Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan/Inventarisasi hutan di Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
CATATAN PENUTUP

Setelah dipertimbangkan secara matang, sepertinya memang artikel ini masih cukup banyak yang perlu diperbaiki sebelum bisa memenuhi kriteria artikel pilihan. Selain itu masih perlu dirapikan lagi artikelnya karena banyak huruf besar yang penempatannya tidak tepat (contoh "inventarisasi hutan sering menggunakan Teknik sampling (atau Teknik pengambilan sampel)". Walaupun begitu, saya mengapresiasi kerja keras bung Ardana yang sudah mengembangkan artikelnya.  Mimihitam  3 April 2020 21.19 (UTC)

Diskusi di bawah adalah arsip dari pengusulan artikel pilihan. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.

Pencalonan artikel ini dikembalikan kepada pengusulnya.


Inventarisasi hutan di Indonesia[sunting sumber]

Pengusul: Ardana12 (b • k • l) · Status:    Selesai

Pengusulan dilakukan untuk keperluan penambahan poin pada kompetisi menulis Saraswati

Ardana12 (bicara) 7 Maret 2020 04.14 (UTC)

Komentar Mimihitam[sunting sumber]

Terima kasih bung karena sudah mengajukan artikel ini. Aku lihat artikelnya potensial, tetapi masih banyak yang perlu diperbaiki agar dapat memenuhi kriteria Artikel Pilihan.

  1. Pranala merah di artikelnya masih banyak. Salah satu kriteria AP adalah memiliki pranala merah yang sedikit. Mohon untuk dibirukan pranala-pranalanya.
    Selesai Selesai sudah saya ubah
    @Ardana12 pranala merahnya masih lumayan banyak tuh, sama kalau ada yang merah lebih baik dibirukan daripada dihapus, soalnya kalau nggak nanti sama peninjau lain bakal diminta untuk dipranalakan lagi kalau ada konsep yang perlu elaborasi lebih lanjut buat awam (contohnya tegakan rebah, tegakan berdiri, kubikasi).  Mimihitam  10 Maret 2020 10.09 (UTC)
    Selesai Selesai sudah dikurangi pranala merahnya, apakah masih perlu dikurangi lagi?
  2. Paragraf pembuka, bagian "Pengertian menurut Undang-Undang" dan "Pelaksanaan" hanya membahas inventarisasi hutan dari sudut pandang Indonesia, padahal ini istilah umum yang juga berlaku untuk negara lain. Ini memang Wikipedia Indonesia, tetapi kalau judulnya "inventarisasi hutan" isinya harus dengan sudut pandang global. Jadi menurutku bagian yang terlalu fokus ke Indonesia perlu dihapus dan dipindahkan ke halamannya sendiri, "inventarisasi hutan di Indonesia". Kemudian isi artikel bisa diperkaya dengan sudut pandang negara lain.
    Selesai Selesai sudah ditambah inventarisasi dari negara lain
  3. "Meskipun begitu, Intensitas Sampling sudah direncanakan dan dapat langsung diaplikasikan ke lapangan, seperti contoh:" ==> ini juga sama, terlalu fokus ke Indonesia
    sudah dipindah artikelnya
  4. "Meskipun begitu, Ukuran sampling sudah direncanakan dan dapat langsung diaplikasikan ke lapangan, seperti contoh:" ==> idem ditto
    sudah dipindah artikelnya
  5. Penggunaan kata "dimana" tidak baku, dimohon untuk diganti semuanya di artikelnya
    Selesai Selesai sudah saya ganti
  6. "Inventarisasi hutan pertama kali dilakukan pada sekitar abad ke-14 yang dimana pada saat itu terjadi eksploitasi tambang secara besar-besaran yang mengakibatkan sumber daya hutan terkena dampaknya" ==> Pertama kali dilakukan di mana? Eksploitasi tambang besar-besaran di mana?
    Selesai Selesai sudah saya tambah lokasinya
  7. Banyak paragraf yang tidak ada catatan kakinya sama sekali di bagian Pelaksanaan.. tetapi bagian ini juga bermasalah karena terlalu fokus ke Indonesia, jadi seperti yang sudah ditulis di atas, sebaiknya dipindah ke artikel sendiri "Inventarisasi hutan di Indonesia" dan kemudian isinya diganti dengan sudut pandang global
  8. Bagian Bentuk Sampling, informasi yang disajikan dalam bentuk poin-poin perlu dijadikan prosa, karena gaya Wikipedia selalu menggunakan prosa
    Selesai Selesai sudah diganti
  9. Secara umum kapitalisasi di artikelnya masih banyak yang perlu diperbaiki, contohnya "Inventarisasi hutan" di bagian sejarah seharusnya "inventarisasi hutan"

Segitu dulu, nanti kalau sudah dikerjakan aku akan berikan saran yang lebih mendetail. Terima kasih.  Mimihitam  7 Maret 2020 09.47 (UTC)

@Ardana12 mohon dipastikan agar ada catatan kaki di setiap akhir paragraf sesuai dengan kebijakan Wikipedia. Terima kasih.

