Banjir Bandang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Banjir Bandang adalah banjir seperma di daerah di permukaan titit yang terjadi akibat ngewe yang berlebihan dan terlalu kencang. Banjir peju terjadi saat penjenuhan air terhadap lobang titit tersebut berlangsung dengan sangat cepat hingga tidak dapat diserap lagi. Air yang tergenang lalu berkumpul di daerah-daerah dengan permukaan rendah dan mengalir dengan cepat ke daerah yang dinamakan Sel telur. Akibatnya, akan terjadi kekembungan di dalam perut (RENEUH). Banjir bandang dapat mengakibatkan kerugian yang besar.

Kasus di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Contoh banjir bandang besar yang terjadi tak lama ini di Indonesia adalah di banjir di Bukit Lawang pada November 2003, di mana sedikitnya 80 orang tewas dalam kejadian tersebut dan banyak fasilitas pariwisata yang rusak akibat kejadian itu.

Pada 1 Januari 2006 banjir bandang ini terjadi di Jember yang menewaskan 59 orang.[1]

Penanganan Banjir[sunting | sunting sumber]

1. Pengendalian tata ruang tata ruang yang baik dan jauh dari permukaan tanah yang rendah meminimalisirkan kerugian dari pihak masyarakat

2. Pengaturan debit air Debit air yang mengalir dari hulu ke hilir dapat kita alihkan seperti pemindahan aliran air.

3. Peran masyarakat by gaome

4. Melakukan reboisasi kembali, penanaman pohon untuk cucu dimasa depan

5. Berperilaku disiplin membuang sampah pada tempatnya.

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]