Yoyoh Yusroh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Hj. Yoyoh Yusroh
Hj. Yoyoh Yusroh.jpg
Lahir 14 November 1962
Bendera Indonesia Tangerang, Jawa Barat
Meninggal 21 Mei 2011
Bendera Indonesia Tol Kanci
Kebangsaan Bendera Indonesia Indonesia
Agama Islam

Hj. Yoyoh Yusroh (lahir 14 November 1962 – meninggal 21 Mei 2011 pada umur 48 tahun) merupakan tokoh wanita Indonesia dan politisi senior Partai Keadilan Sejahtera. Ia lahir di Tangerang pada 14 November 1962.[1] Ia menikah dengan Budi Dharmawan dan dikaruniani 13 orang anak. Ia meninggal pada hari Sabtu tanggal 21 Mei 2011 setelah mengalami kecelakaan di Tol Kanci dalam perjalanan dari Yogyakarta ke Jakarta. Sebelumnya, di Yogyakarta ia menghadiri wisuda anaknya yang kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.[2][3]

Pendidikan[1][sunting | sunting sumber]

Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

Pengalaman Organisasi[sunting | sunting sumber]

Aktivitas Politik[sunting | sunting sumber]

Ia merupakan salah satu dari 5 wanita di antara 50 pendiri Partai Keadilan (PK) yang sekarang menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di awal, ia menjadi Ketua Departemen Kewanitaan PK perdana selama satu tahun. Kemudian, ia mengundurkan diri dan menjadi anggota Majelis Pertimbangan Partai.[4] Ia merupakan anggota DPR RI dari tahun 2003 berdasarkan Pergantian Antar Waktu (PAW) hingga ajal menjemputnya. Pada periode pertama (2003-2004), ia ditempatkan di Komisi VII DPR RI. Pada periode kedua (2004-2009), ia ditempatkan di Komisi VIII DPR RI dan menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi. Sedangkan di periode ketiga (2009-2011) ia ditempatkan di Komisi I DPR RI hingga ia meninggal dunia.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b [1], Profil Anggota DPR RI 2004-2009 - VivaNews
  2. ^ [2], Anggota DPR Yoyoh Yusroh Meninggal Dunia - Kompas.com 21 Mei 2011
  3. ^ [3], Yoyoh Yusroh Dimakamkan Di Tangerang - AntaraNews.com 21 Mei 2011
  4. ^ [4], Yoyoh Yusroh Salah Satu Pendiri PKS Mempunyai 13 Anak - FaithFreedom.org 19 Oktober 2008