Words on Bathroom Walls
| Words on Bathroom Walls | |
|---|---|
Poster rilis teatrikal | |
| Sutradara | Thor Freudenthal |
| Produser |
|
| Skenario | Nick Naveda |
Berdasarkan | Words on Bathroom Walls oleh Julia Walton |
| Pemeran | |
| Penata musik |
|
| Sinematografer | Michael Goi |
| Penyunting | Peter McNulty |
Perusahaan produksi | LD Entertainment |
| Distributor |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 111 menit |
| Negara | Amerika Serikat |
| Bahasa | Inggris |
| Anggaran | $9.3 juta[1] |
Pendapatan kotor | $3.1 juta[2] |
Words on Bathroom Walls adalah film romantis remaja Amerika Serikat tahun 2020 yang disutradarai oleh Thor Freudenthal dan ditulis oleh Nick Naveda, berdasarkan novel berjudul yang sama karya Julia Walton. Film ini dibintangi oleh Charlie Plummer, Andy García, Taylor Russell, AnnaSophia Robb, Beth Grant, Molly Parker dan Walton Goggins.
Words on Bathroom Walls dirilis pada 21 Agustus 2020, oleh Roadside Attractions dan LD Entertainment.
Sinopsis
[sunting | sunting sumber]Setelah mengalami gangguan psikotik menyebabkan secara tidak sengaja membakar lengan teman seklasnya, siswa kelas 1 SMA Adam Petrazelli kemudian didiagnosis menderita skizofrenia. Awalnya, ia mengobati diri sendiri dengan berfokus secara intens pada memasak, yang membuatnya tengan. Gejalanya – terutama halusinasi tiga orang – memburuk hingga ia menjalani uji coba narkoba. Di saat-saat yang menegangkan, tiga "pengunjung" rutinnya adalah Rebecca, seorang hippie Zaman Baru; Joaquin, sahabatnya yang cabul; dan "The Bodyguards" yang terlalu protektif dan seringkali kasar; serta suara mengancam "gelap" yang mewakili ketakutan Adam akan hal yang tidak diketahui.
Adam pindah ke Sekolah Katolik St. Agatha. Di sana, ia bertemu Maya Arnaz, seorang gadis yang bersemangat dan cerdas serta lulusan terbaik di kelasnya. Adam meminta Maya untuk menjadi tutornya dan mendapati Maya membantunya merasa lebih baik, sehingga ia minum obat barunya secara teratur. Hal ini mengurangi halusinasinya, dengan satu-satunya efek samping berupa kedutan otot. Ia menaruh minat romantis pada Maya dan keduanya menjadi dekat, tetapi ia tidak mengungkapkan kondisinya kepada Maya karena takut akan stigmatisasi. Adam juga mulai secara teratur curhat kepada Pendeta Patrick, pendeta sekolah yang simpatik, tentang ketakuan dan kecemasannya.
Ketika Maya tidak muncul di sesi bimbingan belajar, Adam mengunjungi rumahnya. Ia menemukan bahwa keluarga Maya sedang kesulitan keuangan, dan ia merasa malu dan marah atas kunjungan mendadak Adam. Setelah Maya menyadari bahwa Adam tidak peduli dengan latar belakangnya, ia terus menjadi tutornya. Ia mengundang Adam ke pekerjaannya di restoran di mana ia menyuruh Adam memasak untuknya, tetapi sebuah uji rasa membuat Adam menyadari bahwa obatnya berdampak negatik pada indra perasanya.
Adam memutuskan untuk berhenti minum obat, tanpa sepengetahuan ibunya Beth dan ayah tirinya Paul. Suasana hatinya menjadi tidak stabil dan delusinya kembali. Kabar bahwa Beth sedang mengandung bayi baru dengan Paul juga membangkitkan rasa tidak aman Adam karena merasa tidak diinginkan dan menjadi beban. Meskipun demikian, nilai Adam membaik dan esainya terpilih untuk dibacakan saat wisuda. Ia mengajak Maya ke pesta prom dan Maya menerimanya.
Beth mengetahui bahwa Adam telah menghentikan pengobatannya dan mengkonfrontasinya. Suster Catherine, kepala sekolah, diberitahu tentang insiden tersebut dan tentang apa yang terjadi di sekolah terakhirnya. Ia diskors sementara, dengan alasan demi keselamatan para siswa. Adam marah kepada Paul, meyakini bahwa surel yang ditulis Paul kepada Suster Catherine malam sebelumnya adalah penyebab skorsing tersebut.
