Benaya bin Yoyada

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Benaya (bahasa Ibrani: בניהו, "Yahweh membangun"; bahasa Inggris: Benaiah[1]) bin Yoyada adalah seorang panglima tentara Israel pada zaman raja Daud menurut catatan Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia berasal dari Kabzeel,[2] salah satu kota suku Yehuda yang paling ujung, dekat batas tanah Edom di Tanah Negeb.[3] Ayahnya bernama Yoyada, dikatakan sebagai seorang yang gagah perkasa,[2] tetapi juga disebut menjabat sebagai imam kepala.[4]

Prestasi[sunting | sunting sumber]

Benaya dikatakan sebagai anak seorang yang gagah perkasa, yang besar jasanya. Sejumlah prestasinya:[5]

  • Menewaskan kedua pahlawan besar dari Moab.
  • Pernah turun ke dalam lobang dan membunuh seekor singa pada suatu hari bersalju.
  • Membunuh seorang Mesir, seorang yang tinggi perawakannya; di tangan orang Mesir itu ada tombak, tetapi ia mendatanginya dengan tongkat, merampas tombak itu dari tangan orang Mesir itu, lalu membunuh orang itu dengan tombaknya sendiri.

Jabatan[sunting | sunting sumber]

  • Benaya bin Yoyada mendapat nama di antara ketiga puluh pahlawan utama Daud meskipun tidak dapat menyamai triwira. Di antara ketiga puluh orang itu ia paling dihormati, [6] bahkan kemudian dicatat mengepalai ketiga puluh orang itu.[7]
  • Benaya bin Yoyada menjadi kepala atas orang Kreti dan orang Pleti.[8]
  • Kemudian Daud mengangkat dia mengepalai pengawalnya.[9]
  • Selanjutnya Daud mengangkatnya sebagai satu dari 12 kepala puak yaitu kepala rombongan yang membawahi para panglima pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pengatur yang melayani raja dalam segala hal mengenai rombongan orang-orang yang bertugas dan libur, bulan demi bulan, sepanjang tahun. Setiap rombongan berjumlah 24000 orang.[10] Benaya menjadi panglima yang ketiga untuk bulan yang ketiga,[4] tetapi yang memegang pimpinan rombongannya ialah Amizabad, anaknya.[7]
  • Raja Salomo mengangkat Benaya bin Yoyada menggantikan Yoab menjadi kepala tentara/panglima.[11]

Penobatan raja Salomo[sunting | sunting sumber]

Bersama imam Zadok dan nabi Natan, Benaya setia terhadap raja Daud pada waktu Adonia, putra Daud, mengangkat dirinya menjadi raja, dengan dukungan imam Abyatar dan panglima Yoab.[12] Mereka bertiga tidak diundang dalam acara penobatan Adonia.[13] Raja Daud memberi Benaya, Zadok dan Natan tugas khusus:

"Bawalah para pegawai tuanmu ini, naikkan anakku Salomo ke atas bagal betina kendaraanku sendiri, dan bawa dia ke Gihon. Imam Zadok dan nabi Natan harus mengurapi dia di sana menjadi raja atas Israel; kemudian kamu meniup sangkakala dan berseru: 'Hidup raja Salomo!' Sesudah itu kamu berjalan pulang dengan mengiring dia; lalu ia akan masuk dan duduk di atas takhtaku, sebab dialah yang harus naik takhta menggantikan aku, dan dialah yang kutunjuk menjadi raja atas Israel dan Yehuda."[14]

Lalu Benaya bin Yoyada menjawab raja:

"Amin! Demikianlah kiranya firman TUHAN, Allah tuanku raja! Seperti TUHAN menyertai tuanku raja, demikianlah kiranya Ia menyertai Salomo; semoga Ia membuat takhta Salomo lebih agung dari takhta tuanku raja Daud."[15]

Lalu pergilah imam Zadok, nabi Natan dan Benaya bin Yoyada, dengan orang Kreti dan orang Pleti, mereka menaikkan Salomo ke atas bagal betina raja Daud dan membawanya ke Gihon. Imam Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru: "Hidup raja Salomo!" Sesudah itu seluruh rakyat berjalan di belakangnya sambil membunyikan suling dan sambil bersukaria ramai-ramai, sampai seakan-akan bumi terbelah oleh suara mereka.[16]