  1. sudah ditambah catatan kakinya

 Mimihitam  24 Maret 2020 13.46 (UTC)

Hartono W[sunting sumber]

Aku cuman bingung aja, ini konteksnya banyak yang terlalu Indonesia-sentris sekali ya. Takut nggk balance, jadi opsinya tambahin negara lain, atau parafrase yang terlalu sempit konteksnya. Hartono W (bicara) 10 Maret 2020 17.22 (UTC)

Aku juga sependapat, seperti yang sudah aku tulis di atas. Solusi lain yang bisa dipertimbangkan adalah memindahkan artikelnya jadi "inventarisasi hutan di Indonesia".  Mimihitam  11 Maret 2020 10.42 (UTC)
  1. Selesai Selesai sudah ditambah inventarisasi dari negara lain – komentar tanpa tanda tangan oleh Ardana12 (bk).
    Bagian Indonesianya perlu digabungkan ke bagian yang sama dengan negara-negara lain. Jadi bisa dibuat "Inventarisasi di berbagai negara" dan Indonesia hanya salah satu yang ada di situ. Selain itu di bagian lain yang konteksnya sempit ke Indonesia (misalnya "Pengertian menurut Undang-undang") juga perlu dipindahkan ke bagian Indonesia. HaEr48 (bicara) 15 Maret 2020 16.48 (UTC)
    Iya, aku lihat artikelnya proporsinya masih terlalu fokus ke Indonesia, dari bagian paragraf pembuka sampai definisi dan pelaksanaannya masih Indonesia sekali. Cuma menambahkan contoh di 3 negara lain tidak membantu menyelesaikan problemnya karena isi artikel bener2 perlu dirombak agar cakupannya global. Sebagai contoh, di artikel hak asasi manusia pembahasannya pakai sudut pandang global di seluruh artikelnya... tidak ada pembahasan yang fokus ke Indonesia dengan mengambil definisi undang2 dll. Makanya kalau mau sebenarnya solusi lain untuk artikel ini adalah dengan memindahkannya ke halaman inventarisasi hutan di Indonesia. Jadinya untuk keperluan kompetisi masih bisa mengejar tenggat waktu tanggal 26 Maret untuk mengerjakan masukan-masukan yang lain.  Mimihitam  15 Maret 2020 17.24 (UTC)
    Untuk pemindahan artikel, dikarenakan sedang mengikuti kompetisi saraswati, harus menunggu hingga periode artikel pilihan selesai dan tidak bisa diubah judul artikelnya (tanggal 26 maret), setelahnya bisa dipindah.
    @Ardana12 nggak masalah kalau mau dipindah karena artikel Anda sebelumnya sudah dikirimkan ke juri... soalnya kalau seperti sekarang malah akan terganjal untuk dapat status Artikel Pilihan  Mimihitam  22 Maret 2020 22.34 (UTC)
    kalau seperti itu, baiklah boleh diganti, untuk caranya bagaimana?
    @Ardana12 sudah aku pindahkan ya ke inventarisasi hutan di Indonesia, dan isi yang sebelumnya membahas sejarah, Malaysia, dll, sudah aku masukkan di artikel inventarisasi hutan.. silakan disesuaikan lagi kalau perlu. Untuk peninjauan ini kita lanjut dengan inventarisasi hutan di Indonesia yang sudah komprehensif. Salam.  Mimihitam  24 Maret 2020 13.45 (UTC)

Ya sama periksain lagi ya ejaannya, misal masih ketemu di awal paragraf "Inventarisasi hutan berada di bagian pertama". Judul subbagian masih besar kecil. Hartono W (bicara) 10 Maret 2020 17.24 (UTC)

  1. Selesai Selesai sudah diganti judul dan ejaan

Komentar HaEr48[sunting sumber]

Terima kasih atas kerja kerasnya membuat artikel ini. Selain saran-saran peninjau lain di atas, aku juga punya beberapa saran agar artikel ini bisa menjadi artikel pilihan.