Skorsing tersebut melarang Adam menghadiri pesta prom, tetapi ia tetap pergi. Sebelum pergi, ia menenggak obatnya dalam dosis berlebihan, yakin itu akan membantu malam itu berjalan lancar. Ia bertemu Maya di sana, tetapi saat mereka berdansa, suara gelap itu menganggunya dan ia mulai bertindak tak menentu. Suster Catherine mencoba mengusirnya, tetapi delusinya menyebabkan ia mendorong Maya ke tanah, berlari ke catwalk, dan jatuh dari tepian.
Adam terbangun di rumah sakit dan melihat Beth dan Paul. Maya datang berkunjung, tetapi ia terpuruk ketika halusinasi menguasainya. Ia membentak Maya dan menyuruhnya pergi. Ia dikeluarkan dari St. Agatha's dan ditempatkan di bangsal psikiatri. Pendeta Patrick berkunjung dan memberi tahu Adam bahwa ia tidak tahu tentang perjuanagan Adam, dan mengatakan akan mendoakannya. Beth membawakan Adam salinan cetak surel Paul ke St. Agatha's. Bertentangan dengan apa yang dipikirkan Adam, Paul mendukung anak tirinya dan menulis bahwa menskorsnya akan kejam. Menyadari betapa ia peduli, Adam berlari untuk menyusulnya dan Beth, memeluk Paul untuk pertama kalinya dan menerima sebagai sosok kebapakan.
Beth dan Paul membawa Adam ke acara wisuda St. Agatha, di mana, meskipun Suster Catherine berusaha menghentikannya, ia mengumpulkan keberanian untuk berbicara kepada para siswa dengan tengan, dengan dukungan Pendeta Patrick. Ia mengutip esainya yang membahas kondisinya yang perjuangannya melawan skizofrenia, mengatakan bahwa ia berharap tidak menyembunyikan penyakitnya. Setelah meninggalkan audiotorium, Maya mengejarnya. Adam meminta maaf karena tidak memberi tahu Maya tentang penyakitnya, dan pada saat itulah mereka mengungkapkan rasa cinta mereka dan berciuman.
Adam berhasil menerima ijazah SMA-nya dan mewujudkan impiannya untuk menempuh pendidikan di sekolah kuliner. Saat ia merayakan kelahiran adik perempuannya bersama orang tua dan Maya, terlihat bahwa suara-suara itu masih ada, tetpi ia telah belajar untuk hidup berdampingan dengan mereka.
Pemeran
[sunting | sunting sumber]- Charlie Plummer sebagai Adam Petrazelli
- Taylor Russell sebagai Maya Arnaz
- Andy García sebagai Pendeta Patrick
- AnnaSophia Robb sebagai Rebecca
- Beth Grant sebagai Suster Catherine
- Devon Bostick sebagai Joaquin
- Lobo Sebastian sebagai The Bodyguard
- Molly Parker sebagai Beth Petrazelli
- Walton Goggins sebagai Paul
Produksi
[sunting | sunting sumber]Pada Februari 2018, Thor Freudenthal diumumkan sebagai sutradara film tersebut, berdasarkan skenario karya Nick Naveda, berdasarkan novel dengan jduul yang sama karya Julia Walton, dengan produser LD Entertainment.[3] Freudenthal membaca dan menikmati novel tersebut, dan merasa bahwa adaptasi film akan memberikan "kesempatan untuk representasi yang sangat berbeda dari panyakit mental dengan skizofrenia. Kami dapat menciptakan seseorang di layar yang bukan seorang jenius gila atau penjahat yang kejam, [tetapi] yang banyak orang bahkan dapat melihat diri mereka sendiri seperti yang saya lakukan ketika saya membaca buku itu. Saya menyukai adanya nada yang lembut, penuh kasih sayang, dan lucu di mana Adam membahas beberapa masalah yang sulit dengan humor yang merendahkan diri yang benar-benar berfungsi sebagai semacam senjata melawan rasa sakitnya."[4]
Pada Maret 2018, Charlie Plummer dan Taylor Russell ditetapkan untuk membintangi film tersebut.[5] Pada April 2018, Andy García, Molly Parker, Walton Goggins, AnnaSophia Robb, dan Devon Bostick juga bergabung dengan para pemeran.[6][7] Andrew Hollander dan The Chainsmokers menggubah film tersebut,[8] pertama kalinya kelompok musik tersebut menggubah musik untuk film.[9] Trailer tersebut menampilkan single The Chainsmokers tahun 2019 "Push My Luck".[10]
Pengambilan gambar utama dimulai pada Mei 2018.[11] Film ini diambil di Wilmington, Carolina Utara.[12]
Perilisan
[sunting | sunting sumber]Pada Juni 2020, Roadside Attractions dan LD Entertainment memperoleh hak distribusi untuk film tersebut dan mentapkannya untuk rilis pada 7 Agustus 2020.[13] Film ini dirilis di bioskop pada 21 Agustus 2020.[14]
