Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan/Sanherib

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
CATATAN PENUTUP
Lulus setelah mendapatkan tinjauan dari dua pengguna. Saran-saran sudah dijalankan, dan sudah dibuka selama dua minggu. Terima kasih atas kerja keras penulis dan pengusul. Danu Widjajanto (bicara) 9 Juni 2021 08.47 (UTC)[balas]
Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui.


Sanherib[sunting sumber]

Pengusul: Glorious Engine (b • k • l)
Status:    Selesai

Dalam rangka memperdalam Alkitab, saya harap artikel tentang tokoh antagonis dalam Perjanjian Lama ini bisa jadi AP --Glorious Engine (bicara) 26 Mei 2021 22.24 (UTC)[balas]

Komentar Danu[sunting sumber]

Aku lihat sepintas, terjemahannya bagus sekali dan elok untuk dibaca. Artikelnya juga dilengkapi sumber akademis. Aku yakin artikel ini akan lulus jadi AP. Berikut beberapa saran kecil untuk semakin memantapkan artikelnya.

Danu Widjajanto (bicara) 27 Mei 2021 14.08 (UTC)[balas]

Paragraf pembuka
  • "Menurut keterangan Alkitab, Malaikat Tuhan menggagalkan pengepungan Yerusalem dengan cara menumpas angkatan perang Asyur. Meskipun demikian, agaknya Asyur tidak dikalahkan, karena Hizkia menyerah kepada Sanherib di akhir kampanye militer itu. Peninggalan-peninggalan tertulis dari masa itu..." --> untuk menegaskan unsur sejarahnya, usul diparafrase jadi "Menurut keterangan Alkitab, Malaikat Tuhan dikatakan telah menggagalkan pengepungan Yerusalem dengan cara menumpas angkatan perang Asyur. Meskipun demikian, dari sudut pandang sejarah, Asyur kemungkinan besar tidak dikalahkan, karena Hizkia menyerah kepada Sanherib di akhir kampanye militer itu. Lebih lagi, peninggalan-peninggalan tertulis dari masa itu..."
  • "Untuk mengubah Niniwe menjadi kota yang pantas disebut ibu kota kemaharajaan," --> tambahkan "dianggap" sebelum "pantas"
  • "Sepeninggal putra sulungnya, Asyur-nadin-syumi," --> biar lebih jelas ubah jadi "Selepas kemangkatan putra sulungnya, Asyur-nadin-syumi,"
  • "Kerajaan Babel maupun kerajaan-kerajaan di Syam memandang kematian tragis Sanherib sebagai azab ilahi" --> hapus kata "tragis" supaya tidak terkesan dramatis
Para pendahulu dan masa muda
  • Usul agar subjudulnya diringkaskan jadi "Riwayat awal"
  • "Menurut anggapan umum sepanjang sejarah, ibu Sanherib adalah istri Sargon yang bernama Ataliya, tetapi belakangan ini sudah disangkal" --> tambahkan "hal" sebelum "ini"
  • "Andaikata benar-benar adalah ibu Sanherib, mestinya Ataliya lahir sekitar tahun 760 Pra-Masehi dan setidaknya hidup sampai tahun 692 Pra-Masehi[9] karena ada keterangan tertulis yang menyebutkan keberadaan "ibu suri" pada tahun itu,[10] padahal kubur Ataliya yang ditemukan di kota Nimrud[9] pada era 1980-an[11] mengindikasikan bahwa ia baru berumur 35 tahun ketika wafat." --> agak sulit untuk dipahami strukturnya, usul diubah dan dipenggal jadi "Agar dapat menjadi ibu Sanherib, Ataliya harus lahir setidaknya pada kisaran tahun 760 SM dan hidup sampai setidaknya tahun 692 SM, mengingat keberadaan seorang "ibu suri" disebutkan pada tahun itu. Namun, kuburan Ataliya yang ditemukan di kota Nimrud[9] pada era 1980-an[11] mengindikasikan bahwa ia berumur maksimal 35 tahun ketika wafat."
  • "Sargon mengaku sebagai anak Tiglat-Pileser III, tetapi pengakuan ini tidak dapat dipastikan kebenarannya karena Sargon menjadi Raja Asyur dengan cara merebut kekuasaan dari tangan Salmaneser V, anak Tiglat-Pileser.[12]" --> tambahkan "Sementara itu, " sebelum Sargon
  • "Beberapa di antaranya diketahui masih hidup pada tahun 670 Pra-Masehi, masa pemerintahan Esarhadon, anak Sanherib." --> tambahkan "pada" sebelum "masa"
  • "Satu-satunya saudara perempuan Sanherib yang dapat diketahui" --> mungkin lebih tepat "yang diketahui keberadaannya"?

