseum, Amsterdam.

Batavia Zuid, awalnya dibangun sekitar tahun 1870, kemudian ditutup pada tahun 1926 untuk direnovasi menjadi bangunan yang kini ada. Selama stasiun ini dibangun, kereta api-kereta api menggunakan stasiun Batavia Noord. Sekitar 200 m dari stasiun yang ditutup ini dibangunlah Stasiun Jakarta Kota yang sekarang. Pembangunannya selesai pada 19 Agustus 1929 dan secara resmi digunakan pada 8 Oktober 1929. Acara peresmiannya dilakukan secara besar-besaran dengan penanaman kepala kerbau oleh Gubernur Jendral jhr. A.C.D. de Graeff yang berkuasa pada Hindia Belanda pada 1926-1931.[2]

Di balik kemegahan stasiun ini, tersebutlah nama seorang arsitek Belanda kelahiran Tulungagung 8 September 1882 yaitu Frans Johan Louwrens Ghijsels.[1] Bersama teman-temannya seperti Hein von Essen dan F. Stolts, lelaki yang menamatkan pendidikan arsitekturnya di Delft itu mendirikan biro arsitektur Algemeen Ingenieur Architectenbureau (AIA). Karya biro ini bisa dilihat dari gedung Departemen Perhubungan Laut di Medan Merdeka Timur, Rumah Sakit PELNI di Petamburan yang keduanya di Jakarta dan Rumah Sakit Panti Rapih di Yogyakarta.

Stasiun Beos merupakan karya besar Ghijsels yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yakni perpaduan antara struktur dan teknik modern barat dipadu dengan bentuk-bentuk tradisional setempat. Dengan balutan art deco yang kental, rancangan Ghijsels ini terkesan sederhana meski bercita rasa tinggi. Sesuai dengan filosofi Yunani Kuno, kesederhanaan adalah jalan terpendek menuju kecantikan.[1]

Masa kini[sunting | sunting sumber]

Stasun Jakarta Kota akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya melalui surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993. Walau masih berfungsi, di sana-sini terlihat sudut-sudut yang kurang terawat. Keberadaannya pun mulai terusik dengan adanya kabar mau dibangun mal di atas bangunan stasiun. Demikian pula kebersihannya yang kurang terawat, sampah beresrakan di rel-rel kereta. Selain itu, banyak orang yang tinggal di samping kiri kanan rel di dekat stasiun mengurangi nilai estetika stasiun kebanggaan ini. Kini Pihak KAI melalui Unit Pelestarian Benda dan bangunan bersejarah telah mulai menata stasiun bersejarah ini

Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Beberapa rangkaian kereta api komersil yang mengawali dan mengakhiri perjalanan di Stasiun Jakarta Kota

KRL yang mengakhiri dan mengawali perjalanan di Jakarta Kota dan Bekasi, Bogor, Depok dan Cikarang

Jadwal Kereta Api[sunting | sunting sumber]

Jadwal KA Stasiun Jakarta Kota (JAKK) sesuai GAPEKA 2014

No KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
71 Gumarang Jakarta Kota (JAKK) Eksekutif & Bisnis 02.21 -
215 Serayu Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 03.40 -
39 Gajayana Jakarta Kota (JAKK) Eksekutif Argo 04.45 -
22 Argo Parahyangan Bandung Hall (BD) Eksekutif Argo & Bisnis - 04.50
363 Lokal Cikampek Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 06.47 -
365 Lokal Cikampek Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 07.38 -
212 Serayu Purwokerto (PWT) Ekonomi AC - 07.40
361 Patas Purwakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 07.59 -
364 Lokal Purwakarta Purwakarta (PWK) Ekonomi AC - 09.45
185 Tegal Arum Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 11.21 -
33 Argo Parahyangan Jakarta Kota (JAKK) Eksekutif Argo & Bisnis 12.08 -
34 Argo Parahyangan Bandung Hall (BD) Eksekutif Argo & Bisnis - 12.50
366 Lokal Purwakarta Purwakarta (PWK) Ekonomi AC - 13.20
72 Gumarang Surabaya Pasarturi (SBI) Eksekutif & Bisnis - 15.30
367 Lokal Purwakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 15.58 -
186 Tegal Arum Tegal (TG) Ekonomi AC - 16.25
362 Patas Purwakarta Purwakarta (PWK) Ekonomi AC - 16.35
211 Serayu Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 16.57 -
40 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif Argo - 17.25
368 Lokal Cikampek Cikampek (CKP) Ekonomi AC - 17.55
369 Lokal Purwakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC 18.59 -
370 Lokal Cikampek Cikampek (CKP) Ekonomi AC - 19.50
216 Serayu Purwokerto (PWT) Ekonomi AC - 21.05
31 Argo Parahyangan Jakarta Kota (JAKK) Eksekutif Argo & Bisnis 23.25 -

Angkutan umum yang terhubung[sunting | sunting sumber]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Stasiun sebelumnya:
---
Jalur kereta api Jakarta Kota-Kampung Bandan Stasiun berikutnya:
Stasiun Kampung Bandan
Stasiun sebelumnya:
---
Jalur kereta api Jakarta Kota-Manggarai Stasiun berikutnya:
Stasiun Jayakarta
Stasiun sebelumnya:
---
Jalur kereta api Jakarta Kota-Ancol Stasiun berikutnya:
Stasiun Kampung Bandan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Majalah KA Edisi Agustus 2014
  2. ^ Stasiun Batavia Selatan Genap 80 Tahun Kompas.com 23 Oktober 2009, diakses 2 November 2011.

Koordinat: 6°08′15″LS 106°48′53″BT / 6,1375786°LS 106,8146342°BT / -6.1375786; 106.8146342