Penerimaan
[sunting | sunting sumber]Box office
[sunting | sunting sumber]Dibuka sebagai salah satu film baru pertama yang dirilis secara luas selama pandemi COVID-19, pada 21 Agustus 2020, film ini meraup $462,050 dari 925 bioskop di minggu pertamanya (rata-rata $499 per bioskop), dan menempati posisi ketiga di box office. 54% penontonnya adalah perempuan, dengan 62% berusia antara 18–34.[15] Film ini meluas ke 1,395 bioskop di minggu keduanya, dan meraup $453,000, kemudian meraup $282,000 dari 1,168 bioskop di minggu ketiganya.[16][17]
Tanggapan kritikus
[sunting | sunting sumber]Di situs web agregator pengulas Rotten Tomatoes, film ini meraih peringkat persetujuan 89% berdasarkan 89 ulasan, dengan rata-rata 7.2/10. Konsesnus kritikus situs tersebut menyatakan, "Sensitif, aktingnya bagus, dan disutradarai dengan mantap, Words on Bathroom Walls merupakan tambahan yang menggagumkan untuk genre yang jarang sekali berhasil mengangkat tema-tema pentingnya."[18] Di Metacritic, film ini mendapatkan skor rata-rata tertimbang 61 dari 100, berdasarkan 12 kritikus, yang menunjukan "ulasan yang umumnya positif".[19] Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberi film ini nilai rata-rata "A" pada skala A+ hingga F, sementara PostTrak melaporkan 81% penonton film memberikan skor positif.[15]
Words on Bathroom Walls mendapat pujian atas penampilan, penulisan, dan penyutradraannya.[20][21] Guy Lodge dari Variety menulis, "Ada beberapa kebenaran, keangguan dan rasa sakit dalam potret remaja yang bermasalah ini, dan bintang-bintang muda berbakat tahu di mana menemukannya".[20] Menulis untuk AllMovie, Steven Yoder menulis, "Freudenthal memaham cara kerja pikiran remaja lebih baik daripada sutradara mana pun sejak John Hughes, dan itu terlihat melalui kemudaan penggambaran pada pemeran."[22] Ia menambahkan, "Naskahnya padat, menunjukkan perkembangan kesehatan, penyakit, harapan, dan kemunduran tanpa pernah menjadi menggurui, instruktif, atau membosankan. Naskah ini memberikan gambaran akurat tentang penyakit mental tanpa memaksa untuk menerima. Sebaliknya, naskah ini menunjukkan bagaimana tidak hanya seseorang yang menderita penyakit tersebut harus mengatasinya, tetapi juga beragam cara orang-orang di sekitar mereka bereaksi dan mengatasinya. Tidak ada yang terasa dipaksakan, dan aksinya mengalir dari momen pertama hingga kredit penutup."[22]
Judith Lawrence dari The Michigan Daily menyebut film ini "representasi empatiknya tentang skizofrenia", menulis: "Baik Adam maupun skizofrenia tidak pernah disetankan, sebuah teman langka dalam industri film. Split karya M. Night Shyamalan, misalnya, dikritik habis-habisan karena penggambarannya tentang gangguan identitas disosiatif. Ini bukan satu-satunya Misalnya, penyakit mental sering dicemooh dan digunakan sebagai alat plot dalam film horor. Namun, sebagian tujuan Words on Bathroom Walls, adalah untuk menunjukkan skizofrenia (dan penyakit mental secara umum) sebagai sesuatu yang terus-menerus dialami dan diperjuangkan oleh orang-orang nyata."[23]
Nick Naveda menerima nominasi untuk Penghargaan Skenario Adaptasi Terbaik dari Chlotrudis Society untuk Film Independen.[24]
Soundtrack
[sunting | sunting sumber]Album soundtrack Words on Bathroom Walls, termasuk soundtrack dan skornya, diproduksi oleh Andrew Hollander yang menampilkan the Chainsmokers, dan dirilis pada 21 Agustus 2020.[9]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Will the Wilmington film rebound continue in 2019?". Winston-Salem Journal. January 6, 2019. Diakses tanggal 25 Agustus 2020.
- ↑ "Words on Bathroom Walls (2020)". Box Office Mojo. Diakses tanggal 18 Desember 2020.
- ↑ N'Duka, Amanda (22 Februari 2018). "LD Entertainment Adapting Julia Walton's Book 'Words On Bathroom Walls'; Thor Freudenthal To Direct". Deadline Hollywood. Diakses tanggal 24 Juni 2020.
