Winarni Monoarfa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Winarni Monoarfa
Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI
Mulai menjabat
13 Juli 2018
Informasi pribadi
Lahir21 November 1962 (umur 56)
Bendera Indonesia Makassar, Indonesia

Prof. Dr. Ir. Winarni Dien Monoarfa, MS (lahir di Makassar, 21 November 1962; umur 56 tahun) adalah seorang Akademisi, Guru Besar pada Universitas Hasanuddin[1] sekaligus Birokrat di pemerintahan Provinsi Gorontalo. Saat ini, perempuan yang dijuluki "Seroja dari Timur" ini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Republik Indonesia.

Masa Kecil dan Keluarga[sunting | sunting sumber]

Winarni Dien Monoarfa lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang kebudayaan yang kuat, dimana dalam dirinya mengalir darah Gorontalo dari sang Ayah, H. Dien Monoarfa. Sang ayah yang bekerja sebagai wartawan Tanah Air dan Mercusuar di era 1960-an serta kerap mengikutsertakan Winarni dalam berbagai liputannya. Sebagai informasi, Monoarfa dalam struktur sosial masyarakat Gorontalo merupakan salah satu marga yang diambil dari nama Raja Monoarfa, salah satu nama Raja di Gorontalo.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • S-1 Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, 1984 (Mahasiwa Teladan)
  • S-2 bidang Perikanan Unhas, 1992 (Wisudawan Terbaik)
  • S-3 bidang Perikanan Unhas – IPB, 2000

Karier dan Pengalaman[sunting | sunting sumber]

  • Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
  • Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
  • Kepala Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Dampak Lingkungan Hidup Daerah (BALITBANGPEDALDA) Provinsi Gorontalo (2002-2004)
  • Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Gorontalo (2004 - 2012)
  • Alumni Lembaga Ketahanan Nasional tahun 2007 (Alumni Terbaik)
  • Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo (2012-2018)
  • Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo (2017-2018)
  • Ketua ORWIL Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Gorontalo (2012-2017)[2]
  • Ketua POKJA Forum Kawasan Timur Indonesia (2008 - sekarang)
  • Koordinator Forum Kepala BAPPEDA Provinsi se-Kawasan Timur Indonesia
  • Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Republik Indonesia (2018-sekarang)

Pada tahun 2002 Winarni diajak oleh Fadel Muhammad untuk pulang kampung, beralih dari akademisi ke birokrat dan menjabat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Dampak Lingkungan Hidup Daerah, Provinsi Gorontalo. Pengalaman lainnya adalah menjadi peserta Program Lemhanas selama 9 bulan, dimana Winarni berhasil menjadi perempuan pertama peraih penghargaan alumni terbaik Wibawa Seroja Nugraha. Atas penghargaan tersebut, Winarni mendapat predikat sebagai 'Seroja dari Timur'.[3]

Pada tahun 2008, Winarni Monoarfa didaulat sebagai Ketua Forum KTI (Kawasan Timur Indonesia) menggantikan Marwah Daud Ibrahim (2008 s/d sekarang). Karier dari ibu 5 anak ini mulai mencapai puncak kariernya setelah ia dipercayakan sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo pada tahun 2012. Di luar kariernya sebagai birokrat, Winarni Monoarfa juga turut berperan sebagai Ketua ICMI Gorontalo dan mendirikan Sekolah Al-Azhar 46 di Provinsi Gorontalo.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Wibawa Seroja Nugraha dari Lemhanas (tahun 2007)
  • CIDA Champion Awards dari Duta Besar Kanada di Makassar (tahun 2010)[4]
  • Gelar Adat Pulanga (Gelar Adat Gorontalo Tertinggi): Ti Tidito Lo Hunggia yang mengandung makna seorang pemimpin perempuan yang cerdas, peka, cermat, arief, bijaksana dan bersahaja (tahun 2016)[5]


Referensi[sunting | sunting sumber]