Masjid Tengkera Malaka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Masjid Tengkera Malaka
DC16505802 Masjid Tengkera Malaka.jpg

Masjid Tengkera Malaka

Letak Malaka, Malaysia
Afiliasi agama Islam
Deskripsi arsitektur
Jenis arsitektur Masjid
Spesifikasi

Masjid Tengkera merupakan sebuah masjid yang terletak di Tengkera dalam daerah Malaka Tengah, Malaka.

Dibangun dengan bentuk yang mirip dengan Masjid Kampung Keling dan Masjid Kampung Hulu Malaka. Masjid yang terletak di kawasan Malaka tengah ini sempat menjadi masjid utama di Malaka dengan nama Masjid Besar Tengkera. Sampai kemudian Masjid di Bukit Pala dibangun, menggantikan fungsi Masjid Tengkera sebagai masjid Utama. Masjid Tengkera sudah dijadikan sebagai bangunan cagar budaya oleh pemerintah Malaysia melalui akta cagar budaya 1976.

Masjid tengkera memiliki keunikan tersendiri dengan menara nya yang mirip sekali dengan pagoda Cina. Pengaruh reka bentuk bangunan masjid Jawa dan Sumatera sangat kental di masjid Tengkera sebagaimana Masjid Kampung Keling Malaka dan Masjid Kampung Hulu Malaka. Sementara seni arsitektur Cina menginspirasi bentuk Menara Masjid Tengkera, menjadikan Masjid ini sebagai sebuah perpaduan seni bangunan Nusantara dan Cina.

Di dalam komplek masjid ini terdapat makam Sultan Hussein Muhamad Shah, Penguasa Johor dan Singapura yang kemudian menandatangai penyerahan pulau Singapura kepada pemerintah Inggris yang diwakili oleh Thomas Stamford Raffles dengan Tumenggung Abdul Rahman pada 6 Februari 1819 yang menjadi awal lepasnya Singapura dari Kesultanan Johor.

Sejarah Pendirian Masjid Tengkera[sunting | sunting sumber]

Terdapat perbedaan perkiran tahun pembangunan Masjid Tengkera, Perbadanan Muzium Melaka (PERZIM) menyebutkan bahwa masjid Tengkera dibangun tahun 1750. Sumber lain menyebutkan bahwa masjid dibangun pada 1728., namun tahun manapun yang merupakan tahun pembangunan masjid, masjid ini merupakan salah satu masjid tua di Malaysia. Berdasarkan tahun pendirian yang terdapat di bangunan gerbang masjid, diperkirakan bangunan yang kini berdiri adalah bangunan yang dibangun kembali tahun 1780 M atau tahun 1226 Hijriah. Yang tersisa dari bangunan lama hanyalah bangunan menara masjid.

Masjid yang kita lihat saat ini adalah masjid dengan rancang bangun yang didasarkan pada bangunan Masjid Agung Demak di Pulau Jawa, Indonesia. Renovasi terhadap masjid dilakukan pada tahun 1820 dan 1910 dengan mengganti semua struktur kayu dengan bata dan semen dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya yang bernuansa jawa dan sumatera itu.

Arsitektur[sunting | sunting sumber]

Keunikan Masjid Tengkera ini terletak pada padu padan bentuk masjid masjid tua di tanah jawa dan sumatera terutama Masjid Agung Demak dengan budaya China pada menara tunggalnya yang dibangun terpisah dari bangunan utama masjid yang berbentuk sebuah Pagoda Cina. Bangunan utama masjid berbentuk kubus beratap limas bersusun tiga, ditopang oleh empat sokoguru menyangga struktur atap masjid. Bagian puncak bangunan utama dihias dengan ornamen dari batu laut berukir. Atap ketiga dari masjid ini sekaligus menjadi atap area teras masjid. Dinding masjid dibuat dari batu batu pualam.

Ruang sholat masjid ini sebagaimana masjid masjid di tanah jawa terdiri dari ruang sholat utama di dalam masjid dan teras beratap yang juga difungsikan sebagai tempat sholat. Lantai masjid di buat dari batu pualam dan batu granit, menghadirkan kesejukan alami di dalam dan di area teras masjid.

Unik nya reka bentuk Masjid Tengkera pada zaman itu yang memadukan budaya Indonesia dengan budaya Cina memberikan gambaran kedekatan antara dua bangsa serumpun antara Indonesia dan Malaysia serta kuatnya pengaruh budaya Cina. Masjid Tengkera yang didirikan pertama kali masih menggunakan atap daun nipah berdinding kayu dengan tiang tiang terbuat dari kayu bulian atau kayu ulin yang di datangkan dari Kalimantan, Indonesia.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]