Lompat ke isi

Zainal Abidin Ahmad

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Zainal Abidin Ahmad
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
26 Maret 1956  5 Juli 1959
Menjabat bersama Zainul Arifin Pohan dan Arudji Kartawinata
KetuaSartono
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Masa jabatan
21 Agustus 1950  24 Juni 1960
PresidenSukarno
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat
Masa jabatan
17 Februari 1950  16 Agustus 1950
PresidenSukarno
Daerah pemilihanRepublik Indonesia
Anggota Konstituante
Masa jabatan
9 November 1956  5 Juli 1959
PresidenSukarno
Informasi pribadi
Lahir1 April 1911
Solok, Sumatera Barat,  Hindia Belanda
Meninggal26 April 1983 (umur 72)
Partai politik  Masyumi
ProfesiGuru, wartawan, politisi
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Zainal Abidin Ahmad[1][2] (11 April 1911  26 April 1983)[3] atau ZA Ahmad adalah wartawan, penulis, dan politikus Indonesia yang berasal dari Sulik Aia, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Ia pernah menjadi redaktur surat kabar Pandji Islam[4][5] yang bermarkas di Medan, Sumatera Utara.[6]

Di kancah politik, ia aktif di Masyumi dan duduk sebagai anggota Konstituante RI (1955–1959) dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (1950-1960). Ia juga pernah mengajar dan menjadi Dekan Fakultas Politik Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta.

ZA Ahmad menempuh pendidikan dasarnya di kampungnya di sekolah Belanda, Hollandsch Inlandsche School (HIS). Lalu, ia melanjutkan pendidikan menengahnya di Sumatera Thawalib, Padang Panjang. Ia sebetulnya ingin masuk sekolah Belanda lagi tapi ditolak karena masalah diskriminasi. Ia dikenal cerdas. Saat sekolah dasar ia langsung ditempatkan di kelas 2 dan selalu ranking 1.[7]

Bercita-cita menjadi seorang guru, ZA Ahmad awalnya sempat mengajar sebentar untuk almamaternya, Sumatera Thawalib. Akan tetapi pada saat itu pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar. Karena hal tersebut, ia menggeluti bidang kewartawanan.[4]

Zainal Abidin Achmad, 1954

Di dunia jurnalistik, ZA Ahmad aktif di Pandji Islam yang berbasis di Medan. Ia duduk di dewan redaksi majalah tersebut sejak 1937 sampai 1942. Pada masa pendudukan Jepang, ia menjadi pemimpin surat kabar Fajar Asia dan anggota redaksi surat kabar Berita Malai, keduanya berbasis di Singapura.

Ketertarikannya dalam organisasi mengantarkan Zainal Abidin Ahmad menjadi ketua umum Masyumi seluruh Sumatra.[4] Kemudian, ia terpilih sebagai aggota Konstituante RI (1956–1959).[6]

Dari tahun 1931 sampai 1935, ia mendapat kesempatan untuk memimpin Permi (Persatuan Muslimin Indonesia) di Padang dan Medan. Dua tahun kemudian, ia mendirikan suatu organisasi bagi para sesama wartawan yang ingin berfokus pada perjuangan Islam.

  1. https://books.google.co.id/books?id=vs79HAAACAAJ&dq=zainal+abidin+ahmad&hl=en&sa=X&redir_esc=y
  2. https://books.google.co.id/books?id=FwPrHAAACAAJ&dq=zainal+abidin+ahmad&hl=en&sa=X&redir_esc=y
  3. http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/jipp/article/download/ASSF/1380
  4. 1 2 3 Shadily, Hassan (1984). Ensiklopedi Indonesia. Ichtiar Baru - Van Hoeve.
  5. https://books.google.co.id/books?id=7tEDwWKYLNUC&q=zainal+abidin+ahmad&dq=zainal+abidin+ahmad&hl=en&sa=X&redir_esc=y
  6. 1 2 Noer, Deliar. Mohammad Hatta:Hati Nurani Bangsa. Jakarta: Penerbit Kompas. hlm. 50–51. ISBN 978-979-709-633-5.
  7. Masha, Nasihin (Rabu 02 Jan 2019). "Zainal Abidin Ahmad dan Gagasan Negara Islam". Republika Online.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]