Hal itu kedengaran kepada Adonia dan kepada semua undangan yang bersama-sama dengan dia, ketika mereka baru habis makan. Ketika Yoab mendengar bunyi sangkakala itu, ia berkata: "Apakah sebabnya kota begitu ribut?" Selagi ia berbicara, datanglah Yonatan anak imam Abyatar memberitahukan kejadian pengurapan Salomo tersebut dan bahwa "Salomo sekarang duduk di atas takhta kerajaan; juga pegawai-pegawai raja telah datang mengucap selamat kepada tuan kita raja Daud, dengan berkata: Kiranya Allahmu membuat nama Salomo lebih masyhur dari pada namamu dan takhtanya lebih agung dari pada takhtamu. Dan rajapun telah sujud menyembah di atas tempat tidurnya, dan beginilah katanya: Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang pada hari ini telah memberi seorang duduk di atas takhtaku yang aku sendiri masih boleh saksikan." Maka semua undangan Adonia itu terkejut, lalu bangkit dan masing-masing pergi menurut jalannya.[17]

Setelah Daud mati, Benaya bin Yoyada menjadi orang kepercayaan raja Salomo. Atas perintah Salomo ia memancung Adonia[18], Yoab[19] (kemudian diangkat menjadi kepala tentara menggantikan Yoab) dan Simei,[20] sanak raja Saul yang pernah mengutuki Daud sewaktu melarikan diri dari Absalom.

Nama[sunting | sunting sumber]

Bagian pertama nama Ibrani "Benaya" berasal dari kata kerja "bana" yang artinya "membangun". Namun juga dekat dengan kata benda ben, yang berarti "putra; anak laki-laki".[21] Nama ini muncul 40 kali dalam Alkitab bahasa Indonesia versi Terjemahan Baru tetapi selain Benaya bin Yoyada yang dicatat paling banyak, juga menyebut orang-orang lain.

Orang dengan nama yang sama[sunting | sunting sumber]

  • Benaya orang Piraton, dari suku Efraim. Ia mengepalai 24000 pasukan dan bertanggungjawab untuk bulan ke-11 pada pemerintahan Daud.[22]
  • Benaya ayah Yoyada yang menjadi penasihat Daud yang menggantikan Ahitofel.[23]
  • Benaya, seorang imam keturunan suku Lewi yang termasuk rombongan penyanyi dan pemain musik di Bait Suci dari tingkat kedua pada zaman raja Daud.[24] Salah satu dari 8 orang yang harus memainkan gambus yang tinggi nadanya pada waktu Tabut Perjanjian Allah dipindahkan ke Yerusalem.[25] Setelah tabut berada di Yerusalem, Benaya termasuk dari orang Lewi yang diangkat Daud sebagai pelayan di hadapan tabut TUHAN untuk memasyhurkan TUHAN, Allah Israel dan menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi-Nya.[26] Di bawah pimpinan Asaf bin Berekhya Benaya termasuk ke dalam 8 orang yang memainkan gambus dan kecapi.[27] Selain itu ia beserta Yahaziel selalu harus meniup nafiri di hadapan Tabut Perjanjian Allah.[28]
  • Benaya ayah Pelaca yaitu salah satu pemimpin-pemimpin bangsa di Kerajaan Yehuda pada zaman raja Zedekia yang dilihat oleh nabi Yehezkiel dalam suatu penglihatan,[29] dan mati selagi Yehezkiel bernubuat.[30]
  • Benaya dari suku Simeon.[31]
  • Benaya bin Matanya, seorang Lewi dari bani Asaf, kakek Yahaziel bin Zakharia bin Benaya yang dihinggapi Roh TUHAN di tengah-tengah jemaah untuk bernubuat pada zaman raja Yosafat dari Kerajaan Yehuda.[32]
  • Benaya dari bani Bani (Ezra 10:25), salah satu kaum imam yang pulang dari pembuangan yang memperisteri perempuan asing
  • Benaya dari bani Nebo (Ezra 10:43), salah satu kaum imam yang pulang dari pembuangan yang memperisteri perempuan asing
  • Benaya dari bani Pahat-Moab (Ezra 10:30), salah satu kaum imam yang pulang dari pembuangan yang memperisteri perempuan asing
  • Benaya dari bani Paros (Ezra 10:25), salah satu kaum imam yang pulang dari pembuangan yang memperisteri perempuan asing

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]