Segitu dulu, nanti lanjut lagi. Danu Widjajanto (bicara) 27 Mei 2021 19.42 (UTC)[balas]

Putra mahkota
  • "karena membuat dirinya tidak kebagian cipratan ketenaran" --> agak kurang baku sepertinya, usul jadi "tidak ikut menikmati ketenaran..."
Asyur dan Babel
  • "menggarong" --> menggarong sepertinya tidak baku (jadi ingat kucing garong), mungkin bisa disesuaikan jadi "menjarah"
  • "Kerajaan Babel dibiarkan tetap eksis sebagaimana adanya" --> ganti jadi "tetap berdiri"?
  • "tamadun" kurang dikenal oleh pembaca, bisa diubah jadi "peradaban"
  • " tetapi "mempelai Babel" idaman hati Asyur ini berulang kali menolak bersikap demikian" --> tambahkan "kenyataannya" setelah "tetapi" supaya flownya lebih enak
Kemangkatan Sargon II dan suksesi
  • "Ia menyikapi nasib tragis Sargon dengan menjauhkan diri dari bayang-bayangnya" --> hapus "tragis" biar tidak terkesan dramatis
  • "dosa macam apa yang sudah diperbuat Sargon sampai diganjari nasib yang sedemikian tragis" --> idem, ganti jadi "nasib semacam itu".
  • "jenazahnya buru-buru dimakamkan" --> lebih baku "dengan segera" daripada "buru-buru"
Kampanye militer pertama di Babel
  • Ganti kata "murti" jadi "penjelmaan" supaya lebih mudah dipahami?
  • "Tindakan lancang ini " --> ganti jadi "Tindakan yang dianggap lancang"
  • "pemimpin kabilah Kasdim yang dulu pernah merebut " --> ganti "dulu" jadi "sebelumnya"
  • "tetapi Sanherib lamban menyikapi sepak terjangnya, " --> sepertinya lebih pas "tetapi Sanherib lamban dalam menanggapi pemberontakan ini"
  • "akibatnya sepak terjang Marduk-apla-idina tak terbendung beberapa bulan lamanya" --> sepertinya lebih pas "akibatnya Marduk-apla-idina leluasa beberapa bulan lamanya
  • Masih ada "Pra Masehi" tuh
  • Kata "kabur" kurang baku, bisa diubah jadi "melarikan diri"

Di bagian Perang di Syam, pranala meranhya masih lumayan banyak tuh, mungkin bisa dikurangi. Danu Widjajanto (bicara) 28 Mei 2021 17.52 (UTC)[balas]

  • Beberapa pranala merahnya memang sudah merah dari en.wiki atau tidak ada sumbernya. Saya "hitamkan" saja ya --Glorious Engine (bicara) 28 Mei 2021 21.52 (UTC)[balas]
Perang di Syam
  • "Padi, Raja Ekron bawahan Asyur, dijadikannya tawanan dan dijebloskan ke dalam penjara di Yerusalem" --> ganti "dijadikannya" jadi "dijadikan"
  • "Luli memilih kabur dengan perahu " --> ganti "kabur" jadi "melarikan diri"
  • Ganti "menak" jadi "bangsawan" atau "ningrat" supaya lebih mudah dipahami
Pengepungan Yerusalem
  • " bahwa orang Yudea bakal 'makan tahi dan minum air kencing' " --> sepertinya versi Inggrisnya tidak sekasar itu, mungkin bisa diganti "bahwa orang Yudea akan 'makan tinja dan minum air seni'..."
  • "Hizkia akhirnya insaf" --> ganti "insaf" jadi "sadar" karena "insaf" ada makna religius yang tersirat, sementara bahasa Inggrisnya "realized"
Mengatasi masalah Babel
  • Ganti "paya-paya" jadi "rawa-rawa" supaya lebih mudah dipahami
  • "Selaku Raja Babel berkebangsaan Asyur, Asyur-nadin-syumi menempati posisi yang penting secara politik sekaligus sangat rawan, dan dapat ia jadikan kesempatan untuk memperkaya pengalaman selaku calon kuat Maharaja Asyur Baru berikutnya.[56]" --> usul ubah bagian kedua jadi "... , dan posisi tersebut dapat ia jadikan kesempatan...", supaya lebih jelas yang dijadikan kesempatan itu posisinya
  • " Invasi tersebut jelas-jelas dilancarkan dengan maksud menumpas Marduk-apla-idina dan para pengungsi Kasdim lainnya.[52]" --> tidak perlu pakai "jelas-jelas" sepertinya
Kampanye militer di Elam dan balas dendam
  • " wafat secara wajar " --> sepertinya "wafat" saja sudah cukup
  • "Kutir-Nahunte tidak dapat mengupayakan pertahanan yang efisien untuk menghadapi sepak terjang Asyur," --> ganti "sepak terjang" jadi "pasukan"?
  • " meskipun pihak selatan dapat dikalahkan dan dibuat kocar-kacir, " --> ganti "dibuat kocar-kacir" jadi "dipukul mundur", karena lebih baku dan juga karena versi bahasa Inggrisnya lebih netral (fled)?
Penghancuran kota Babel
  • "Serangan otak" bukan istilah yang lazim sepertinya, bisa diganti jadi strok dan diberi pranala biru
  • "Meskipun pernah berpikir bahwa nasib malang yang menimpa ayahnya.. " --> hapus kata "malang" supaya tidak terkesan dramatis
  • "kukutimpakan " --> typo sepertinya? harusnya "kutimpakan"?

