Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari WP:SUMATRA)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Warung Kopi - diskusi bahasa   kirim topik baru

Bagian ini digunakan untuk mendiskusikan dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa Indonesia di Wikipedia berpedoman kepada ejaan yang disempurnakan. Lihat pula:

Ingat beri tanda tangan dan tanggal pada akhir pesan Anda dengan cara mengetikkan ~~~~. Harap menambahkan topik baru hanya di bagian bawah halaman ini.
Warung Kopi
Kebijakan
Usulan
Teknis
Bahasa
Berita
Lain-lain
Facebook
Semua
Kembali ke atas
Pengguna yang berulang tahun hari ini, Jumat, 19 April 2019
Nuvola apps cookie.svg Selamat ulang tahun, M. Adiputra!
Lihat pula tokoh yang berulang tahun hari ini
(Tambahkan tanggal lahir Anda, dan jangan lupa mengucapkan selamat {{ulang tahun}} kepada mereka)


Kompetisi olahraga bercabang[sunting sumber]

Mohon pendapat dari rekan-rekan sekalian tentang penamaan cabang olahraga, terutama dalam bulu tangkis dan sepak bola, yakni:

Selain itu ada dua hal lainnya, yakni:

  • tentang kata-kata yang menggambarkan laki-laki dan wanita dalam cabang, apakah lebih baik menggunakan putra/putri atau pria/wanita
  • preposisi "pada" atau "dalam".

Terima kasih. Albertus Aditya (bicara) 3 Maret 2019 09.52 (UTC)

Saya lebih sreg dengan pola penamaan Bulu tangkis pada Pesta Olahraga Asia 2018 – Tunggal putra. Karena lebih jelas. Sedangkan untuk menjelaskan lelaki atau wanita lebih baik menggunakan istilah putra/putri karena istilah ini sudah lazim. Untuk preposisinya sebaiknya menggunakan "pada". Saya malah baru sadar ada artikel dengan pola penamaan seperti Sepak bola pria pada Olimpiade Musim Panas 2004 Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 4 Maret 2019 13.08 (UTC)

Memanggil HaEr48 atau Japra Jayapati jika mungkin ada komentar lainnya. Salam. Albertus Aditya (bicara) 8 Maret 2019 13.12 (UTC)

@Albertus Aditya: Putra/putri sudah lazim dipakai. Untuk preposisi, dalam konteks ini pilihan kata "pada" maupun "dalam" saya rasa tidak akan menimbulkan kebingungan, saya pribadi cenderung pilih "dalam". Mengenai judul, saya lebih sreg dengan "Bulu tangkis tunggal putra dalam Pesta Olahraga Asia 2018" dan "Sepak bola putra dalam Olimpiade Musim Panas 2004". تابيق ~ Japra (obrol) 9 Maret 2019 02.34 (UTC)
Albertus Aditya Untuk bulu tangkis, gunakan "putra" dan "putri", seperti "tunggal putra", "tunggal putri", "ganda putra", dan "ganda putri". Untuk sepak bola, gunakan "pria" dan "wanita". Janggal rasanya jika ditulis "sepak bola putra" atau "sepak bola putri". Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 9 Maret 2019 05.53 (UTC)
Hanamanteo Kira-kira kenapa kah harus dipisah sendiri untuk pria dan wanita dalam sepak bola? Atau perlu kita daftar olahraga mana yang menggunakan putra/putri dan pria/wanita? Kalau hasil pencarian dengan mesin pencari, istilah sepak bola putri sendiri cukup banyak juga, walaupun memang tidak sedikit yang menggunakan sepak bola wanita. Salam. Albertus Aditya (bicara) 9 Maret 2019 13.52 (UTC)
Untuk putra/i, lebih generik, karena bisa digunakan untuk turnamen U-21, U-17, U-15, dsb. "Kompetisi sepak bola pria U-15" akan menjadi janggal. Hal ini bisa diterapkan untuk semua usia dan semua cabang olahraga.
Untuk pada/dalam, "pada" lebih menunjuk pada waktu kompetisi, sementara "dalam" menunjuk di dalam kompetisi tersebut. Karena lebih membicarakan perihal waktu, maka penggunaan "pada" menurut saya lebih tepat.
Untuk pola judul, saya merupakan salah satu yang berpendapat tidak perlu dipisah-pisah antara sub-kelompok kompetisi. Toh masing-masing tidak terlalu panjang. Di halaman utamanya: Bulu tangkis pada Pesta Olahraga Asia 2018, di bawah "Hasil" dapat ditulis bagian "Penyisihan". ꦱꦭꦩ꧀Bennylin debat 14 Maret 2019 23.31 (WIB)

Untuk hal ini, setelah melakukan perbandingan ke beberapa wiki menemukan bahwa beberapa Wiki "besar" (fr, es) mengikuti format "nama" "cabang" pada "turnamen" (de rata-rata seperti ide Bennylin yang hanya artikel utama, dan rincian digabungkan), misal pada kasus sepak bola putra pada Olimpiade 2016: fr, es. Hal ini diikuti juga untuk penamaan singkat seperti pada Grup A Piala Dunia FIFA 2018. Namun perlu sedikit berbeda untuk judul artikel yang cukup panjang seperti pada kasus Kualifikasi Piala Dunia FIFA, di mana es tetap dengan format panjang, sementara fr memberikan pemisahan. Untuk tetap mengakomodir bahwa judul artikel harus jelas (per pendapat Ilham151096), maka untuk artikel Kualifikasi Piala Dunia FIFA akan menggunakan format seperti en, contoh pada Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 – Babak Pertama AFC. Jika masih ada tanggapan/komentar agar dapat disampaikan. Albertus Aditya (bicara) 3 April 2019 10.55 (UTC)

