Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan/Luo Yixiu/2

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
CATATAN PENUTUP

Diluluskan setelah mendapat tinjauan dari dua pengguna dan juga sudah disunting lebih lanjut oleh satu pengguna lainnya. Tinjauan sudah ditanggapi dan para peninjau telah setuju. Danu Widjajanto (bicara) 10 Agustus 2020 12.29 (UTC)

Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Artikel ini disetujui.


Luo Yixiu[sunting sumber]

Pengusul: Glorious Engine (b • k • l) · Status:    Selesai

Terjemahannya sudah diperbaiki oleh M. Adiputra. --Glorious Engine (bicara) 18 Juli 2020 07.52 (UTC)

Komentar dari Masjawad99 (mendukung)[sunting sumber]

Secara sekilas sepertinya sudah bagus, aku coba komentar sambil baca lebih detail ya. Nanti kalau ada lagi akan kutambahkan.

  • Ini minor sekali, tetapi aku pribadi lebih suka menggunakan kata "hingga" untuk waktu ("sejak 1908 [hingga] kematiannya", "[hingga] akhirnya meninggal karena disenteri", "menjadi seorang aktivis petani [hingga] revolusi 1949"). Kalau tidak diganti juga tidak apa, ini hanya masalah gaya.
  • Typo: disenteri --> disentri. Kecuali kalau maksudnya meninggal karena disinari senter XD
  • Bagian "Pada waktu itu, Mao berusia empat belas tahun, sedangkan Luo secara keliru dinyatakan berusia dua puluh tahun oleh Edgar Snow, yang dibenarkan oleh biografer Mao, Ross Terrill dan Philip Short, tapi ditolak oleh Jung Chang dan Jon Halliday, serta Alexander V. Pantsov dan Stevn I. Levine, yang menyatakan bahwa Luo berusia delapan belas tahun saat menikah." sebaiknya dipecah jadi dua atau tiga kalimat.
  • "Ia menikah lebih dari tiga kali selama hidupnya" --> "Ia menikah tiga kali lagi selama hidupnya". Versi Inggrisnya pakai "three more times" bukan "more than three times".
  • "membuat status sosial mereka turun" --> "menurunkan status sosial mereka"
  • "membuatnya menjadi pengkritik" --> "menjadikannya pengkritik". Sebetulnya konstruksi begini (termasuk juga contoh yang di atas) sah-sah saja, tetapi menurutku lebih baik memanfaatkan akhiran kausatif karena kalimatnya jadi lebih padat--dan juga lebih ngindonesia karena konstruksi kausatif pakai sufiks nggak ada dalam bahasa Inggris.
  • "Setelahnya, Mao menikah dengan tiga lain" --> nggak lengkap kalimatnya. Apanya yang "tiga lain"?

Masjawad99💬 31 Juli 2020 16.56 (UTC)

  • "tuan tanah daerah setempat yang jatuh dalam kemiskinan" --> "tuan tanah daerah setempat yang sederhana". Di versi Inggrisnya pakai kata "impoverished", yang dalam konteks ini sama dengan "poor". Walaupun setahuku nuansanya sedikit berbeda, karena istilah "impoverished" mengakui adanya pemiskinan struktural, sementara "poor" menempatkan kemiskinan itu sendiri sebagai identitas seseorang.
    • Selesai Selesai --Glorious Engine (bicara) 1 Agustus 2020 00.31 (UTC)
      @Masjawad99 sepertinya 'jatuh miskin' lebih tepat di sini karena di bagian isinya ada keterangan " biografer Mao, Alexander V. Pantsov dan Steven I. Levine menyatakan bahwa mereka jatuh dalam kemiskinan" (terjemahan dari had fallen into poverty) Danu Widjajanto (bicara) 1 Agustus 2020 19.10 (UTC)
      @Danu Widjajanto: Aku coba cek buku yang dikutip, teks lengkapnya begini (penebalan tambahan sendiri):

      In either late 1907 or 1908, they picked out a suitable girl for him. She was a distant relative of Mao Zedong. The girl, named Luo Yigu (“First Daughter”), was four years older than Mao. (She was born on October 20, 1889.) Her father, Luo Helou, was a rural intellectual, a shenshi, but he was basically a farmer. The family was very poor and unfortunate.

