Wawancara kerja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Wawancara kerja adalah suatu jenis tahapan dalam seleksi kerja yang melibatkan percakapan antara pelamar/pencari kerja dengan pihak perwakilan dari organisasi yang mempekerjakan untuk melihat, apakah calon pekerja merupakan kandidat yang tepat atau tidak. Sebelum tahap wawancara kerja biasanya didahului oleh evaluasi rangkuman riwayat hidup tiap pencari kerja, kemudian perusahaan akan memilih sejumlah kecil kandidat untuk melakukan proses selanjutnya yaitu wawancara kerja. Sampai saat ini wawancara kerja masih dipandang sebagai salah satu proses yang paling penting bagi perusahaan untuk mengevaluasi karyawan potensial yang di diperlukan oleh perusahaan. Dalam tahap wawancara kerja memungkinkan calon karyawan untuk dapat mendapatkan informasi seputar budaya kerja dan peraturan-peraturan dalam sebuah perusahaan. Wawancara kerja biasanya memiliki beberapa tahapan. Di Indonesia biasanya tahap paling awal setelah seleksi administrasi adalah wawancara dengan staf rekrutmen, selanjutnya wawancara kerja dengan calon atasan, atau bisa juga jajaran direksi, bahkan beberapa perusahaan menggunakan jasa profesional konsultan dari kalangan psikolog agar mendapatkan karyawan yang lebih potensial, loyal, dan sehat secara rohani.[1][2][3][4][5]

Proses wawancara[sunting | sunting sumber]

  • Tahap sebelum pewawancara bertemu dengan kandidat yang akan diwawancara.
  • Tahap dimana wawancara berlangsung.
  • Tahap pewawancara memberi penilaian dan kesimpulan mengenai kualifikasi dan potensi yang dimiliki oleh kandidat calon pekerja, yang selanjutnya akan membuat keputusan hasil akhir.

Tipe wawancara kerja[sunting | sunting sumber]

Wawancara terstruktur[sunting | sunting sumber]

Wawancara terstruktur adalah wawancara yang dilakukan dengan berpedoman pada suatu catatan yang telah dipersiapkan, atau dengan kata lain pewawancara mengajukan hal yang sama kepada tiap-tiap calon kadidat dalam seleksi kerja.

  • Mendasarkan pertanyaan pada analisis dari pekerjaan target (yaitu, mengikat pertanyaan untuk kompetensi yang dibutuhkan oleh pekerjaan)
  • Mengajukan pertanyaan yang sama masing-masing calon
  • Mengajukan pertanyaan tipe tertentu (misalnya, bertanya tentang pekerjaan spesifik perilaku masa lalu atau apa yang akan dilakukan dalam situasi yang berhubungan dengan pekerjaan hipotetis).
  • Menggunakan rinci, skala rating berlabuh perilaku (yaitu, skala penilaian dengan contoh-contoh perilaku untuk mengilustrasikan poin sepanjang skala)[3]

Wawancara terstruktur sendiri terdiri atas:

  • Wawancara Kerja Situasional: Wawancara situasional adalah wawancara dengan meminta pelamar kerja untuk membayangkan serangkaian keadaan dan kemudian menunjukkan bagaimana mereka akan merespon dalam situasi tertentu. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berorientasi ke masa depan.
  • Wawancara Kerja Perilaku: Dalam wawancara perilaku Perilaku pewawancara meminta responden (calon pekerja) untuk menceritakan apa yang mereka lakukan di masa lalu, baik dalam hal pekerjaan atau situasi kehidupan yang relevan dengan pekerjaan. Baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang dibutuhkan dalam sebuah pencapaian.[5]

Jenis wawancara kerja:[sunting | sunting sumber]

  • Seleksi: Jika pelamar atau kandidat untuk menduduki jabatan berjumlah lebih dari satu orang maka, dilakukan wawancara kerja untuk menyeleksi siapa di antara kandidat yang paling terkualifikasi sehingga bisa dilanjutkan ke tahap seleksi berikutnya. Wawancara seleksi biasanya berlangsung singkat antara 15-30 menit.
  • Wawancara Telepon: Demi menghemat biaya dan efisiensi waktu, banyak recruiter yang melakukan wawancara kerja melalui telepon. Oleh sebab itu, pelamar harus siap dihubungi sewaktu-waktu, sebab seringkali recruiter tidak memberikan pilihan bagi pelamar untuk menentukan waktu kapan ia siap diwawancarai melalui telepon
  • Wawancara di kampus atau sekolah: Meskipun tidak banyak perusahaan yang melakukan wawancara di kampus, namun untuk perusahaan-perusahaan tertentu yang mencari lulusan untuk dilatih lebih lanjut, cara ini dinilai sangat efektif karena memberikan akses bagi perusahaan tersebut untuk mendapatkan kandidat terbaik yang mungkin sangat sulit diperoleh jika menunggu kandidat tersebut datang melamar.
  • Wawancara Teleconference: Perkembangan dunia teknologi saat ini memungkinkan wawancara ini dilakukan. Beberapa perusahaan di Indonesia sendiri telah banyak melakukan jenis wawancara ini.
  • Wawancara di Pameran Kerja: Pameran kerja diadakan untuk menjembatani perusahaan dengan para pencari kerja.[7]

Rerensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ 1.[en] http://dictionary.cambridge.org/dictionary/business-english/job-interview
  2. ^ 2.[en] Dipboye, R. L., & Macan, T. (1988). A process view of the selection-recruitment interview. In R.Schuler, V.Huber, & S.Youngblood (Eds.), Readings in personnel and human resource management (pp. 217–232). New York: West.
  3. ^ 3. [en]Huffcutt dan Arthur (1994)
  4. ^ 4. [en] Latham, G. P., Saari, L. M., Pursell, E. D., & Campion, M. A. (1980). The situational interview. Journal of Applied Psychology, 65, 422–427.
  5. ^ 5. [en]Janz, T. (1982). "Initial comparison of patterned behavior description interviews versus unstructured interviews.". Journal of Applied Psychology67: 577–580. doi:10.1037/0021-9010.67.5.577.