Hasil diskusi
  • Cabang olahraga:
    • "Nama olahraga" pada "Turnamen" – "Cabang olahraga" (mis. Bulu tangkis pada Pesta Olahraga Asia 2018 – Tunggal putra): Ilham151096
    • "Nama olahraga" "Cabang olahraga" pada "Turnamen" (mis. Bulu tangkis tunggal putra pada pada Pesta Olahraga Asia 2018): Japra Jayapati, Albertus Aditya
    Pengecualian untuk Kualifikasi Piala Dunia FIFA.
    • Lainnya: Bennylin (dijadikan satu artikel)
  • Pada/dalam:
    • Pada: Ilham151096, Bennylin, Albertus Aditya
    • Dalam: Japra Jayapati
  • Putra-putri/Pria-wanita
    • Putra/putri: Ilham151096, Bennylin, Albertus Aditya
    • Pria/wanita:
    • Gabungan: Hanamanteo (putra/i untuk bulu tangkis, pria/wanita untuk sepak bola)

Perubahan Sumatera menjadi Sumatra[sunting sumber]

Menimbang:

  • Bahwa di KBBI ejaan yang baku dari "Sumatera" adalah "Sumatra"
  • Bahwa sebelumnya penggunaan "Sumatera" di WBI mengacu pada konsensus yang tidak melalui pemungutan suara
  • Dalam contoh sebelumnya, yaitu "Perancis vs Prancis", komunitas WBI secara jelas menggunakan KBBI sebagai rujukan, baik pada era ketika KBBI menggunakan "Perancis" (KBBI cetak) maupun ketika berubah menjadi "Prancis" (KBBI daring)

Mengingat:

Maka saya menganjurkan bahwa artikel-artikel dengan judul maupun isi mengandung kata Sumatera seyogianya digantikan dengan Sumatra, dan hal ini dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kemudian, mengingat bahwa hal ini bukan sesuatu yang perlu kita voting, maka di sini kita hanya akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan rencana dari penggantian massal tersebut saja, seperti daftar artikel, kapan hal ini dilaksanakan, pemanfaatan bot, dll.. ꦱꦭꦩ꧀Bennylin cakap 9 Maret 2019 02.13 (WIB)

  • Setuju Setuju untuk diubah supaya ejaan kita konsisten dengan penghilangan kelebihan e (Inggris, Spanyol, Prancis, dll).  Mimihitam  9 Maret 2019 00.24 (UTC)
  • Komentar Komentar jika penggantian massal dilakukan, perlu diantisipasi agar tidak mengubah: nama berkas gambar, url pranala, judul buku/karya. Semoga bisa. Apa ini berlaku juga bagi harimau sumatera?  RahmatdenasMengecat   9 Maret 2019 01.15 (UTC)
  • Setuju Setuju Demi konsistensi. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 9 Maret 2019 01.29 (UTC)
  • Setuju Setuju. Penyisipan huruf "E" merupakan ortografi pada bahasa Malaysia. Contohnya: putera, isteri, sastera, Inggeris, Sepanyol, dll. Itu semua tidak diakui sebagai ejaan yang baku oleh Pusat Bahasa (cek KBBI). Nah, Anda sekalian tidak ingin mengikuti ejaan di Malaysia, bukan? -- Adiputra बिचर -- 9 Maret 2019 16.25 (UTC)
    • @M. Adiputra: Haha, valid sekali alasannya :P Apa terang atau perang mesti kita ganti jadi trang dan prang juga? HaEr48 (bicara) 9 Maret 2019 22.22 (UTC)
      • Pada kata terang dan perang, bunyi [e] jelas sekali terbaca. Bandingkan dengan kata transkrip atau praja.
Intinya, sudah ada pedoman tentang ejaan bahasa Indonesia, dan ada KBBI. Tidak perlu lagi kita tarik ulur masalah. -- Adiputra बिचर -- 10 Maret 2019 02.11 (UTC)
Baiklah Aku bercanda aja kok Bung. Btw, menurutku tolok ukurnya adalah KBBI. Bunyi [e] jelas atau tidak itu untuk kata seperti putera atau Perancis, menurutku tergantung dialek atau malah tergantung pengucapan pribadi, jadi tidak bisa jadi tolok ukur objektif. Ada juga seperti anugerah yang punya pola yang sama (banyak orang menghilangkan bunyi [e]-nya saat berbahasa lisan) tetapi KBBI belum menghilangkan huruf e nya. Untuk kasus Sumatra, kalau KBBI menggunakan Sumatra baiklah aku setuju begitu. HaEr48 (bicara) 10 Maret 2019 03.00 (UTC)
  • Tidak setuju Tidak setuju Saya pikir penggunaan Sumatera dan Perancis sudah cukup meluas di sini, dan saya anjurkan supaya pemakaiannya dianggap sebagai suatu kebiasaan secara yang sui generis telah diterima oleh komunitas. Kita tidak perlu baku-baku amat mengekor pada kamus di sini; melenceng sekali-kali saya pikir tiada masalah. Muhraz (bicara) 10 Maret 2019 06.46 (UTC)
    • ^ Rasanya ini bukan argumen yang bersubstansi. Di sini juga banyak kesalahan-kesalahan umum lain atau penggunaan kata informal yang menyebar secara luas, yang paling gampang adalah soal "dilanggar" dan "di langgar". Bukan berarti dibiarkan begitu saja. Wikipedia Bahasa Indonesia menggunakan bahasa Indonesia standar sesuai dengan pedoman PUEBI dan KBBI, bukan memakai bahasa atau ejaan yang menjadi kebiasaan sehari-hari.  Mimihitam  10 Maret 2019 11.35 (UTC)
    • Memanggil juga: mas IvanLanin  Mimihitam  10 Maret 2019 11.59 (UTC)
      • Kesalahan yang terus menerus dilakukan oleh banyak orang, lama-lama akan dianggap sebagai kebenaran (lazim, lumrah). Maka dari itu, biasakan mengutamakan apa yang dibenarkan, daripada memelihara kesalahan. -- Adiputra बिचर -- 11 Maret 2019 03.42 (UTC)
        • Yah, sudah diubah, mau diapakan lagi ya. Per Gombang, saya pikir KBBI tidak perlu dijadikan rujukan yang benar-benar terpatok, karena ia terus direvisi dan disempurnakan. Pikir liar saya saja barangkali: kalaulah KBBI edisi selanjutnya mencantumkan "Sumatera" alih-alih "Sumatra", apakah kita akan mengubah lagi pemakaiannya di sini semata-mata karena "mengikuti KBBI"? Muhraz (bicara) 21 Maret 2019 05.07 (UTC)
  • Komentar Komentar, kesusahan disini kan dikarenakan Bahasa Indonesia itu Conlang (constructed language) yang dimana perancis dan prancis, Sumatera dan Sumatra sudah luas penggunaannya. Kalaupun harus dijadikan baku per KBBI kita harus melihat penggunaannya di masyarakat luas.--AldNonBicara? 11 Maret 2019 03.52 (UTC)
    • Semua bahasa standar/baku itu conlang, termasuk bahasa Inggris Standar, bahasa Prancis Standar, maupun bahasa Jerman Standar. Makanya sudah sepatutnya kita mengikuti panduan dari KBBI dan PUEBI sebagai acuan bahasa standar tersebut. Sebagai contoh, kalau lagi menulis teks akademik dengan bahasa Inggris Standar, tidak akan diterima kalau teksnya memakai kata-kata tidak baku seperti gonna, wanna, atau gotta, apalagi salah eja yang sangat umum di kalangan penutur bahasa Inggris yang tidak bisa membedakan "its" dan "it's". Beda dengan perbincangan santai di Warung Kopi seperti ini atau di Facebook, kalau seperti itu mau pakai ejaan-ejaan yang tidak baku juga tidak masalah. Mengingat Wikipedia Indonesia adalah sebuah ensiklopedia resmi yang memakai bahasa standar dan bukan bahasa sehari-hari, jadi sudah sepatutnya yang dipakai adalah ejaan standar resmi dan bukan ejaan yang paling banyak dipakai sehari-hari.  Mimihitam  11 Maret 2019 06.00 (UTC)
      • Kita jelas perlu acuan. Kadangkala, di antara kalangan tenaga pendidik pun ada yang tidak konsisten dalam masalah ejaan (ini jelas kekurangan dalam dunia pendidikan), dan justru memilih ejaan yang salah, yang dianggapnya benar. Agar ada konsistensi, kita perlu acuan, rujukan, sumber yang bonafide. -- Adiputra बिचर -- 11 Maret 2019 08.47 (UTC)
  • Setuju Setuju untuk "Sumatera" -> "Sumatra" dan "samudera" -> "samudra" (menurut KBBI). "sudah cukup meluas" tidak merupakan argumen kuat. Taylor 49 (bicara) 11 Maret 2019 11.55 (UTC)
  • Setuju Setuju Mengikuti KBBI saja. Supaya mudah ketika menjelaskan pada umum bahwa standar yang digunakan berasal dari KBBI. RaymondSutanto (bicara) 15 Maret 2019 03.17 (UTC)
  • Tidak setuju Tidak setuju Telat sih karena baru lihat. Bukan masalah besar juga karena saya sendiri juga sudah jarang mengedit Wikipedia. Saya menganggap KBBI lebih sebagai "pemberi saran" bukan penentu (penyusunnya sendiri juga sering tidak konsisten). Saya juga tidak setuju dengan argumen bahwa penggunaan e pepet itu standar Malaysia yang sebaiknya dihindari. Gombang (bicara) 19 Maret 2019 18.19 (UTC)
    • Masalahnya kita kan mau menulis ensiklopedia dengan bahasa baku dan standar, jadinya perlu ikut KBBI sebagai acuan bakunya, sama seperti bahasa Prancis standar akan ikut acuan baku Académie française dan tidak akan pakai kata-kata tidak baku seperti bouffe atau bordel. Kalau soal penulis KBBInya juga tidak konsisten, jika konteksnya adalah dalam pembicaraan sehari-hari ya tidak masalah, karena kalau kita bicara boleh pakai bahasa gaul dan tidak baku, beda kalau kita menulis. Dan kalaupun tidak konsistennya dalam menulis resmi, ini juga bukan argumen yang bersubstansi dan tergolong sebagai ad hominem.  Mimihitam  20 Maret 2019 08.45 (UTC)
  • Setuju Setuju Per Mimihitam. flixwito ^(•‿•)^ 20 Maret 2019 03.18 (UTC)

Daftar halaman[sunting sumber]

Berikut daftar halaman yang didapat dari pencarian "intitle". Silakan dikategorikan, dilengkapi, dikomentari, dsb. ꦱꦭꦩ꧀Bennylin bincang 12 Maret 2019 01.02 (WIB) 11 Maret 2019 18.02 (UTC)


Daftar tugas[sunting sumber]

Berhubung sudah seminggu diskusi dan tidak ada penolakan terhadap perubahan ini, maka langkah selanjutnya adalah mengubah halaman-halaman yang menggunakan Sumatera menjadi Sumatra (dengan beberapa perkecualian).

  1. Selesai Selesai Mengalihkan artikel dan templat
  2. Selesai Selesai Mengalihkan kategori dan memastikan kategori lama sudah kosong (bisa menunggu setelah bot selesai mengganti secara otomatis)
  3. Selesai Selesai Operator bot mencari dan mengganti kata Sumatera menjadi Sumatra di ruang nama utama, templat, dan kategori
  4. Mengecek perkecualian di artikel2 yang didaftarkan di atas
  5. Selesai Selesai Mengecek ruang nama lain selain utama, tempat, dan kategori dan mengganti Sumatera menjadi Sumatra secara manual/semi-manual

Untuk ringkasan penyuntingan, jangan lupa cantumkan WP:SUMATRA. daftar perubahan ꦱꦭꦩ꧀Bennylin cakap 17 Maret 2019 10.03 (WIB)

Artikel2 yang tetap menggunakan Sumatera[sunting sumber]

Yang perlu diperhatikan: provinsi2 di Sumatera serta institusi2 di sana (misalnya universitas, sekolah, rumah sakit, dll.) menggunakan Sumatera. Untuk nama provinsi dan artikel2 turunannya dapat kita alihkan menjadi Sumatra, tapi nama institusi sebaiknya tetap, misalnya Universitas Sumatera Utara, dll (cf. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, bukan November). Namun ini berarti di dalam artikel tersebut akan terdapat dua pengejaan Sumatra: "Universitas Sumatera Utara adalah salah satu universitas terbaik di pulau Sumatra". Operator bot harap berhati2. ꦱꦭꦩ꧀Bennylin bincang 14 Maret 2019 06.32 (WIB)

Memang. Tetapi saya berpikir-pikir: apakah ejaan seperti "Artikel2" dan "berhati2" masih keren? Taylor 49 (bicara) 14 Maret 2019 08.03 (UTC)
Sip: title=Templat%3ASumatera%2FProvinsi&type=revision&diff=12044277&oldid=12031557 Taylor 49 (bicara) 14 Maret 2019 08.12 (UTC)
Berarti kasusnya sama seperti "Puteri Indonesia". Menurut KBBI, pemenggalan kata yang baku adalah put.ri, bukan pu.te.ri. Namun tetap "Puteri Indonesia" karena yayasan resminya mengeja demikian. -- Adiputra बिचर -- 14 Maret 2019 09.03 (UTC)

Artikel dan templat yang perlu dialihkan[sunting sumber]

Yang berhubungan dengan Sumatra

Yang berhubungan dengan Sumatra Utara

Yang berhubungan dengan Sumatra Barat

Yang berhubungan dengan Sumatra Selatan

Yang berhubungan dengan spesies

Kategori yang perlu dikosongkan dan dialihkan[sunting sumber]

Bot saat ini sudah berjalan dengan perintah pwb.py replace -search:Sumatera -ns:0,10,14 Sumatera Sumatra. Jika ada hal-hal yang tidak seharusnya diganti (misalnya #Artikel2 yang tetap menggunakan Sumatera, atau berkas2 yang menggunakan Sumatera, mohon dibiarkan dulu sampai bot selesai, karena jika tidak bot akan mengubahnya lagi. Cantumkan hal2 yang perlu diperbaiki di halaman ini. ꦱꦭꦩ꧀Bennylin bicara 21 Maret 2019 03.59 (WIB)

Yang berhubungan dengan Sumatra Utara

Yang berhubungan dengan Sumatra Barat

Yang berhubungan dengan Sumatra Selatan

Berkas[sunting sumber]

Bennylin, Saya bisa ganti nama berkas di Commons, apa perlu saya lakukan juga?--AldNonBicara? 21 Maret 2019 05.13 (UTC)

Aldnonymous Kalau bisa, lebih baik. Trims. ꦱꦭꦩ꧀Bennylin rembuk 21 Maret 2019 23.18 (WIB)
Bennylin, dah selesai lebih ratusan gambar/sebagian (?) besok lanjut lagi (lihat c:Special:Contributions/Aldnonymous) Saya stop dulu takut bunuh commonsdelinker bot hehe.--AldNonBicara? 27 Maret 2019 05.58 (UTC)
All Selesai Selesai, sebagian sengaja saya tinggal dikarenakan berkas lokal atau di dalamnya sudah ada tulisan Sumatera.--AldNonBicara? 28 Maret 2019 06.46 (UTC)

Ruang nama lain yang perlu dicek[sunting sumber]

Diskusi di atas sudah ditutup. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi bagian ini.

Category:XXXX in the United States by city/state[sunting sumber]

Saya minta saran untuk penerjemahan 2 kategori ini dalam bahasa Indonesia:

Apakah:

  • Kategori:Tahun 1993 di Amerika Serikat menurut kota/negara bagian
  • Kategori:Amerika Serikat menurut kota/negara bagian dalam tahun 1993
  • Kategori:Kota/negara bagian di Amerika Serikat dalam tahun 1993

--Glorious Engine (bicara) 21 Maret 2019 03.51 (UTC)

Format ini memang perlu distandarkan,
  • "[waktu] di/dalam [subjek]",
  • "[subjek] bulan/tahun [waktu]", atau
  • "[subjek] pada bulan/tahun [waktu]".
Buatkan saja votingnya. — Farras💬 26 Maret 2019 18.06 (UTC)

Menghapus jejak profil wikipedia yang salah[sunting sumber]

Dear wikipediawan... Perkenalkan nama saya Bobby Prabawa, izin bertanya apakah saya bisa menmghapus jejak profil wikipedia yang salah di wikipedia? Sepengetahuan saya jejak tersebut tersimpan di server google, dan server wikimedia, jadi bagaimana prosedurnya jika profil yang salah tersebut ingin saya hapuskan? Jika itu bisa dilakukan. Terima kasih.

Salam Bobby Prabawa


Bobby Prabawa 23 Maret 2019 01.36 (UTC)

Sendawa ⇒ Serdawa[sunting sumber]

Twit User:IvanLanin tentang sendawa/serdawa memancing User:Gombang dan saya untuk menelusuri etimologi kata tersebut, tetapi tidak ada jawaban/temuan yang pasti.

Dalam pustaka Google Books, serdawa pertama kali disebutkan di Hollandsch-Maleische woordenlijst, ten dienste van geneeskundigen tahun 1873 dan dijelaskan lebih lanjut di Indonesië: Twee maandelijks tijdschrift gewijd ann het Indonesisch culturgebied, Volume 8 tahun 1955. Sendawa diserap dari bahasa Sanskerta (saindhava) yang berarti saltpeter dan sering dipakai untuk menyebut bubuk mesiu dalam hikayat Melayu lama.

Atas dasar bahwa serdawa tercantum di berbagai kamus Melayu-Belanda selama lebih dari 100 tahun serta media massa awal 2000-2010-an + KBBI, semua "sendawa" di Wikipedia bahasa Indonesia yang bermakna bunyi yang keluar dari kerongkongan sebaiknya diubah menjadi "serdawa". Selain itu, penjelas (sering salah dieja menjadi sendawa) ditambahkan di kalimat pembuka artikelnya. Ini salah satu kesalahkaprahan umum yang sepatutnya dikoreksi. Terima kasih. — Farras💬 26 Maret 2019 18.49 (UTC)

Jadi ini bukan typo, Farras?--AldNonBicara? 26 Maret 2019 18.56 (UTC)
[insert sudden realization face] Hmm. Ini menarik. Sepertinya serdawa/sendawa ini cuma variasi ejaan atau transliterasi (bukan typo) untuk benda yang sama. Seiring waktu, kedua kata ini dipisahkan dengan definisi masing-masing oleh KBBI (Indonesia) dan disatukan oleh Kamus Dewan (Malaysia). Namun, karena ini Wikipedia bahasa Indonesia……………………… kita tetap perlu mengacu kepada KBBI. [insert unamused face] — Farras💬 26 Maret 2019 22.19 (UTC)
Hmm menarik ya. Sumber yang Indonesië: Twee maandelijks tijdschrift gewijd ann het Indonesisch culturgebied, Volume 8 menarik tuh. Sayangnya yang kelihatan di Google Books cuma sepotong-sepotong, kalau bisa dapat fullnya, bisa lebih mantap. Yang aku tangkap sih zaman dulu ada tren meng-r kan konsonan konsonan yang bukan r, makanya kita punya mertua (vs mentua) atau Inggris (vs Ingglis yang lebih mirip bahasa aslinya). Mengikuti tren yang sama, ada yang menyebut "serdawa" (tapi tentunya bukan semua orang) dan variasi ini dipilih oleh para penulis kamus. Mengenai judul artikel Wikipedia, menurutku agar konsisten dengan kebiasaan Wikipedia mengikuti KBBI, kita ubah jadi serdawa saja dengan menyebut ejaan alternatif. Tapi ada juga kata "sendawa" yang berarti bahan kimia (mesiu). HaEr48 (bicara) 26 Maret 2019 23.04 (UTC)
Saya sudah periksa sedikit kamus dari zaman Belanda, pengertiannya konsisten. Sendawa selalu diartikan sebagai mesiu (salpeter, buskruit, kruit) sementara serdawa diartikan sebagai yang biasa kita sebut sendawa (oprisping). Terkait dengan penggunaan sekarang, saya tidak tahu mengapa di KBBI sekarang tidak dicantumkan definisi sendawa selain salpeter. Di KBBI elektronik susunan UI (yang saya asumsikan masih menggunakan KBBI jilid lama), terdapat definisi sendawa selain salpeter. Menurut saya pribadi, kalau ini memang sengaja, ini suatu keputusan yang aneh. RXerself (bicara) 28 Maret 2019 14.30 (UTC)
Belum ada penjelasan mendetail dari Badan Bahasa. Saya pindahkan saja mengikuti KBBI versi terbaru, ya, sekalian menambahkan keterangan & catatan. — Farras💬 29 Maret 2019 11.42 (UTC)
Penjelasannya mungkin dicantumkan di edisi KBBI mendatang. Sekarang Badan Bahasa sedang mengerjakan kamus etimologis bahasa Indonesia. Rex AurōrumDisputātiō 29 Maret 2019 12.38 (UTC)

Budha ⇒ Buddha[sunting sumber]

Saya masih bingung dengan pemerintah sekarang mohon berikan pendapat. government-fixes-misspelling-of-one-of-its-oldest-religions.--AldNonBicara? 29 Maret 2019 04.15 (UTC)

Dari dulu emang ditulisnya Buddha di sini. Lihat: Buddha, Buddhisme, filsafat Buddha. Pemerintah emang suka salah2 kok, contohnya di KTP ditulisnya "Katholik", padahal di KBBI "Katolik"  Mimihitam  29 Maret 2019 06.42 (UTC)
Idem. — Farras💬 29 Maret 2019 11.23 (UTC)
Budha (dewa Hindu) berbeda dengan Buddha (agama darma). Sejak KBBI edisi III juga ditulis agama "Buddha".
Tak usah bingung. Dinas kependudukan kurang sinkron dengan Badan Bahasa. -- Adiputra बिचर -- 29 Maret 2019 12.32 (UTC)

Tanya[sunting sumber]

Mau nanya dong, kalau Pythagoras perlu disesuaikan ejaannya jadi "Pitagoras" tidak ya? Aku lihat kebanyakan sumber Indonesia pakainya "Pythagoras". Terima kasih. @M. Adiputra @HaEr48  Mimihitam  2 April 2019 04.59 (UTC)

Menurut saya itu belum perlu dipindahkan, karena banyak sumber tidak mengubah ejaannya, dan kita belum memiliki pedoman untuk mengubahnya.
Untuk teorema Pythagoras, sepertinya tidak perlu dipindahkan. Karena saya temukan di KBBI, frasa seperti itu mempertahankan ejaan nama penemunya, seperti: hukum Archimedes, hukum Coulumb, kelenjar Lieberkuhn. -- Adiputra बिचर -- 3 April 2019 02.39 (UTC)

Terima kasih atas jawabannya.  Mimihitam  3 April 2019 04.01 (UTC)

Baik Pitagoras maupun Pythagoras sama-sama punya alasan yang bagus (konsistensi aturan alihaksara dari bahasa asli vs penggunaan kata yang banyak dipakai sumber). Sayangnya saat ini kita belum ada pedoman jelas tentang menengahi dua alasan ini, maka mungkin status quo bisa dipertahankan dulu. HaEr48 (bicara) 3 April 2019 04.41 (UTC)

Penerjemahan[sunting sumber]

Saya ingin bertanya, apa arti yang cocok untuk Constitutional referendum? Apakah:

  1. Referendum konstitusi; atau
  2. Referendum konstitusional

Soalnya pada saat saya membuat artikel mengenai itu, ada judul artikel yang menuliskan "Referendum konstitusi Negara X" dan ada juga yang menuliskan "Referendum konstitusional Negara J". Jadi, terjemahan yang benar itu yang nomor 1 atau nomor 2? Terima kasih. Salam. Aviel Dase (Kirim Pesan) 3 April 2019 11.25 (WITA)

Memanggil M. Adiputra. Aviel Dase (Kirim Pesan) 3 April 2019 11.25 (WITA)

Jika ditilik dari kasusnya, sepertinya lebih tepat: Referendum konstitusional. Bila diartikan: "referendum yang berkaitan dengan konstitusi".
Perbandingannya adalah frasa monarki konstitusional (monarki yang berdasarkan konstitusi) dan krisis konstitusional (krisis yang berkaitan dengan konstitusi). -- Adiputra बिचर -- 3 April 2019 04.46 (UTC)
Aku pikir referendum konstitusi lebih cocok. Dalam bahasa Indonesia sepertinya "X konstitusi" lebih sering dipakai untuk hal yang berarti X yang menyangkut konstitusi, misal "Mahkamah Konstitusi" (walaupun Inggrisnya ini constitutional court) atau "amanat konstitusi", sedangkan "konstitusional" biasanya dipakai untuk hal-hal yang dibolehkan atau diatur oleh konstitusi, misal "monarki konstitusional", "kita akan berjuang secara konstitusional", dst. "Constitutional referendum" ini artinya "referendum untuk mengubah konstitusi/UUD", bukan "referendum yang dibolehkan konstitusi", jadi menurutku lebih cocok gaya "X konstitusi". HaEr48 (bicara) 3 April 2019 04.51 (UTC)
@M. Adiputra: @HaEr48: Jadi, mana yang lebih tepat? Aviel Dase (Kirim Pesan) 3 April 2019 13.15 (WITA)
Berarti ada pendapat yang berbeda antara aku dan M. Adiputra Mungkin bisa tunggu pendapat pengguna lain, atau kalau Bung Aviel punya pendapat juga silakan. HaEr48 (bicara) 3 April 2019 05.27 (UTC)
Menurutku dua-duanya tidak salah, konstitusional dan konstitusi sama-sama ada di KBBI. Jadi mungkin opsional saja.  Mimihitam  3 April 2019 06.15 (UTC)
Kalau konteksnya memang "referendum untuk mengubah konstitusi", maka bisa jadi yang cocok adalah "referendum konstitusi". -- Adiputra बिचर -- 3 April 2019 07.24 (UTC)
Setuju per pernyataan HaEr48. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 07.56 (UTC)
Per pernyataan Mimihitam. Memang kedua-duanya tidak salah. Tapi utamanya kita menggunakan bentuk X konstitusi, untuk beberapa kasus tertentu X konstitusional agar tidak ambigu. Karena nuansa kata yang timbul karena pemakaian kata bersinonim. Bukannya ini sudah polemik lama? Kan ini berkaitan dengan sejarah penerjemahan ke bahasa Indonesia. Pada awalnya akhiran adjektiva diabaikan lambat-laun mulai digunakan. Silakan lihat kasus penerjemahan biologi molekul. ―Rex AurōrumDisputātiō 3 April 2019 07.56 (UTC)
Menurut saya, lebih baik mungkin digunakan yang nomor 1 karena sesuai, karena kalau dibiarkan digunakannya nomor 1 dan nomor 2, yah kayak saya ini, akan terjadi kebingungan antara memilih terjemahan yang lebih tepat. Mungkin kita bisa memilih salah satunya dan digunakan untuk seterusnya. Judul artikel yang tidak sesuai itu nanti kita alihkan saja. Aviel Dase (Kirim Pesan) 3 April 2019 16.19 (WITA)
Menurut saya bila akan dipakai "referendum konstitusi X" seharusnya ditambahkan "referendum terhadap konstitusi"; sama seperti "amandemen ke-X terhadap Konstitusi" ("X-th Amendment to the Constitution"). Saya lebih sepakat pada "referendum konstitusional". Muhraz (bicara) 3 April 2019 08.47 (UTC)

Cryptocurrency[sunting sumber]

Saya mau tanya, kalo Cryptocurrency apakah cocok diterjemahkan jadi mata uang kripto ? Pasalnya kalo saya pake judul "mata uang digital" nanti takutnya nabrak soaknya Digital currency sendiri sudah jadi halaman terpisah di en.wiki. Kalo "mata uang rahasia" atau "mata uang tersembunyi" gitu gimana ya secara kata crypto sendiri juga dipakai untuk istilah penganut agama yang mempraktekkan agamanya secara diam-diam (contoh Kripto-Kristen, Kripto-Islam, Kripto-Pagan) apa mending dibiarin neologisme gitu aja --Glorious Engine (bicara) 5 April 2019 02.19 (UTC)

Gunakan sesuatu pada tempatnya[sunting sumber]

Mulai saat ini artikel-artikel Wikipedia bahasa Indonesia yang mengandung teks "gampong" harus diubah menjadi "desa".

Alasan yang mendasari perubahan ini adalah:

  • Gampong adalah bahasa Aceh, dan desa adalah bahasa Indonesia, sementara Wikipedia yang kita gunakan disini adalah Wikipedia berbahasa Indonesia, bukan Wikipedia berbahasa Aceh.

Jika ada kontributor yang tetap menggunakan teks gampong pada artikel-artikel yang disuntingnya di Wikipedia bahasa Indonesia ini, maka sebaiknya pergilah ke Wikipedia bahasa Aceh, bukan di Wikipedia bahasa ini (Wikipedia bahasa Indonesia).

Karena jika teks "gampong" tetap digunakan di Wikipedia bahasa Indonesia, kenapa tidak sekalian aja artikel-artikel desa di Sumatra Barat menggunakan teks "nagari", artikel-artikel desa di Papua dan Kutai Barat serta Kalimantan Timur menggunakan teks "kampung", dan seterusnya.

Apa kalian rela menciderai Wikipedia bahasa Indonesia dengan menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia? Terus, apa gunanya di negara Indonesia ada Wikipedia bahasa Indonesia, Wikipedia bahasa Aceh, Wikipedia bahasa Sunda, Wikipedia bahasa Jawa, kalau masih tetap tidak menggunakan teks atau bahasa pada tempat yang semestinya? Ayolah, gunakan sesuatu pada tempatnya. Alfian rsn (bicara) 6 April 2019 17.04 (UTC)

Mungkin Mas Rachmat04 bisa memberikan tanggapan selaku pengguna yang paham tentang Aceh? -- Bagas Chrisara (bicara) 6 April 2019 23.26 (UTC)
Maaf OOT. Sedikit menambahkan arti kata "awam" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:
  1. umum; am; kebanyakan; biasa; tidak istimewa
  2. orang kebanyakan; orang biasa (bukan ahli, bukan rohaniwan, bukan tentara): orang awam
Sumber -- Adiputra बिचर -- 7 April 2019 02.05 (UTC)
@Bagas Chrisara:, Masalahnya sangat sederhana, Wikipedia bahasa Indonesia tidak menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia. Dan hingga saat ini, masih banyak artikel WBI yang mengandung bahasa lain. Contoh; beberapa artikel-artikel administrasi di Indonesia seperti artikel administrasi di provinsi Aceh menggunakan bahasa Aceh dengan menggunakan teks "gampong", artikel administrasi di provinsi Sumatra Barat menggunakan bahasa sanskerta dengan menggunakan teks "nagari", seperti yang kita ketahui, bahwa kata "nagari" berasal dari bahasa sanskerta. Seharusnya teks-teks itu diletakkan pada tempatnya masing-masing, teks "gampong" digunakan di Wikipedia bahasa Aceh, teks "nagari" digunakan di Wikipedia bahasa Sanskerta. Bukannya digunakan di Wikipedia bahasa Indonesia. Dan masalah ini tidak ada hubungannya dengan pengguna yang paham tentang Aceh, ataupun pengguna yang paham tentang Sumatra Barat. Jelas ini adalah sebuah kekeliruan bagi para kontributor terdahulu. Pendapat saya ini juga mewakili orang-orang yang memiliki pemikiran yang sama dengan saya di luar sana. Wikipedia bahasa Indonesia menggunakan bahasa Indonesia, tidak menggunakan bahasa selain bahasa Indonesia. Alfian rsn (bicara) 7 April 2019 09.20 (UTC)

@Alfian rsn sebelumnya mari kita definisikan "kata Indonesia" sebagai kata baku yang tercantum dalam KBBI.

Kata nagari ada di KBBI dengan definisi "wilayah atau sekumpulan kampung yang dipimpin (dikepalai) oleh seorang penghulu; distrik". Jadi soal nagari sudah tidak perlu dibahas ya, lagipula lucu kalau tiba-tiba sensitif dengan nagari yang katanya "Sansekerta", padahal dalam bahasa Indonesia sendiri juga banyak sekali kata serapan Sansekerta seperti negeri, bumi, dll. Apa mau dimusnahkan semuanya?

Kata "gampong" memang tidak ada di KBBI, tetapi Gampong juga ada di KBBI dan di catatan penjelasan UU No 6 tahun 2014 tentang desa ada tertulis:

Yang diatur dalam Undang-Undang ini adalah kesatuan masyarakat hukum adat yang merupakan gabungan antara genealogis dan teritorial. Dalam kaitan itu, negara mengakui dan menghormati kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Implementasi dari kesatuan masyarakat hukum adat tersebut telah ada dan hidup di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, seperti huta/nagori di Sumatera Utara, gampong di Aceh, nagari di Minangkabau, marga di Sumatera bagian selatan, tiuh atau pekon di Lampung, desa pakraman/desa adat di Bali, lembang di Toraja, banua dan wanua di Kalimantan, dan negeri di Maluku.

Jadi penggunaan terminologi "gampong" di sini tidak sembarangan dan merupakan terminologi resmi pemerintahan dengan makna tertentu yang tidak ditangkap oleh kata "desa" ataupun "kampung". Dalam perda di Aceh pun istilah "gampong" juga yang digunakan. Contoh:

Maka tidak heran kantor berita pemerintah menggunakan kata "gampong" dan bukan "kampung" atau "desa" saat membahas konteks Aceh: berita dari Antara.

Walaupun ini memang Wikipedia Bahasa Indonesia, tapi kita tidak alergi dengan istilah asing di sini kalau memang diperlukan penggunaannya. Ada alasan kenapa "County of Tyrol" ditulis jadi Grafschaft Tirol dan bukan "Kabupaten Tirol". Apalagi soal gampong dan nagari ini kan terminologi resmi, jadi sebenarnya tidak perlu diributkan.

CC: @Albertus Aditya @HaEr48  Mimihitam  7 April 2019 16.36 (UTC)

  •  • Iwan Novirion™ Kirim Pesan  Minggu, 7 April 2019 - 23:46 wib.
Ingin menyampaikan ralat. Berikut adalah pranala dari KBBI daring terbitan Kemendikbud: gampong dan nagari. — Bonaditya (bicara) 7 April 2019 23.36 (UTC)
Menurutku kalaupun tidak ada di KBBI bukan otomatis harus dilarang. Harus dilihat kepantasannya masing-masing. Untuk nama daerah administratif di berbagai provinsi Indonesia, menurutku kalau nama itu sudah resmi menggantikan nama standar seperti desa atau kelurahan, dan luas dipakai misalnya dalam dokumen resmi (misalnya kop surat, undang-undang, dst.) maka justru layak nama itu dipakai. HaEr48 (bicara) 8 April 2019 00.08 (UTC)

Dengan tidak adanya argumen lain yang membantah penggunaan kata gampong, nagari, dkk pada konteks pembagian administratif wilayah, maka dapat disimpulkan bahwa untuk penggunaan kata gampong, nagari, dkk tetap dipertahankan. Agar terutama menjadi perhatian dari Alfian rsn untuk mengikuti hasil diskusi ini. Terima kasih. Albertus Aditya (bicara) 8 April 2019 02.06 (UTC)

Pseudo: Palsu atau semu?[sunting sumber]

Istilah "Pseudo" seperti yang dipakai dalam kata pseudoscience, pseudocode, dlsb cocoknya diartikan palsu atau semu ? Kalo "palsu", masak nanti "pseudo-diocesan" diterjemahkan jadi "keuskupan palsu" (?) padahal "keuskupan" yang dimaksud itu dibentuk juga dari Vatikan seperti keuskupan-keuskupan lain tapi "bentuknya beda" (CMIIW) --Glorious Engine (bicara) 7 April 2019 05.07 (UTC)

Mengapa harus "palsu"? Tidak mampu menentukan diksi bakal menghasilkan terjemahan yang buruk.
Padanannya semu (tampak seperti yang asli [yang lumrah, yang sebenarnya], padahal sama sekali bukan yang asli [yang lumrah, yang sebenarnya]). Contohnya: Bahasa semu, prosedur semu, mati semu, ilmu semu. -- Adiputra बिचर -- 7 April 2019 05.47 (UTC)

Penulisan tahun[sunting sumber]

Halo. Mohon pendapat mengenai pengulangan pada tahun, misal pada penulisan 2010–2013, apakah sebaiknya menggunakan format demikian, atau misal seperti dalam bahasa Inggris dengan 2010–13. Kasus yang saya ambil terutama pada satu rangkaian kejadian yang terjadi lintas tahun, misal Pertempuran Mosul (2016–2017) atau Piala Indonesia 2018–19. Salam. Albertus Aditya (bicara) 13 April 2019 14.34 (UTC)

Format seperti 2010–13 yang Anda contohkan adalah format yang "benar dengan syarat dan ketentuan yang berlaku" menurut Wikipedia Inggris. Menurut pedoman EYD, tanda pisah seharusnya tidak dipakai seperti itu. Saya tidak melihat ada panduan berbahasa Indonesia yang membenarkan penulisan seperti itu. Lebih baik kita mengikuti pedoman bahasa Indonesia. Kalau pedoman kita sama dengan pedoman bahasa Inggris, ya kebetulan saja. Tapi kalau berbeda, tidak usah kita ikuti.
Saya lebih setuju kalau penulisan tahun dibuat seutuhnya. Tak ada ketentuan bahwa Wikipedia kita harus mengikuti peraturan berbahasa Inggris. -- Adiputra बिचर -- 13 April 2019 16.47 (UTC)
Sebagai tambahan bahwa di PUEBI pada bagian tanda pisah, secara tak langsung ada contoh "Tahun 2010—2013", namun memang tidak secara eksplisit bahwa memang setiap tahun harus demikian. Apakah hal ini cukup menjadi dasar untuk penulisan tahun tersebut? Salam. Albertus Aditya (bicara) 14 April 2019 10.57 (UTC)
Kita berpikir secara sederhana saja: Tidak ada peraturan ejaan bahasa Indonesia tentang menyingkat tahun menjadi 2 digit dengan memakai tanda pisah. -- Adiputra बिचर -- 14 April 2019 11.28 (UTC)

Terima kasih, dengan demikian saya akan mulai memindahkan sebagian judul artikel yang sebelumnya menyingkat tahun menjadi dua digit. Terima kasih dan salam. Albertus Aditya (bicara) 14 April 2019 14.37 (UTC)

Kelirumologi[sunting sumber]

Saya dapati ada artikel berjudul Kelirumologi apa nggak apa-apa tuh sama judulnya ? Kalo gitu saya juga bisa bikin donk artikel judulnya Cocoklogi, dlsb. Kalo Egyptology aja diterjemahkan jadi Egiptologi, bukan Mesirologi --Glorious Engine (bicara) 16 April 2019 06.05 (UTC)

Tidak cocok bila misnomer dipadankan menjadi kelirumologi. Misnomer adalah fenomena kekeliruan, sedangkan "kelirumologi" adalah suatu usaha menelaah atau mempelajari fenomena kekeliruan (meskipun terdengar neologisme). -- Adiputra बिचर -- 19 April 2019 03.51 (UTC)