      Baik sebelum maupun lanjutannya juga nggak ada keterangan apakah mereka awalnya keluarga berada yang kemudian jatuh miskin karena sesuatu hal atau memang dari awal sudah begitu keadaannya. Masjawad99💬 2 Agustus 2020 08.13 (UTC)
      @Masjawad99 wah berarti sebenarnya “tuan tanah” pun juga kurang tepat ya.. apa baiknya jadi “keluarga yang miskin” saja? Danu Widjajanto (bicara) 2 Agustus 2020 08.52 (UTC)
      @Danu Widjajanto: Ya, mungkin bisa begitu. Masjawad99💬 2 Agustus 2020 12.04 (UTC)
  • "ia dan Luo Yixiu merupakan subyek dari sebuah perjodohan yang diselenggarakan oleh ayah mereka" --> ini masih nginggris sekali terjemahannya ahahah. Mungkin "ia dan Luo Yixiu dijodohkan oleh ayah mereka" lebih pas.
  • "pengalaman Mao terhadap pernikahan tersebut" --> "pengalamannya menikah dengan Luo" lalu disambung dengan "menjadikannya pengkritik" mengikut poin soal kausatif di atas. Biar jelas kalau -nya di sini merujuk pada Mao, bukan Luo.
  • Aku kurang paham soal bahasa Tionghoa, tapi sebaiknya pastikan lagi apakah tepat menerjemahkan 绅士 sebagai "cendekiawan di desanya yang mencari nafkah sebagai petani". Apa yang dimaksud di sini sama dengan istilah "tuan tanah" yang dipakai di paragraf pembuka?
  • "Luo Helou dan istrinya memiliki lima anak dan lima putri" --> mungkin maksudnya "lima putra dan lima putri"
  • "Shaoshanchong, sebuah pedesaan kecil yang mengambil nama dari gunung Shaoshan di dekat tempat tersebut" --> "Shaoshanchong, sebuah desa kecil yang dinamai berdasarkan Pegunungan (? soalnya kayaknya daerah itu punya beberapa puncak gunung) Shaosan yang terletak di dekatnya"
  • Tidak semua artikel indefinit (a, an) perlu diterjemahkan jadi "sebuah", karena bahasa Indonesia tidak memerlukannya untuk menandai ketakrifan sebuah nomina. Kata "sebuah" dalam contoh berikut bisa dihapus:
    • "tercatat dalam sebuah buku karya Snow berjudul Red Star Over China" --> sekalian tambahkan "yang" sebelum "berjudul"
    • "dengan sebuah cara yang lazim pada masa itu"
    • "memaksanya ikut dalam sebuah penjodohan" --> sekalian ganti "penjodohan" dengan "perjodohan"
  • "Karena keempat saudara ibu Luo Yixiu, yang bermarga Mao, bertempat tinggal hanya berjarak dua li dari rumah Mao Yichang" --> ganti jadi "tinggal hanya sekitar dua li"
  • "Makam Luo Yixiu berada di sebuah gunung yang menghadap bekas tempat tinggal Mao Zedong di Shaoshanchong, yang berjarak beberapa langkah dari makam orangtuanya" --> hapus bagian yang ditebalkan
  • "Catatan Sejarah Agung" --> "Catatan Sejarawan Agung" per komentar Bung Japra di sini.