Sejauh ini terjemahannya sangat keren dan luwes untuk dibaca. Nanti aku lanjut lagi ke bagian Pemugaran kota Niniwe. Danu Widjajanto (bicara) 29 Mei 2021 18.03 (UTC)[balas]

Pemugaran kota Niniwe
  • "Seusai perang pamungkas melawan Babel" --> ganti "pamungkas" jadi "terakhir"
  • "Jika Dur-Syarukin, ibu kota baru Sargon II, kurang lebih merupakan kembaran kota Nimrud, maka Sanherib berniat mengubah Niniwe menjadi kota dengan kemegahan dan ukuran yang mampu membuat seluruh dunia beradab terkesima.[84]" --> kalau aku lihat versi Inggrisnya, sepertinya kurang tepat kalaupakai konstruksi "jika... maka...." usul ubah jadi: "Sementara Dur-Syarukin, ibu kota baru Sargon II, kurang lebih merupakan kembaran kota Nimrud, Sanherib berniat mengubah Niniwe menjadi kota dengan kemegahan dan ukuran yang mampu membuat seluruh dunia beradab terkesima.[84]"
  • " dan pelataran tempat istana baru nantinya berdiri dibuat setinggi 160 lapis batu-bata." --> usul jadi " dan pelataran yang nantinya menjadi tempat berdirinya tempat istana baru dibuat setinggi 160 lapis batu-bata."
  • "rangkaian kata-kata mesra yang mengandung harapan" --> tidak perlu kata "mesra" sepertinya, di versi Inggris juga tidak ada
  • "Relief-relief Sargon jamak menampilkan citra raja " --> ganti "jamak" jadi "biasanya"
  • Ganti "menak" jadi bangsawan
  • Ganti kata "di atas rata" jadi "di atas kereta perang" supaya lebih mudah dipahami
Konspirasi, pembunuhan, dan suksesi
  • "Sesudah Asyur-nadin-syumi tiada (diduga dihukum mati bangsa Elam)," --> ganti "tiada" jadi "wafat"?
  • "Banyak sumber mengabadikan peristiwa itu, antara lain Alkitab (2 Raja-Raja 19:37, Yesaya 37:38), di mana Arda-Mulisyi disebut dengan nama Adramelek.[91]" --> masih ada kata "di mana" tuh
  • "Sebagian besar prajurit mereka membelot ke pihak Esarhadon, yang kemudian memimpin pasukannya memasuki Niniwe tanpa perlawanan, dan dinobatkan menjadi Raja Asyur yang baru. " --> struktur kalimatnya bisa diperbaiki jadi begini: "Sebagian besar prajurit mereka membelot ke pihak Esarhadon, yang kemudian memimpin pasukannya memasuki Niniwe tanpa perlawanan. Esarhadon pun dinobatkan menjadi Raja Asyur yang baru. "
Keluarga
  • " Naqi'a yang lebih dikenal sekarang ini karena kiprahnya pada masa pemerintahan Esarhadon." --> biar nggak nggantung, ganti jadi "Naqi'a merupakan sosok yang lebih dikenal..."


