Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/Juni 2008

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian



WikiSumber

Kok pas dilihat di sini, Wikisource kita diterjemahkan ke dalam wikisource yah? Bukannya seharusnya Wiki Sumber? dan The Free Library itu mending "Perpustakaan bebas" atau "Pustaka terbuka" ? Serenity

Mestinya sih mmm, Wikisumber dan Perpustakaan bebas Muhammad Azmi 02:10, 25 Mei 2008 (UTC)
Itu bebas kok, bisa disunting siapa saja :) ~REX••pesan•• 12:06, 31 Mei 2008 (UTC)
Mungkin maksud serenity, nama di logo Wikisource Indonesia disunting juga jadi Wikisumber. --BlackKnight(kirim pesan) 15:33, 1 Juni 2008 (UTC)

Wikisumber, oke. Perpustakaan bebas, kok panjang sekali ya. Lagi pula bebas itu berkonotasi terlepas dari kekangan. Gimana kalo Pustaka lepas. Karena sekali ditulis, tulisan itu menjadi lepas dari penulisnya.Ardianto Bahtiar 16:39, 1 Juli 2008 (UTC)

Al Qur'an ato Al-Qur'an

Yg betul Al Qur'an ato Al-Qur'an pake tanda - (strip)? Terus, kadang saya menemukan kata dalam bahasa Arab yg berawalan Al, Ar, As, An, dll bila ditulis di tengah kalimat pasti berhuruf kecil seperti ar-Rahman bkan Ar-Rahman, sedangkan artikel di Wiki ini sebagian masih bertuliskan yg huruf kapital. Pertanyaan saya, yg bener yg bertuliskan huruf kecil or besar-kah yg tepat utk ditulis di tengah kalimat? :) NoiX180 01:40, 25 Mei 2008 (UTC)

Partikel al dalam bahasa Arab sepadan dengan partikel the dalam bahasa Inggris. Keduanya merupakan partikel penentu (definit article). Jadi, perlakukan al sebagaimana the. Dalam bahasa Inggris the di tengah kalimat tidak kapital.
" When the Quran is read, listen to it with attention, and hold your peace: that ye may receive Mercy. " Quran 7:204 (cek)
Merujuk terjemah ayat dalam bahasa Inggris itu, yang tepat dalam bahasa Indonesia adalah al-Quran bukan Al-Quran. Tetapi kalau merujuk ke EYD, bisa juga ditulis Alquran (tanpa tanda hubung) atau Quran saja.
Dalam bahasa Arab sendiri tidak dikenal huruf kapital di awal kalimat atau awal nama sebagaimana dalam bahasa Indonesia. Jadi, tidak perlu takut kualat kalau nulis Alquran (Q kecil) :-)
Sementara itu, untuk penulisan huruf kapital di tengah kalimat dapat merujuk ke sini Ardianto Bahtiar 16:40, 1 Juli 2008 (UTC)

Penggunaan gelar

Artikel tentang Nabi kenapa judulnya berisi kata Nabi? Misalnya artikel Nabi Isa, Nabi Musa, dll. Bukankah gelar tidak boleh dipakai sebagai judul artikel? Apakah ada pengecualian? Apakah hal ini sudah pernah dibahas sebelumnya?

-- Adiputra बिचर -- 08:53, 7 Juni 2008 (UTC)

1. Betul tidak boleh
2. Halamannya (pembicaraan) sudah diarsip, tapi kalau tidak salah diskusinya sendiri belum menghasilkan keputusan namun sudah terjadi pemindahan besar-besaran (dan seperti biasa, kalau sudah terjadi pemindahan besar-besaran sudah sulit dikembalikan). Jadi seperti nomor 1 bilang, yang ada sekarang belum tentu benar.
3. Diskusinya bawaannya panas (seinget gue). Memang seharusnya sudah harus divoting dan sudah ada penunjukan setelah hasil didapat siapa yang mau tanggung jawab atas keputusan. Serenity

Saya juga setuju dan mendukung agar segera ada keputusan komunitas WBI tentang penggunaan gelar, sehingga panduannya dapat dibuat. Urgensi sudah tinggi. Yang bertanggung-jawab? Sama juga seperti biasa, yaitu kita semua (pengurus & pengguna biasa). Salam, Naval Scene 20:49, 21 Juni 2008 (UTC)

Penyerapan akhiran bahasa Inggris "-in" dan "-ine" serta "-ol" dan "-ole" untuk nama-nama senyawa kimia

Beberapa waktu yang lalu saya mengalihkan beberapa artikel asam amino yang namanya berakhiran -in menjadi akhiran -ina. Karena dipertanyakan oleh Kembangraps dan atas usulan dari Serenity, maka saya ingin diskusikan bagaimana keputusan ataupun konsensus para wikipediawan mengenai masalah ini.