Masjawad99💬 31 Juli 2020 17.40 (UTC)

  • "Hubungan kekerabatannya dengan keluarga Mao mendukung pemilihan jodoh tersebut" --> "kemungkinan berperan dalam penjodohan" lebih sesuai dengan kalimat aslinya
  • Tambahkan ekuivalensi dalam kilometer untuk "dua li".
  • "Gagasan ini juga diungkapkan sebelumnya oleh [...] Clare Hollingworth" --> "Sebelumnya, gagasan ini pernah diungkapkan oleh.." lebih pas
  • "Dalam buku biografi Mao: The Unknown Story, Jung Chang dan Jon Halliday sependapat dan menyatakan bahwa pengalaman menikah dengan Luo telah membuat Mao menjadi seorang "penentang keras" perjodohan" --> mungkin lebih baik kalau persetujuan mereka diletakkan di awal, misalnya "Senada dengan gagasan ini, Jung Chang dan Jon Halliday menyatakan dalam buku biografi Mao: The Unknown Story bahwa pengalaman menikah dengan Luo [...]"

Masjawad99💬 1 Agustus 2020 07.45 (UTC)

Tambahan sedikit lagi @Glorious Engine:

  • "Shaoshan, Hunan, di selatan pusat Tiongkok—yang juga merupakan daerah asal Mao—keluarganya tergolong sebagai kaum miskin"
    • "di selatan pusat Tiongkok" terdengar agak aneh, mungkin bisa diparafrase jadi "di bagian selatan wilayah pusat Tiongkok"
    • Ganti tanda pisah dengan kurung, dan sisipkan koma setelah tutup kurungnya "[...] daerah asal Mao), keluarganya tergolong [...]"
  • Catatan kaki nomor [9] belum diterjemahkan
    • Saya hapus saja, saya nggak ngerti nerjemahinnya gimana --Glorious Engine (bicara) 3 Agustus 2020 04.01 (UTC)
  • "Setelahnya, Mao menikah dengan tiga wanita lain[...]" --> mungkin lebih baik dijabarkan saja menjadi "Setelah pernikahannya dengan Luo" atau "Setelah kematian Luo"

Masjawad99💬 3 Agustus 2020 03.54 (UTC)

Oke, sudah kubaca dan kuperiksa ulang dari awal sampai akhir. Setuju Setuju untuk dijadikan AP. Masjawad99💬 3 Agustus 2020 10.03 (UTC)

Komentar AMA[sunting sumber]

Saya Setuju Setuju. Di sini, saran saya begini:

  • bagian awal, alih² diberi judul "Riwayat awal" ada baiknya diberi nama "Latar belakang keluarga" saja.
  • nama desa, Shaoshanchong, tidak dipranalakan dan ditulis artikelnya? Pegunungan Shaoshan, tidak juga dipranalakan saja?
  • di subbag "Perkawinan", ada tertulis: "Upacara pernikahan tersebut berpuncak ketika para tamu memasuki kamar pengantin". Saran saya, "puncak acara pernikahan tersebut ialah ketika para tamu memasuki kamar pengantin".
  • subbag "Peristiwa setelahnya" ada tertulis: "...Luo Shiquan bergabung dengan Partai Komunis", supaya lebih ringkas, kenapa tidak memakai kata "masuk" saja?
  • bagian "Pengaruh terhadap Mao", ada tertulis: "Sebelumnya, keterangan semacam ini pernah diungkapkan oleh jurnalis dan sinolog, Clare Hollingworth", susun katanya bagaimana kalau: "Clare Hollingworth, jurnalis dan sinolog, pernah mengemukakan pandangannya yang seperti itu, sebelumnya"?
    • Selesai Selesai --Glorious Engine (bicara) 7 Agustus 2020 00.01 (UTC)
    • Maaf aku kurang setuju sama yang ini karena jadi rancu dengan gagasan yang diungkapkan Mao, padahal yang mau disampaikan sebenarnya adalah fakta bahwa Hollingworth pernah membuat penafsiran sejarah yang senada dengan Lee Feigon pada tahun 1985. Danu Widjajanto (bicara) 10 Agustus 2020 12.24 (UTC)

Sekian. Terima kasih. Overall, saya setuju artiel ini jadi AP. --AMA Ptk (bicara) 6 Agustus 2020 23.56 (UTC)


Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.