Danu Widjajanto (bicara) 30 Mei 2021 05.51 (UTC)[balas]

Kepribadian
  • "Beberapa bagian lain menonjolkan kecerdasannya yang mumpuni," --> mungkin "kecerdasan" saja sudah cukup supaya tidak terkesan berlebihan
  • "Sanherib sudah dewasa dan sudah menjadi putra mahkota selama 15 tahun, sehingga paham betul seluk-beluk administrasi Kemaharajaan Asyur Baru." --> poin yang sama untuk "paham betul", bisa diganti jadi "ia memahami"
  • "Meskipun jelas kurang berminat menguasai dunia, " --> poin yang sama, kata "jelas" bisa diganti jadi "tampak"
Anggapan umum mengenai Sanherib
  • "Konflik ini diuraikan sedemikian rupa seakan-akan sebuah perang suci, di mana Allah memerangi Sanherib si penyembah berhala.[113]" --> masih ada kata "di mana" tuh, dan bagian kedua perlu digarisbawahi kalau itu adalah penggambaran khusus dari sudut pandang Alkitab alih-alih ilmiah. Bisa diganti jadi: "Konflik ini diuraikan sedemikian rupa seakan-akan sebuah perang suci, dan dalam perang tersebut Allah diyakini memerangi Sanherib yang dianggap sebagai penyembah berhala."
  • "Rama prabu" mungkin bisa diganti jadi "raja sekaligus ayah kedua orang kudus itu...", karena menurut sumber ini pada halaman tujuh, yang dimaksud "royal father" di situ ya raja
  • "Mendaraskan" bisa diganti jadi "membacakan" supaya lebih mudah dipahami
  • "Peristiwa ini kerap digambarkan sebagai sebuah skenario apokaliptis, di mana Hizkia digambarkan sebagai seorang tokoh mesianis sementara Sanherib berikut angkatan perangnya digambarkan sebagai pengejawantahan Gog dan Magog." --> masih ada kata "di mana", bisa diganti jadi "dan dalam skenario tersebut..."
Temuan-temuan arkeologi
  • "Catatan-catatan pribadi Sanherib berkenaan dengan proyek-proyek pembangunan dan kampanye-kampanye militernya, yang jamak disebut "Tawarikh Sanherib", " --> "jamak" bisa diganti jadi "umum"
  • "Museum Vorderasiatisches" sepertinya agak nanggung penerjemahannya karena "Vorderasiatisches" masih ada deklinasinya dalam bahasa Jerman (seperti halnya kalau menerjemahkan "British Museum" kita akan tulis "Museum Britania" alih-alih "Museum British"), sebaiknya tetap ditulis dalam bentuk Jermannya ("Vorderasiatisches Museum", seperti halnya "British Museum" atau "Metropolitan Museum of Art" di artikel Sanherib) atau sekalian diterjemahkan jadi "Museum Timur Dekat". Saya lebih condong ke mempertahankan nama Jermannya supaya konsisten dengan British Museum dan MMA.
Gelar
  • "Lihat pula: Gelar Raja Akad" --> masih merah tuh, bisa dibirukan atau dihapus
Lain-lain
  • Di bagian “lihat pula”, “ Sejarah militer Kemaharajaan Asyur Baru” masih merah, kalau belum ada artikelnya bisa dihapus
  • Pranala merah di bagian "sumber pustaka" bisa dibirukan atau dihitamkan

Secara keseluruhan terjemahannya sangat luar biasa mutunya, saya sangat menikmati membaca artikelnya dan mendukung artikel ini menjadi artikel pilihan. --Danu Widjajanto (bicara) 4 Juni 2021 09.12 (UTC)[balas]

Komentar Aapriano[sunting sumber]

Setelah membaca artikel Sanherib, saya menemukan lima catatan terkait pengembangan artikel yang baik ini:

