Lompat ke isi

Von guten Mächten

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
"Von guten Mächten"
Puisi dan nyanyian peribadatan Kristen
Tulisan tangan Dietrich Bonhoeffer
Ditulis1944 (1944)
TeksDietrich Bonhoeffer
BahasaJerman
Melodi

"Von guten Mächten" adalah puisi Kristen yang dikarang oleh Dietrich Bonhoeffer pada tahun 1944, selagi mendekam di ruang tahanan bawah tanah Markas Besar Keamanan Reich akibat menentang Nazi. Karya tulis teologisnya yang terakhir sebelum dieksekusi mati pada tanggal 9 April 1945 ini telah dijadikan syair nyanyian peribadatan dengan beragam melodi, dan termuat di dalam buku-buku nyanyian peribadatan di Jerman dewasa ini. Kalimat pertamanya berbunyi, "Von guten Mächten treu und still umgeben", yang dapat diterjemahkan secara harfiah menjadi "Oleh kekuatan baik dengan setia dan senyap dilingkungi", atau dalam bentuk yang lebih puitis, "Senyap terlindung daya nan rahmani, ...".[1] Bait ketujuh dan terakhir "Von guten Mächten wunderbar geborgen", yang berarti "Oleh kekuatan baik dengan luar biasa dilindungi", dijadikan refrein dalam gubahan melodi populer ini.

Akibat menentang rezim Nazi, Dietrich Bonhoeffer ditahan pada tanggal 5 April 1943, dan berkali-kali berpindah rumah tahanan. Karya-karya tulis yang dihasilkannya selama menjalani penahanan menyiratkan dimensi baru dalam fikrah teologinya. Dari pertengahan tahun 1944, sekitar waktu terjadinya upaya makar 20 Juli, dia juga mulai menulis puisi-puisi.[2]

Dia dipindahkan ke Markas Berkas Keamanan Reich di Berlin pada tanggal 8 Oktober 1944. Dari tempat itu, pada tanggal 19 Desember 1944, ia mengirim surat kepada tunangannya, Maria von Wedemeyer, berisi puisi karangannya disertai penjelasan, "ein paar Verse, die mir in den letzten Abenden einfielen" (satu dua bait yang terbersit di benakku beberapa malam belakangan ini), dan "als ein Weihnachtsgruß für Dich und die Eltern und Geschwister" (sebagai ucapan selamat Natal untukmu, ayah ibu, dan kakak adikmu).[2] Puisi itu menggambarkan situasi yang tengah dihadapi dirinya maupun sanak saudaranya. Dia terancam dihukum mati; kakaknya, Klaus Bonhoeffer, juga kakak-kakak iparnya, Hans von Dohnanyi dan Rüdiger Schleicher, mendekam di dalam penjara; kakaknya yang menjadi tentara, Walter Bonhoeffer, gugur dalam tugas; sedangkan adik kembarnya, Sabine Bonhoeffer, sudah meninggalkan Jerman bersama suaminya yang berdarah Yahudi, Gerhard Leibholz.[2]

Versi ketikan tahun 1945, yang disangka asli sampai tahun 1988

Surat Dietrich kepada Maria tidak dimaksudkan untuk dipublikasi. Maria membuat salinannya untuk dibagikan kepada sanak saudara dalam rangka memperingati hari Natal tahun 1944.[3] Versi sadurannya yang diketik pertama kali muncul di Jenewa pada tahun 1945, termuat di dalam buku Gedenkschrift Dietrich Bonhoeffer: Das Zeugnis eines Boten (Buah Pena Kenang-Kenangan Dietrich Bonhoefferː Kesaksian Seorang Utusan) .[4] Versi saduran ini disangka versi asli ketika Eberhard Bethge memasukkannya ke dalam buku kumpulan surat-surat Dietrich Bonhoeffer yang dia terbitkan dengan judul Widerstand und Ergebung (Perlawanan dan Kepasrahan) pada tahun 1951. Versi ini memiliki empat perbedaan dari versi aslinya, dan menjadi dasar versi-versi syair nyanyian peribadatan. Ketika surat asli Dietrich dipublikasi pada tahun 1988, versi aslinya ditampilkan dalam edisi kritik sastra dari Widerstand und Ergebung, yang tercakup di dalam Dietrich Bonhoeffer Werke (Karya-Karya Dietrich Bonhoeffer) jilid 8 (terbit tahun 1998).[5] Buku nyanyian peribadatan Protestan, Evangelisches Gesangbuch, yang terbit tahun 1993, menggunakan versi asli, disusul oleh buku-buku nyanyian peribadatan dan buku-buku nyanyian lainnya.[6]

Susunan kalimat

[sunting | sunting sumber]

Puisi ini terdiri atas tujuh bait yang sama panjang, berbeda dari karya-karya tulis puitis lainnya yang dihasilkan Dietrich Bonhoeffer pada periode yang sama, misalnya "Glück und Unglück" (Untung dan Malang), "Wer bin ich?" (Aku Ini Siapa?), "Der Freund" (Kawan), dan "Vergangenheit" (Silam). Ketujuh bait tersebut dinomori seperti bait-bait syair di dalam buku nyanyian peribadatan, kemungkinan besar untuk memperjelas urut-urutannya.

Teks Evangelisches Gesangbuch sesuai karya asli Dietrich Bonhoeffer:

Bahasa Jerman Bahasa Indonesia
1. Von guten Mächten treu und still umgeben,

behütet und getröstet wunderbar,

so will ich diese Tage mit euch leben

und mit euch gehen in ein neues Jahr.

Senyap terlindung daya nan rahmani,

dijaga dan dilipur tak henti,

denganmu menapaki hari-hari

dan tahun baru kita jelangi.

