Lompat ke isi

Wali Nanggroe Aceh

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Wali Nanggroe Aceh
Wali Nanggroë Acèh / لواي نڠݢروء اچيه
Lambang Lembaga Wali Nanggroë
Petahana
Tgk Malik Mahmud Al‑Haythar

sejak 16 Desember 2013
Lembaga Wali Nanggroe Aceh
GelarHis Excellency (Al‑Mukarram)
KediamanMeuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar
KantorBanda Aceh, Aceh, Indonesia
Masa jabatan5–7 tahun (belum konsisten dalam qanun)
PendahuluWali Negara Aceh
DibentukDitetapkan lewat Qanun Aceh & UU Pemerintahan Aceh 2006
Pejabat pertamaTgk Malik Mahmud Al‑Haythar
WakilMuzakir Manaf (Waliyul 'Ahdi)
Situs webhttp://walinanggroe.acehprov.go.id

Wali Nanggroe Aceh (bahasa Aceh: Wali Nanggroë Acèh) adalah jabatan adat tertinggi di Provinsi Aceh yang memimpin Lembaga Wali Nanggroe Aceh, lembaga kepemimpinan tradisional masyarakat Aceh, sebagai simbol persatuan rakyat Aceh dan penjaga adat istiadat. Lembaga ini berdiri di atas kekhususan Aceh berdasarkan MoU Helsinki 2005 dan diatur dalam Undang‑Undang Pemerintahan Aceh (UU No. 11/2006) serta qanun‑qanun Aceh.[1]

Lembaga Wali Nanggroe dibentuk sebagai salah satu poin implementasi Perjanjian Damai Helsinki antara RI dan GAM tahun 2005, yang mengamanatkan pembentukan lembaga dengan semua alat upacara dan gelar tradisional.[2] Lembaga ini diberi dasar hukum oleh UU Pemerintahan Aceh 2006 (Pasal 96–97). Wali Nanggroe pertama yang diangkat sesuai qanun Aceh adalah Tgk Malik Mahmud Al‑Haythar, dilantik pada 16 Desember 2013.[3]

Kedudukan dan Fungsi

[sunting | sunting sumber]

Wali Nanggroe bukan bagian dari lembaga eksekutif, legislatif, maupun yudikatif pemerintahan, melainkan pemimpin adat dan simbol persatuan rakyat Aceh.[4] Lembaga ini:

  • Mengatur dan mengawasi pelaksanaan adat istiadat, tradisi, dan upacara Aceh.[5]
  • Memberikan gelar dan derajat kehormatan adat kepada individu baik domestik maupun internasional.[6]
  • Memberi nasihat, masukan, dan pandangan kepada pemerintahan Aceh terkait isu adat dan masyarakat.[7]
  • Berperan dalam memperkuat perdamaian, persatuan, dan identitas budaya Aceh.[8]

Pemilihan dan Masa Jabatan

[sunting | sunting sumber]

Prosedur pemilihan Wali Nanggroe diatur melalui qanun Aceh yang relevan serta peraturan lembaga sendiri. Masa jabatan Wali Nanggroe secara tradisional tidak dibatasi, tetapi ada pengusulan perubahan qanun untuk menetapkan periode tertentu antara 5–7 tahun.[9]

Struktur Organisasi

[sunting | sunting sumber]

Lembaga Wali Nanggroe Aceh terdiri dari:

  • Wali Nanggroe (pemimpin)
  • Waliyul ‘Ahdi (wakil/deputi)
  • Dewan Tuha Peuet, Dewan Fungsional, dan Dewan Struktural (rahib tradisi/adat)
  • Keurukon Katibul Wali (sekretariat)[10]

Kontroversi

[sunting | sunting sumber]

Beberapa pihak menyatakan bahwa kedudukan Wali Nanggroe sebagai jabatan adat perlu dibatasi masa jabatannya agar sesuai prinsip good governance karena lembaga ini bukan lembaga pemerintahan.[11]

Bacaan Tambahan

[sunting | sunting sumber]
  • “Wali Nanggroe: Transformasi, Eksistensi dan Model Penguatan Kelembagaan,” JSPM.[13]
  • “Dynamics of Asymmetric Decentralization on Aceh Regional Autonomy,” Journal of Governance & Public Policy.[14]

Referensi

[sunting | sunting sumber]

Templat:Notlist