  1. Pertama terkait penempatan kalimat dalam paragraf. Di paragraf pertama, alinea terakhir, sepertinya kalimat tersebut belum selesai, sehingga saya usul menjadi seperti ini: "Terdapat dua peristiwa besar dan penting yang terjadi di masa pemerintahannya, yakni penghancuran kota Babel pada tahun 689 SM, dan pemugaran sekaligus pemekaran kota besar Niniwe, ibu kota terakhir bangsa Asyur."
    Sepertinya malah jadi kurang tepat karena mengimplikasikan kalau peristiwa2 lain yang disebutkan sebelumnya itu bukan peristiwa besar, padahal Sanherib paling dikenal karena telah mengepung Yerusalem. Kalimatnya sendiri sebenarnya sudah SPOK, predikatnya adalah “adalah”. Danu Widjajanto (bicara) 4 Juni 2021 08.38 (UTC)[balas]
  2. Kedua bersifat pertanyaan terkait deskripsi paragraf keempat. Tertulis: "Kerajaan Babel maupun kerajaan-kerajaan di Syam memandang kematian Sanherib sebagai azab ilahi, sementara bangsa Asyur mungkin sekali sangat terpukul." Apakah tidak ada gambaran secara umum perihal azab ilahi tersebut? Padahal dalam kalimat sebelumnya diuraikan bahwa Sanherib meninggal karena dibunuh. Menurut saya, ada lompatan deskripsi di bagian tersebut karena opini pembaca langsung dibawa pada kesimpulan setiap kematian disebut sebagai azab ilahi oleh kedua kerajaan tersebut.
    • @Danu Widjajanto: --Glorious Engine (bicara) 4 Juni 2021 05.30 (UTC)[balas]
    • "Azab ilahi"nya ya kematian Sanherib itu sendiri, tetapi itu kan hanya anggapan dari orang Babel dan kerajaan-kerajaan Syam saja, sama seperti kalau ada gempa bumi di Indonesia sekarang, ada yang menganggap itu azab, sementara secara ilmiah itu adalah fenomena geologis --Danu Widjajanto (bicara) 4 Juni 2021 08.47 (UTC)[balas]
  3. Ketiga terkait dengan asumsi yang muncul di sub bab Putra Mahkota. Di paragraf kedua, alinea ketiga tertulis, "Entah apa alasannya, Sargon tidak pernah mengikutsertakan Sanherib dalam kampanye-kampanye militernya." Saya sebut asumsi, karena tidak dideskripsikan kalimat sebab-akibat mengapa Sanherib tidak pernah diajak. Padahal dijelaskan bahwa Josette Elayi mengetahuinya.
    • @Danu Widjajanto: --Glorious Engine (bicara) 4 Juni 2021 05.30 (UTC)[balas]
    • Itu bukan asumsi, memang dalam keterangan sejarah tidak ada indikasi kalau Sanherib pernah diajak, makanya ditulis tidak diketahui alasannya apa. Yang diyakini oleh Elayi itu penyesalan di benak Sanherib, bukan alasan kenapa dia tidak diajak. --Danu Widjajanto (bicara) 4 Juni 2021 08.47 (UTC)[balas]
  4. Keempat, terkait dengan rujukan, agaknya penulis belum sempat menambahkan rujukan di beberapa akhir kalimat. Padahal di sub bab referensi ada banyak sekali rujukan yang penulis gunakan dan ilmiah semuanya. Baiknya, ditambahkan rujukan-rujukan di akhir-akhir kalimat yang masih kosong supaya memenuhi kriteria artikel pilihan.
    • @Danu Widjajanto: --Glorious Engine (bicara) 4 Juni 2021 05.30 (UTC)[balas]
    • Paragraf pembuka memang tidak memakai rujukan sama sekali karena isinya sekadar merangkum bagian tubuh artikel yang memakai rujukan di setiap akhir paragraf. Yang jadi masalah itu kalau di paragraf pembuka ada keterangan yang tidak dapat ditemukan di bagian tubuh artikel, atau kalau ada paragraf atau akhir paragraf di bagian tubuh artikel yang tidak ada rujukannya sama sekali. Kalau yang dimaksud setiap kalimat harus ada rujukan, tidak ada aturan seperti itu, yang ada harus ada catatan kaki di setiap akhir paragraf, karena sering kali satu paragraf sumbernya hanya satu referensi saja, dan daripada mengulang-ulang di setiap akhir kalimat lebih ringkas untuk menambahkan catatan kaki di akhir paragraf. --Danu Widjajanto (bicara) 4 Juni 2021 08.47 (UTC)[balas]
  5. Kelima, bersifat apresiasi. Artikel ini telah memperlihatkan deskripsi yang memancing semangat bagi pembaca untuk membacanya. Bahkan, dari deskripsi yang ada dapat mendorong pembaca untuk mendalami dan mengetahui siapa Sanherib dan apa warisannya dalam kisah sejarah kebangsaan mereka. Kemudian, dalam hal kesalahan ketik yang sangat minim. Hal ini membuktikan bahwa artikel ini layak diusulkan sebagai artikel pilihan.

Demikian komentar dari saya, Semangat! - Pengguna:Aapriano (bicara) 4 Juni 2021 10.30 (UTC)[balas]


Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.