Kewarnawarnian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Citra asli, dengan warna teredam nisbi (relatively muted colors)
Citra asli, dengan warna teredam nisbi (relatively muted colors)
Kemarakan L*C*h (CIELAB) ditingkatkan sebesar 50%
Kemarakan L*C*h (CIELAB) ditingkatkan sebesar 50%
Kepekatan HSL ditingkatkan sebesar 50%
Kepekatan HSL ditingkatkan sebesar 50%
Kebercahayaan CIELAB dipertahankan, dengan a* dan b* dihilangkan, untuk menghasilkan citra derajat kelabu (grayscale)
Kebercahayaan CIELAB dipertahankan, dengan a* dan b* dihilangkan, untuk menghasilkan citra derajat kelabu (grayscale)

Dalam bidang penarafan warna (colorimetry) dan asas-dasar warna, istilah kewarnawarnian (colorfulness), kemarakan (chroma), dan kepekatan (saturation) saling berhubungan dengan satu sama lain; akan tetapi, perbedaan muncul saat dibandingkan dengan keamatan tercerap (perceived intensity) warna tertentu:

  • Kewarnawarnian merujuk pada mutu perbedaan (degree of difference) suatu warna dengan kelabu.
  • Kemarakan merujuk pada kewarnawarnian warna yang dapat dibandingkan dengan kecerahan (brightness) warna lain yang tampak putih dalam ruang pandang yang serupa.
  • Kepekatan merujuk pada kewarnawarnian warna yang dapat dibandingkan dengan kecerahan warna sendiri.[1]

Meskipun anggitan awam ini sangat mudah untuk dimengerti, istilah-istilah seperti kemarakan (chroma), kepekatan (saturation), kemurnian (purity), dan keamatan (intensity) seringkali tidak digunakan secara tepat, dan bahkan istilah yang sudah berpengartian sangat jelas, bergantung penuh pada acuan warna tertentu yang digunakan.

Kepekatan[sunting | sunting sumber]

Derajat kepekatan (0% paling bawah, sesuai dengan warna hitam dan putih).

Kepekatan merupakan salah satu dari tiga koordinat dalam ruang warna HSL dan HSV. Perhatikan bahwa hampir semua perangkat lunak komputer menerapkan ruang warna tersebut menggunakan hampiran kasar (rough approximation) untuk menentukan nilai yang disebut "kepekatan".

Kepekatan dari sebuah warna bergantung pada gabungan dari keamatan cahaya dan seberapa banyak cahaya itu tersebar pada spektrum riak-gelombang (wavelength) yang berbeda-beda. Warna yang paling murni (paling pekat) dicapai dengan menggunakan satu riak-gelombang dengan keamatan tinggi, seperti cahaya laser. Jika keamatan itu turun, maka kepekatan akan turun pula. Untuk mengawapekatkan (desaturate) warna yang diberikan sehubungan dengan acuan warna pengurangan (subtractive color model) seperti cat air, seseorang dapat menambahkan putih, hitam, kelabu, atau rona pelengkapnya (hue's complement).

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Mark D. Fairchild. "Color Appearance Models: CIECAM02 and Beyond". Salindia dari suatu penataran di Muktamar Pencitraan Warna yang ke-12 IS&T/SID. 9 November 2004. Diakses 19 September 2007.