Z.A. Maulani

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Z.A. Maulani
Pangdam VI-Mulawarman ZA. Maulani.jpg
[[Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara]] 10
Masa jabatan
21 Mei 1998 – 1999
PresidenB. J. Habibie
PendahuluMoetojib
PenggantiArie J. Kumaat
Informasi pribadi
Lahir(1939-01-06)6 Januari 1939
Bendera Belanda Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan
Meninggal dunia5 April 2005(2005-04-05) (umur 66)
Bendera Indonesia Jakarta
Dinas militer
Dinas/cabangLambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
PangkatPdu letjendtni komando.png Letnan Jenderal TNI
SatuanInfanteri

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Zaini Azhar Maulani (lahir di Marabahan, Barito Kuala, Kalimantan Selatan, 6 Januari 1939 – meninggal di Jakarta, 5 April 2005 pada umur 66 tahun) adalah tokoh militer Indonesia dan Kepala Badan Intelijen Negara pada Kabinet Reformasi Pembangunan (September 1998-20 November 1999).

Maulani lulus dari Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang pada tahun 1961 dan kemudian dari Command and General Staff College, Quetta, Pakistan pada tahun 1971 dan Lemhanas tahun 1982.

Karier Militer[sunting | sunting sumber]

Karier Maulani lebih banyak dihabiskan di dunia militer, diawali sebagai Komandan Peleton, Kompi I, Batalyon 145/Sriwijaya. Dia lalu menjadi Panglima Kodam VI Tanjungpura tahun 1988-1991. Dari Kodam Tanjungpura dia kemudian menjabat Sekretaris Jenderal Departemen Transmigrasi pada tahun 1991-1995. Maulani lalu menjadi staf ahli Menristek/BPPT pada tahun 1995-1998. Selain itu, Z.A. Maulani juga adalah penulis soal militer, intelijen dan gerakan Islam. Dia juga pernah menjadi aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII). Seusai jabatannya sebagai Kepala Badan Koordinasi Intelijen Negara pada tahun 1999, Maulani lebih banyak menganalisis politik dalam negeri. Dalam kehidupan sosial, Dia juga termasuk salah satu pencetus berdirinya Perkumpulan Alumni Pelajar Islam Indonesia dimana dia menjadi Ketua Umum Pertama Pengurus Pusat Perhimpunan Keluarga Besar Pelajar Islam Indonesia (PII). Dia juga rajin memberikan ceramah dan menjadi narasumber dalam kegiatan sehari harinya.

Dia meninggalkan seorang istri, enam anak dan 19 cucu.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]