- ↑ Perez, Lexy (19 Agustus 2020). "'Words on Bathroom Walls' Director Talks Adapting YA Book, Portraying Schizophrenia Onscreen". The Hollywood Reporter. Diakses tanggal 6 Maret 2024.
- ↑ Kroll, Justin (27 Maret 2018). "'Lost in Space' Star Taylor Russell Joins Charlie Plummer in 'Words on the Bathroom Walls' (Exclusive)". Variety. Diakses tanggal 28 Maret 2018.
- ↑ McNary, Dave (11 Mei 2018). "Andy Garcia, Walton Goggins, Molly Parker Join Drama 'Words on Bathroom Walls'". variety.com. Diakses tanggal 11 September 2018.
- ↑ N'Duka, Amanda (27 April 2018). "Alicia Coppola Cast In DC Film 'The Kitchen'; Devon Bostick Joins 'Words On Bathroom Walls'". Deadline Hollywood.
- ↑ "The Chainsmokers & Andrew Hollander Scoring Thor Freudenthal's Words on Bathroom Walls". FilmMusicReporter. 24 Juni 2020. Diakses tanggal 24 Juni 2020.
- 1 2 Stone, Katie (15 Juli 2020). "The Chainsmokers Score First Film Soundtrack With 'Words on Bathroom Walls'". edm.com. Diakses tanggal 17 Juli 2020.
- ↑ Meadow, Matthew (15 Juli 2020). "The Chainsmokers Feature New Original Music In Movie Coming Out This Month". youredm.com. Diakses tanggal 17 Juli 2020.
- ↑ "Photos: Words on Bathroom Walls Filming". starnewsonline.com. 17 Mei 2018. Diakses tanggal 11 September 2018.
- ↑ Ingram, Hunter (15 Juli 2020). "First trailer for Wilmington-shot 'Words on Bathroom Walls'". Star News Online. Diakses tanggal 17 Juli 2020.
- ↑ Ramos, Dino-Ray (24 Juni 2020). "'Words On Bathroom Walls': LD Entertainment And Roadside Attractions Set Release Date For Adaptation Of Julia Walton's YA Novel". Deadline. Diakses tanggal 24 Juni 2020.
- ↑ Ramos, Dino-Ray (30 Juli 2020). "LD Entertainment And Roadside Attractions Shift Theatrical Release Date For 'Words On Bathroom Walls', Release First Clip". Deadline. Diakses tanggal 30 Juli 2020.
- 1 2 D'Alessandro, Anthony (22 Agustus 2020). "'Unhinged' Sees Increased Business On Saturday For $4M Opening As Exhibition Turns Lights Back On". Deadline Hollywood. Diakses tanggal 23 Agustus 2020.
- ↑ D'Alessandro, Anthony (30 Agustus 2020). "'New Mutants' Secures $7M At Weekend Box Office Where Only 62% Of All Cinemas Are Open". Deadline Hollywood. Diakses tanggal 30 Agustus 2020.
- ↑ D'Alessandro, Anthony (6 September 2020). "'Tenet' Finally Opens Stateside: Warner Bros. Movie Resuscitates Exhibition With $20M+ Over Labor Day Weekend, $150M WW To Date". Deadline Hollywood. Diakses tanggal 6 September 2020.
- ↑ "Words on Bathroom Walls (2020)". Rotten Tomatoes. Fandango. Diakses tanggal Oktober 10, 2021.
- ↑ "Words on Bathroom Walls Reviews". Metacritic. Diakses tanggal 11 Desember 2020.
- 1 2 Lodge, Guy (20 Agustus 2020). "'Words on Bathroom Walls' Review: Charlie Plummer and Taylor Russell Illuminate a Thoughtful Teen Movie". Variety. Diakses tanggal 26 November 2023.
- ↑ Johnson, G. Allen (4 November 2020). "Review: Young talent carries 'Words on Bathroom Walls,' though much is left unsaid". San Francisco Chronicle. Diakses tanggal 26 November 2023.
- 1 2 Yoder, Steven. "Words on Bathroom Walls". AllMovie. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-11-26. Diakses tanggal 26 November 2023.
- ↑ Lawrence, Judith (April 8, 2021). "'Words on Bathroom Walls' compassionately portrays schizophrenia". The Michigan Daily. Diakses tanggal 6 Maret 2024.
- ↑ "'Portrait of a Lady on Fire,' 'Never Rarely Sometimes Always' are big winners at 27th Chlotrudis Awards". AwardsWatch. 30 Maret 2021. Diakses tanggal 17 November 2022.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Words on Bathroom Walls di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- Words on Bathroom Walls di Rotten Tomatoes (dalam bahasa Inggris)