Masalahnya ada pada nama-nama zat kimia yang berakhiran -ine dalam bahasa Inggris seringkali diserap menjadi -in dalam bahasa Indonesia. Begitupula -ole seringkali diserap menjadi -ol. Contohnya:

  1. Phenylalanine - fenilalanin
  2. Imidazole - imodazol

Padahal menurut keputusan dari dewan MABBIM (Majelis Bahasa Brunei Darusallam - Indonesia - Malaysia), istilah-istilah kimia dari bahasa Inggris yang berakhiran "-ine" dan "-ole" diserap menjadi "-ina" dan "-ola" . Maka:

  1. Phenylalanine - fenilalanina (bukan fenilalanin)
  2. Imidazole - imidazola (bukan imidazol)

Hal ini dilakukan untuk membedakan kata-kata serapan dari bahasa Inggris yang berakhiran "-in" dan "-ol". Singkatnya:

  1. -in diserap menjadi -in tanpa perubahan, contoh: hemoglobin tetaplah hemoglobin
  2. -ine diserap menjadi -ina (e menjadi a), contoh: amine menjadi amina
  3. -ol diserap menjadi -ol tanpa perubahan, contoh: ethanol tetaplah etanol
  4. -ole diserap menjadi -ola (e menjadi a), contoh: imidazole menjadi imidazola

Pengecualian terjadi pada nama halogen fluorin, klorin, bromin, dan iodin. Namun theobromine diserap menjadi teobromina.

hal ini bisa dilihat dengan jelas di: http://pusatbahasa.diknas.go.id/glosarium/

Jadi? Hand15 16:22, 11 Juni 2008 (UTC)

Saya bukan kimiawan. Mungkin bisa dijelaskan terlebih dahulu, apa bedanya akhiran "-in" dan "-ine" (atau "-ol" dan "-ole") dalam penamaan kimia di bahasa Inggris? (Saya juga melihat perbedaan ini di teks bahasa Jerman). Dulu juga sudah saya pertimbangkan untuk memakai penamaan baku, tetapi "tantangan teknis"nya besar: Ganti satu2 artikel yang sudah mencantumkan suatu nama yg salah. OMG. Kembangraps 16:31, 11 Juni 2008 (UTC)
Oii, sorry, baru lihat penjelasannya di halaman pembicaraan (elo, Hand15, gw ngga tahu kalau udah ada tanggapan). Pada dasarnya, saya patuh pada KBBI, apalagi kalau panduan peristilahannya jelas. Namun, dari pengalaman untuk nama tumbuhan dan hewan, sering kali entri KBBI kacau dan tidak sesuai dengan kesepakatan peristilahan di kalangan seilmu. Makanya saya mengacu juga ke Situs Web Kimia Indonesia. Kembangraps 16:47, 11 Juni 2008 (UTC)
Sudah ada panduan yang jelas, bisa dilihat di sini:http://dbp.gov.my/mabbim/download.php?FilePoolID=66
isinya berupa keputusan bersama MABBIM mengenai -ine dan -in beserta serapan lainnya. Keputusan pihak Indonesia yang sedikit berbeda bisa dilihat pada halaman paling akhir. Walaupun tampaknya dalam surat itu banyak kesalahan ejaan karena kekurang cermatan dalam pengetikan (Ironisnya itu surat dari pihak pusat bahasa sendiri). Menyedihkan =.= Hand15 20:19, 12 Juni 2008 (UTC)
Kalau memang sudah ada panduannya ya diikuti saja. Cuma saya agak bingung dengan catatan dari pihak Indonesia di sana. Contoh yang diberikan tidak ada bedanya dengan usulan pihak Malaysia (yang jadi dasar kesepakatan). --Gombang 12:35, 13 Juni 2008 (UTC)
Saya memindahkan kembali semua artikel yang dipindahkan tersebut, bukan karena masalah bahasa, tapi masalah cara pemindahannya yang salah. Yang benar adalah: gunakan tombol "pindahkan". Membuat artikel dengan judul yang baru, kemudian artikel lama di"#REDIRECT" ke artikel yang baru adalah perampokan kredit. borgx(kirim pesan) 00:01, 14 Juni 2008 (UTC)

