Setiawan Djodi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Setiawan Djodi
Setiawan Djodi.jpg
Biodata
Lahir 13 April 1949 (umur 65)
Asal Bendera Indonesia Indonesia
Pekerjaan Penyanyi, Pengusaha

K.P.H. Salahuddin Setiawan Djodi Nur Hadiningrat lebih dikenal sebagai Setiawan Djodi (lahir di Solo, 13 Maret 1949)[1] adalah seniman dan pengusaha. Anggota grup musik Kantata Takwa dan Swami, serta CEO Grup Setdco (antara lain membidangi perminyakan dan perkapalan) ini adalah MBA lulusan Universitas Wharton 1974 dan S-2 Filsafat dari Universitas California.

Biografi[sunting | sunting sumber]

Djodi yang lahir dan besar di Solo dikenal sebagai musisi kenamaan yang terkenal lewat grup musik SWAMI pada 1989, yang personelnya antara lain Iwan Fals, Sawung Jabo, Innisisri, Jockie Surjoprajogo, dan Totok Tewel. Tahun 1990, didukung musisi dari SWAMI ditambah dengan WS Rendra dan Kelompok Bengkel Teater juga Jockie, Djodi membentuk band baru lagi yang bernama Kantata Takwa. Vokalis utama tetap Iwan Fals. Kantata Takwa telah merilis album yang bertema kritis sosial dan politis. Album terakhirnya bersama Kantata Taqwa berjudul Opera Raksasa Biru, yang berbicara tentang pemanasan global.

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Pengusaha yang juga cucu pahlawan nasional Dr. Wahidin Sudirohusodo ini memiliki kisah hidup yang pelik. Perkawinannya yang ke dua dengan bintang model Sandy Harun, berakhir dengan perceraian, dengan berbuah anak perempuan Marimbi Djody Putri. Perceraian yang diwarnai isu perselingkuhan Sandy ini, juga menyeret nama anak mantan Presiden RI Soeharto, Tommy Soeharto yang diakui Sandy sebagai ayah dari Marimbi. Pernyataan Sandy kontan membuat Djodi meradang dan langsung menantang untuk melakukan tes DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) untuk membuktikan keabsahan 'status' anaknya itu. Hingga kini kasus itu pun belum pernah terdengar penyelesaiannya, meski Djodi sendiri pernah diperiksa selama satu setengah jam di Polda Metro Jaya.[2][3]

Diskografi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]