  • Pernyataan yang spesifik Indonesia, misal "Inventarisasi hutan diatur dalam Undang-undang (UU) No. 41 tahun 1999 …" perlu dikurangi dan kalaupun ada perlu ditandai konteksnya, misal... "Di Indonesia, …"
  1. Selesai Selesai sudah ditambah konteksnya
  • Kapitalisasi perlu diperhatikan, misal "Jerman" bukan "jerman" dan kata di tengah kalimat seperti p pada "dengan Pengukuhan kawasan" tidak perlu dikapitalkan.
  1. Selesai Selesai sudah diganti
  • Meskipun begitu, inventarisasi hutan merupakan aplikasi teknik sampling, sehingga inventarisasi hutan mulai berkembang dari abad ke-19 dan hingga abad ke-20. Apa hubungannya "merupakan teknik sampling" dengan "mulai berkembang dari abad ke-19"?
  1. Selesai Selesai sudah diganti
  • "Dimulai dari abad tersebut" abad yang mana? Sebelumnya disebutkan dua abad.
  1. Selesai Selesai sudah dijelaskan
  • oleh Dietrich Brandis. Dari pemerintah/institusi mana?
  1. Selesai Selesai sudah ditambah konteksnya
  • Forest Inventore. "Inventore" bukan kata bahasa Inggris
  1. Selesai Selesai sudah dihapus
  • Inventarisasi hutan memiliki pengertian yang lain seperti Inventore hutan, Perisalahan, dan/atau Perisalahan hutan: Apa maksudnya "sebutan lain" (alih-alih pengertian lain)?
  1. Selesai Selesai istilah lain maksudnya
  • Bagian "etimologi" hindari membahas hal-hal yang tidak nyambung seperti metode okuler.
  1. Selesai Selesai sudah disingkat
  • "Tingkatan inventarisasi hutan": Menurutku bagian ini terlalu panjang lebar dan banyak berulang-ulang, saran agar diringkas dan dijelaskan kenapa dibagi bertingkat-tingkat begitu dan dijelaskan perbedaannya dengan jelas tanpa harus panjang lebar.
  1. setiap tingkatan memiliki pelaksanaan, obyek, dan hasil yang berbeda-beda dan sudah rinci
  • Pelaporan hasil juga perlu diringkas lagi. Cukup informasi yang perlu diketahui pembaca umum saja, bukan informasi untuk pelaksana di lapangan. Misal, tidak perlu serinci sampai menyebut "kata pengantar yang ditandatangani oleh pimpinan instansi penyelenggara", atau "daftar pustaka", atau "lampiran"
  1. sudah umum untuk istilah tersebut
  • Bagian "teknik sampling" juga bisa diringkas dan kurangi bagian "berbunga-bunga" yang tidak menambah informasi. Misal, daripada "membutuhkan waktu yang lama dikarenakan luas areal hutan yang diperlukan untuk inventarisasi sangat luas" cukup "membutuhkan waktu yang lama untuk areal hutan yang luas", "biaya yang diperlukan sangat besar untuk menjangkau seluruh areal hutan" diringkas menjadi "membutuhkan biaya yang besar", dst.
  1. sudah diperbaiki
  • "Sampling acak sederhana (atau Simple random sampling) berasumsi bahwa pada suatu populasi yang akan diambil sampelnya memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel." Apa sumbernya menyebutkan "berasumsi". Setauku ini bukan asumsi tetapi justru memang itulah syarat suatu sampling dianggap sampling acak sederhana.
  1. Selesai Selesai sudah dihapus asumsinya
  • Sumber: Aku saran untuk bagian "teknik sampling" jangan terlalu bergantung pada sumber Indonesia. Tetapi, gunakan sumber kualitas tinggi secara internasional. Bukan meremehkan penulis Indonesia, tetapi ilmu ini kan tergolong umum (bukan spesifik ke negara tertentu saja) jadi sumber berkualitas tinggi banyak ada di negara/bahasa lain. Apalagi topik ini teknis sekali, jadi semakin tinggi kualitas sumber semakin bagus.
  • Rincian-rincian yang spesifik Indonesia harap dihilangkan, misal: berbagai intensitas sampling minimal untuk level nasional/provinsi/kabupaten/kota, dst.
  1. hanya sekedar contoh saja, tidak terlalu spesifik

Begitu dulu tinjauan awal, kalau tertarik memperbaiki nanti aku lanjut lagi. HaEr48 (bicara) 15 Maret 2020 19.55 (UTC)

Bung @HaEr48, judulnya sudah aku pindahkan ke inventarisasi hutan di Indonesia, jadi masalah porsi yang bias ke Indonesia sudah terselesaikan. Salam.  Mimihitam  24 Maret 2020 13.43 (UTC)

Diskusi di atas adalah arsip. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi halaman ini. Komentar selanjutnya dapat diberikan di halaman pembicaraan artikel.