Watugajah, Gedangsari, Gunung Kidul

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Watugajah
Desa
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
KabupatenGunung Kidul
KecamatanGedangsari
Luas795,81 ha.
Jumlah penduduk5247

Watugajah adalah desa di kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Jarak Desa Watugajah dari pusat pemerintah kecamatan yaitu 5 km, dan 35 km dari ibu kota Kabupaten Gunung Kidul atau 60 km dari Kota Yogyakarta. Desa ini berbatasan langsung dengan Provinsi Jawa Tengah.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sebelum tahun 1995 Desa Watugajah merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Nglipar. Tetapi sejak tahun 1995 dengan adanya Peraturan Pemerintah nomor 23 tahun 1995 tentang Pembentukan Dua Kecamatan di wilayah Kabupaten Gunungkidul bersama Desa Mertelu, Hargomulyo dan Watugajah menjadi bagian wilayah Kecamatan Gedangsari hingga kini.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Provinsi Jawa Tengah
Timur Desa Tegalrejo
Selatan Desa Hargomulyo dan Desa Mertelu
Barat Desa Sampang

Pembagian wilayah[sunting | sunting sumber]

  1. Dukuh Gunungcilik
  2. Dukuh Jelok
  3. Dukuh Plasan
  4. Dukuh Tamansari
  5. Dukuh Watugajah

Geografis[sunting | sunting sumber]

Letak geografis Desa Watugajah berada di bagian utara Kecamatan Gedangsari yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Klaten di Provinsi Jawa Tengah. Luas wilayahnya 795.81 ha. Desa ini berada di ketinggian wilayah antara 150-500 meter diatas permukaan air laut, dengan topografi sebagian besar merupakan dataran tinggi terutama bagian selatan yang merupakan perbukitan. Suhu udara di wilayah ini rata-rata berkisar 23°-37 °C dengan curah hujan sedang.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk Desa Watugajah kini mencapai 5.247 jiwa dengan jumlah kepala keluarga 1.238 KK. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani, disamping ada juga yang bekerja sebagai pedagang, wiraswasta, peternak, pegawai negeri, karyawan swasta dan buruh.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Penghasilan utama penduduk dari pertanian yaitu padi, kedelai, jagung, kacang tanah, kacang hijau, dan ketela. Selain dari hasil pertanian penduduk Desa Watugajah juga memiliki penghasilan dari perkebunan yaitu meliputi srikaya, mangga dan pisang. Bahkan untuk buah srikaya dan mangga merupakan produk unggulan para petani di Desa Watugajah, karena hasil buah-buahan ini sudah dikenal sejak dulu oleh masyarakat di sekitar seperti Klaten, Prambanan, Wedi, Surakarta maupun Yogyakarta. Sehingga pada musim panen buah mangga atau srikaya banyak dijual ke luar daerah bahkan tak sedikit pembeli atau pedagang yang datang dari luar wilayah berkunjung ke daerah ini.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]