Wikipedia:Artikel pilihan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Wikipedia:Artikel Pilihan)
Lompat ke: navigasi, cari
Bantuan · Komunitas · Portal · Isi Pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Artikel bagus · Artikel pilihan · Gambar pilihan · Daftar pilihan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 299 artikel pilihan dari 374.305 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.252 artikel di Wikipedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus tembolok

Harun Yahya

Harun Yahya adalah seorang penulis dan kreasionis Islam. Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme. Ia menjalankan dua organisasi yang di dalamnya dia juga merupakan Presiden Kehormatan, yaitu Bilim Araştırma Vakfı atau BAV ("Yayasan Penelitian Sains", didirikan pada tahun 1990), yang bertujuan mempromosikan kreasionisme, serta Milli Değerleri Koruma Vakfı ("Yayasan Perlindungan Nilai Nasional", didirikan pada tahun 1995) yang bertujuan mempromosikan nasionalisme Turki. Dalam dua dekade terakhir, Adnan Oktar banyak terlibat dalam sejumlah kasus hukum, baik sebagai terdakwa maupun penggugat. Ia menganut kreasionisme Bumi lama. Ia adalah seorang anti-Zionis dan anti-Mason, yang dianggapnya sebagai dua gerakan yang saling terkait. Meskipun ia menolak tuduhan anti-Semit, dan mengklaim bahwa paham tersebut berakar pada kekafiran dan Darwinisme. Ia juga dianggap sebagai seorang penyangkal Holocaust, berdasarkan bukunya Soykırım Yalanı (Kebohongan Holocaust). Namun belakangan, dalam wawancara dengan The Guardian (2007) ia menyangkal telah menulis buku ini. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Boenga Roos dari TjikembangSi RondaUmat Katolik Mangalore

ArsipArtikel pilihan lainnya...


Boenga Roos Dari Tjikembang

Boenga Roos dari Tjikembang adalah novel berbahasa Melayu rendah tahun 1927 yang ditulis oleh Kwee Tek Hoay. Buku tujuh belas bab ini menceritakan seorang manajer perkebunan bernama Oh Aij Tjeng (EYD:Oh Aiy Ceng) yang harus meninggalkan nyai (pasangan tanpa hubungan pernikahan) tercintanya, Marsiti, sehingga ia bisa menikah. Delapan belas tahun kemudian setelah putri Aij Teng, Lily meninggal, calon anak-mertua Aij Tjeng, Bian Koen menemukan bahwa Marsiti memiliki seorang putri, Roosminah, yang sangat mirip dengan Lily. Bian Koen dan Roosminah lalu menikah. Terinspirasi oleh lirik lagu berbahasa Inggris "If Those Lips Could Only Speak" (bahasa Indonesia: "Jika Bibir Itu Dapat Berbicara") dan sandiwara "Impian di Tengah Musim" karya William Shakespeare, Boenga Roos Bahasa Dari Tjikembang awalnya ditulis sebagai cerita garis besar untuk grup drama panggung Union Dalia. Kwee mencampurkan beberapa bahasa lainnya, khususnya Belanda, Sunda, dan Inggris; ia memasukkan dua kutipan dari puisi bahasa Inggris dan satu lagi dari lagu bahasa Inggris. Novel ini telah ditafsirkan berbagai sebagai suatu promosi teosofi, sebuah risalah pada konsep reinkarnasi Buddhisme, panggilan untuk pendidikan, sebuah ode penghormatan untuk para nyai, dan kecaman terhadap bagaimana mereka diperlakukan kala itu. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Si RondaUmat Katolik MangaloreTwinkle Khanna

ArsipArtikel pilihan lainnya...

Pah Wongso pada 1938

Pah Wongso adalah seorang pekerja sosial terkenal pada masyarakat etnis Tionghoa di Hindia Belanda dan kemudian Indonesia. Menempuh pendidikan di Semarang dan Surabaya, Wongso memulai pekerjaan sosialnya pada awal 1930-an, menggunakan seni tradisional seperti wayang golek untuk mempromosikan monogami dan abstinensi. Pada 1938, ia mendirikan sebuah sekolah untuk orang miskin, dan mengumpulkan uang untuk Palang Merah untuk dikirimkan ke China. Pada akhir 1938, Wongso menggunakan sebuah yayasan pertahanan hukum, yang mengumpulkan uang untuk dirinya ketika ia dituduh dengan tuduhan pemerasan, dalam rangka untuk mendirikan sekolah lainnya; pendirian sekolah tersebut disusul dengan pendirian sebuah pusat pelatihan pekerja pada 1939. Pada 1941, Star Film merilis dua film yang dibintangi olehnya dan menampilkan namanya pada judul kedua film tersebut. Pada masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda, Wongso dibawa ke serangkaian kamp konsentrasi di Asia Tenggara. Ia kembali ke Nusantara yang telah merdeka pada 1948, dan mengumpulkan sumbangan untuk Palang Merah dan menjalankan sebuah tempat pelatihan pekerja sampai kematiannya, pada 1974. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Harun YahyaBoenga Roos dari TjikembangSi Ronda

ArsipArtikel pilihan lainnya...

Pengusulan artikel pilihan

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula