Lompat ke isi

Teori pompa Sahara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bukti dari periode basah Afrika beserta faunanya dapat ditemukan dalam wujud lukisan gua. Lukisan di gambar ditemukan di Tassili, Sahara Tengah.

Teori pompa Sahara adalah sebuah hipotesis yang menjelaskan bagaimana flora dan fauna bermigrasi diantara Eurasia dan Afrika melalui jembatan darat di wilayah Levant. Hipotesis ini mengemukakan bahwa pernah terjadinya periode kaya akan curah hujan yang panjang, yang berlangsung selama ribuan tahun (periode pluvial) di Afrika, yang diasosiasikan dengan "fase Sahara hijau", yang mana pada saat itu Afrika memiliki lebih banyak danau besar dan sungai.[1] Hal ini merubah flora dan fauna di area tersebut. Migrasi pada koridor sungai berhenti pada, selama fase gurun dari 1.8 hingga 0.8 juta tahun lalu, saat sungai Nil mengering[butuh klarifikasi][2][3] dan kemungkinan hanya mengalir sementara pada beberapa periode[4] karena adanya kenaikan kerak (Pembengkakan Nubia) di wilayah Sungai Nil.

Mekanisme

[sunting | sunting sumber]

Selama periode Afrika basah, Sahara dan Arabia menjadi sebuah padang rumput sabana, dan flora serta fauna Afrika menjadi lebih umum dijumpai.[5][sumber tepercaya?] Masa basah ini diselingi oleh periode kering inter-pluvial, yang dimana area Sahara kembali menjadi gurun, umumnya karena hasil dari bergerak menjauhnya Monsun Afrika Barat ke selatan. Pada saat itu, tingkat penguapan melebihi curah hujan, sehingga ketinggian air danau seperti pada Danau Chad menurun, sementara sungai menjadi wadi kering. Flora dan fauna yang sebelumnya ditemukan secara luas "mundur" ke Pegunungan Atlas di utara, Afrika Barat di selatan atau Lembah Nil di timur. Lalu dari sana ke Dataran Tinggi Etiopia dan Kenya di tenggara, atau menyebrangi Sinai hingga ke Asia ke utara. Hal tersebut memisahkan populasi di area dengan iklim yang berbeda, yang memaksa mereka untuk beradaptasi, kemungkinan mengarah kepada Spesiasi alopatrik.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. ^ van Zinderen-Bakker E. M. (1962-04-14). "A Late-Glacial and Post-Glacial Climatic Correlation between East Africa and Europe". Nature. 194 (4824): 201–203. Bibcode:1962Natur.194..201V. doi:10.1038/194201a0. 
  2. ^ "Structural Controls Of The Egyptian Nile". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2010-08-31. Diakses tanggal 2009-06-27. 
  3. ^ Lansbery, Leslie (2011). Geological and geomorphological evolution of the Egyptian Nile between Aswan and Kom Ombo: A remote sensing and field study approach (Tesis MS). Missouri University of Science and Technology. https://scholarsmine.mst.edu/masters_theses/4120/. 
  4. ^ Williams, Martin A.J.; Talbot, Michael R. (2009). "Late Quaternary Environments in the Nile Basin". The Nile. Monographiae Biologicae. 89. hlm. 61–72. doi:10.1007/978-1-4020-9726-3_4. ISBN 978-1-4020-9725-6. 
  5. ^ Walker, Stephen (8 October 2013). "Gilf Kebir". Orbit: Earth's Extraordinary Journey. Diakses tanggal 20 December 2013.