Konfirmasi

Jadi, ketone > ketona (bukan "keton") dan fenchone > fencona ? Kembangraps 09:39, 27 Juni 2008 (UTC)

Ketone dan fenchone kan -one, bukan -ine. Lagian ketone dan fenchone itu gak ada nitrogen.
Btw, caffeine itu jadi kafeina loh [1] . Tapi karena memang kafein itu sudah terlalu umum dipakai di masyarakat saya kira pakai kafein saja lebih baik. Tentu saja dalam artikelnya, kata "kafeina" perlu disebut pada awal artikel. Hal yang sama juga untuk morphine. Sedangkan untuk senyawa yang kurang umum terdengar di masyarakat dan bersifat teknis, saya kira lebih baik mengikuti padanan MABBIM.
Struktur fenkon yang gak ada nitrogen: Fenchone.png Struktur kafein yang penuh nitrogen: Caffeine molecule.png
Itu cuma usulan saya loh :) Hand15 10:25, 27 Juni 2008 (UTC)

Sorry baru baca sekarang jawabannya. Thx. Jadi musti hati2 ya kalau kerja dengan alkaloid (pakai N semuanya) ? Tentang kafeina dan morfeina, kenapa ngga sekalian saja ikutan glossary pusat bhs? Toh, semua asam amino sudah anda ganti semua dg akhiran -ina, sampai saya terkaget-kaget. :-) Kembangraps 14:41, 17 Juli 2008 (UTC) (mampir doang)

Kuna > Kuno

Saya mengganti beberapa judul dan isi yang mengandung "kuna" ke "kuno" karena "kuno" menurut ketentuan Wikipedia adalah ejaan baku menurut KBBI. borgx(kirim pesan) 01:16, 15 Juni 2008 (UTC)

Kalau mau menurut KBBI, OK saya terima untuk sementara. Meskipun saya sebagai ahli berpendapat lain. (Kalau di Citizendium pendapat ahli yang menentukan tapi kalau di Wikipedia konsensus komunitas). Tapi untuk yang sastra dan bahasa Jawa, saya harap tetap memakai ejaan "kuna". Sebab masih ada beberapa literatur standar yang memiliki otoritas yang lebih tinggi daripada KBBI. Meursault2004ngobrol 11:20, 15 Juni 2008 (UTC)
Saya memang tidak mengubah yang berhubungan dengan sasta Jawa. borgx(kirim pesan) 23:58, 15 Juni 2008 (UTC)
Bagaimana dengan kasus-kasus lainnya seperti Salat dan Alquran? Kalau mau konsisten itupun juga harus diubah. Meursault2004ngobrol 06:01, 17 Juni 2008 (UTC)

Pustaka-pustaka linguistik dan filologi Indonesia menganjurkan "kuna" daripada "kuno". KBBI perlu memberi penjelasan tentang masuknya entri "kuno" sebagai bentuk baku. Masalah klasik: perbedaan standar leksikal dan standar masyarakat seilmu. Kembangraps 07:03, 17 Juni 2008 (UTC)

Trims atas dukungannya dari sudut yang tak terduga :-) Nanti kapan2 mari kita menulis surat kepada pak Sugondo, direktur Pusat Bahasa. Meursault2004ngobrol 08:59, 17 Juni 2008 (UTC)

Saya sependapat untuk konsisten menggunakan salat dan Alquran (Quran). Mengenai KBBI, setahu saya sebagai sebuah kamus rujukan, sepanjang belum ada revisi ia tetap menjadi rujukan. Revisi terbaru, menurut sumber yang berwenang, akan keluar tahun 2008. Namun, sebagai pengguna bahasa kita berhak melakukan konsensus berbahasa dan merevisi KBBI lewat konsensus itu. Ardianto Bahtiar 16:41, 1 Juli 2008 (UTC)