Yesaya 7

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
pasal 6       Yesaya 7       pasal 8
Great Isaiah Scroll - Dead Sea Scrolls

Gulungan Besar Kitab Yesaya, yang memuat lengkap seluruh Kitab Yesaya, dibuat pada abad ke-2 SM, diketemukan di gua 1, Qumran, pada tahun 1947.
Kitab: Kitab Yesaya
Bagian Alkitab: Perjanjian Lama
Kitab ke- 23
Kategori: Nevi'im

Yesaya 7 (disingkat Yes 7) adalah bagian dari Kitab Yesaya dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[1] Berisi Firman Allah yang disampaikan oleh nabi Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem. Nabi ini hidup pada zaman raja Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia dari Kerajaan Yehuda sekitar abad ke-8 SM.[2][3]

Teks[sunting | sunting sumber]

  • Naskah aslinya ditulis dalam bahasa Ibrani.
  • Gulungan Besar Kitab Yesaya (the Great Isaiah Scroll'), yang berisikan Kitab Yesaya lengkap, ditemukan dalam gua Qumran dekat Laut Mati dan menurut analisa radioaktif berasal dari abad ke-2 SM, memuat lengkap pasal ini.[4]
  • Pasal ini dibagi atas 25 ayat, diawali dengan keterangan bahwa Firman Tuhan ini disampaikan oleh Yesaya dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda ketika Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju menyerang Yerusalem (Yesaya 7:1). Pada waktu itu Tiglat-Pileser III memerintah sebagai raja Asyur. Peristiwa ini terjadi sekitar tahun 735/734 SM. Raja Ahas diberi tahu oleh Yesaya agar percaya Allah untuk kelepasan. Namun Ahas menolak untuk menerima tawaran Allah akan sebuah tanda ajaib, ia malah meminta bantuan Asyur (lihat 2 Raja-raja 16:5-18; 2 Tawarikh 28:16-21). Sekalipun demikian Allah tetap memberi tanda kepada seluruh rumah Daud ini—lahirnya Imanuel (Yesaya 7:13-17). Walaupun serbuan Aram-Israel akan gagal, Allah kelak akan mengirim orang Asyur dan Babel untuk menghancurkan negeri itu.[5]

Naskah sumber utama[sunting | sunting sumber]

Ayat 1[sunting | sunting sumber]

Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.[7]

Referensi silang: 2 Raja-raja 16:5; Matius 1:9

Ayat 3[sunting | sunting sumber]

Berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya: "Baiklah engkau keluar menemui Ahas, engkau dan Syear Yasyub, anakmu laki-laki, ke ujung saluran kolam atas, ke jalan raya pada Padang Tukang Penatu,"[8]

Kolam atas ini menurut arkeolog adalah kolam Betesda pada zaman Yesus Kristus. Nama putra sulung Yesaya berarti "kaum sisa akan kembali." Nama ini menyoroti maksud Allah untuk memelihara kaum sisa yang setia untuk melaksanakan rencana keselamatan-Nya (bandingkan Yesaya 11:11-12,16; 37:4,31).[5]

Ayat 14[sunting | sunting sumber]

Terjemahan Baru

"Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel."[9]
Naskah Yesaya 7:14 dari Gulungan Besar Kitab Yesaya dari abad ke-2 SM.

Ayat 14 bahasa Ibrani[sunting | sunting sumber]

Teks Masoret (abad ke-10 M) dan Gulungan Besar Kitab Yesaya (abad ke-2 SM)

לָכֵן יִתֵּן אֲדֹנָי הוּא לָכֶם אוֹת הִנֵּה הָעַלְמָה הָרָה וְיֹלֶדֶת בֵּן וְקָרָאת שְׁמוֹ עִמָּנוּאֵל

Transliterasi

"lā·ḵên yitên ’ă·ḏō·nāy hū lā·ḵem o·wt: hinneh hā·‘al·māh hā·rāh wə·yō·le·ḏeṯ bên, wə·qā·rāṯ syem-o imanuel"

Tradisi Kristen[sunting | sunting sumber]

Yesaya 7:14 "Seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel"

Penggenapan: tertulis dalam Injil Matius pasal 1:22-23:

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita.[10]

Ayat 19[sunting | sunting sumber]

"Dan semuanya akan datang hinggap di lembah-lembah yang terjal dan di celah-celah bukit-bukit batu, di segala pagar duri dan di segala tanah penggembalaan."[11]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857
  2. ^ Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
  3. ^ (Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2, Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431
  4. ^ Timothy A. J. Jull; Douglas J. Donahue; Magen Broshi; Emanuel Tov (1995). "Radiocarbon Dating of Scrolls and Linen Fragments from the Judean Desert". Radiocarbon. 37 (1): 14. Diakses tanggal 26 November 2014. 
  5. ^ a b The Full Life Study Bible. Life Publishers International. 1992. Teks Penuntun edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Gandum Mas. 1993, 1994.
  6. ^ a b c d e f Dead sea scrolls - Isaiah
  7. ^ Yesaya 7:1
  8. ^ Yesaya 7:3
  9. ^ Yesaya 7:14
  10. ^ Matius 1:22-23
  11. ^ Yesaya 7:19

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]