2. Noch will das alte[7] unsre Herzen quälen,

noch drückt uns böser Tage schwere Last.

Ach Herr, gib unsern aufgeschreckten[8] Seelen

das Heil, für das du[9] uns geschaffen[10] hast.

Namun yang lama mendukakan hati,

hari-hari kejam membebani.

Ya Tuhan, bagi jiwa nanar ini

keselamatan sudilah beri.

3. Und reichst du uns den schweren Kelch, den bittern

des Leids, gefüllt bis an den höchsten Rand,

so nehmen wir ihn dankbar ohne Zittern

aus deiner guten und geliebten Hand.

Kalau pun Kauserahi cawan lara

berat penuh getirnya derita,

Bersyukur tak gentar kami terima

kurnia tangan-Mu penuh cinta.

4. Doch willst du uns noch einmal Freude schenken

an dieser Welt und ihrer Sonne Glanz,

dann wolln wir des Vergangenen gedenken,

und dann gehört dir unser Leben ganz.

Andai Kauizinkan kami nikmati

buana serta sinar mentari,

'kan kami mengenang yang sudah lalu,

dan purna hayat kami milik-Mu.

5. Laß warm und hell[11] die Kerzen heute flammen,

die du in unsre Dunkelheit gebracht,

führ, wenn es sein kann, wieder uns zusammen.

Wir wissen es, dein Licht scheint in der Nacht.

Kiranya hangat lilin-Mu menyala,

membenderangi gulita kami,

Himpunkan kami seperti semula.

gelap malam terang-Mu pintasi.

6. Wenn sich die Stille nun tief um uns breitet,

so laß uns hören jenen vollen Klang

der Welt, die unsichtbar sich um uns weitet,

all deiner Kinder hohen Lobgesang.

Dikala kini sunyi mengungkungi,

benarkan kami mendengar deru

dunia terkembang tak terlihati,

bahana puja anak-anak-Mu.

7. Von guten Mächten wunderbar geborgen

erwarten wir getrost, was kommen mag.

Gott ist bei[12] uns am Abend und am Morgen

und ganz gewiß an jedem neuen Tag.[13]

Terlindung dahsyat daya nan rahmani

apapun datang nanti tak jeri.

Allah sertai di petang dan pagi,

setiap hari baru bersemi.

Matra puisi ini tidak cocok dengan satu pun melodi lagu puji-pujian pada masa itu. Bait pertama yang agak pribadi sifatnya itu pun terkesan kurang cocok untuk dinyanyikan secara berjemaah. Rangkaian melodi yang digubah Otto Abel pada tahun 1959 mula-mula hanya digunakan untuk menyanyikan bait terakhir. Melodi gubahan Otto Abel digunakan di dalam buku nyanyian peribadatan Evangelisches Gesangbuch nomor 65 pada bagian Zur Jahreswende, dan Mennonitisches Gesangbuch nomor 272 pada bagian Durch das Jahr – Jahreswende und Epiphanias.[6]

Rangkaian melodi untuk melagukan puisi ini sudah dibuat lebih dari 70 kali, termasuk versi yang digubah Joseph Gelineau pada tahun 1971,[14] dan versi yang digubah Kurt Grahl pada tahun 1976.[15][16] Rangkaian melodi yang paling terkenal dihasilkan oleh Siegfried Fietz pada tahun 1970. Dalam gaya Neues Geistliches Lied, bait terakhir dia jadikan refrain, dan menggubah rangkaian melodi yang berbeda pada rentang nada yang lebih rendah untuk bait-bait selebihnya.[17] Gubahannya termuat di dalam bagian khusus-daerah dari buku nyanyian Evangelischen Gesangbuch di beberapa daerah tertentu,[18] dan muncul pula di dalam bagian khusus-daerah dari buku nyanyian Katolik Gotteslob, sementara bagian umumnya memuat versi gubahan Kurt Grahl dengan nomor GL 430.[19]

Kepustakaan

[sunting | sunting sumber]
  • Jürgen Henkys: Von guten Mächten treu und still umgeben. In: Hansjakob Becker u. a.: Geistliches Wunderhorn. C. H. Beck, München 2001, ISBN 3-406-48094-2, hlmn. 452–461.
  1. Werner, Hilmar H. (2011). ""Von guten Mächten treu und still umgeben..." / "By loving forces silently surrounded..."". berlinertourguide.com. Diakses tanggal 24 September 2017.
  2. 1 2 3 Bethge, Eberhard (1978). Dietrich Bonhoeffer. Eine Biographie. Munchen. hlm. 1016 dst. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  3. Abschrift Maria von Wedemeyers
  4. Ökumenische Kommission für die Pastoration der Kriegsgefangenen (penyunting): Das Zeugnis eines Boten: Zum Gedächtnis von Dietrich Bonhoeffer. Genf 1945, hlm. 47.
  5. Dietrich Bonhoeffer: Widerstand und Ergebung (= Dietrich Bonhoeffer Werke, 8). Chr. Kaiser, München 1998, ISBN 3-579-01878-7, hlm. 607 dst.
  6. 1 2 Hahn, Gerhard, ed. (2001). "65 Von guten Mächten treu und still umgeben". Liederkunde zum Evangelischen Gesangbuch, Heft 4. Vandenhoeck & Ruprecht. hlm. 36–41. ISBN 9783525503256.
  7. Gemäß Urtext als Adjektiv auf "Jahr" bezogen. In vielen älteren Ausgaben war "das Alte" substantiviert aufgefasst.
  8. Widerstand und Ergebung (alte Ausgabe), nach der Maschinenabschrift: "aufgescheuchten"
  9. Die Gottesanrede "Du, Dein" usw. schrieb Bonhoeffer im Autograph groß.
  10. Widerstand und Ergebung (alte Ausgabe), nach der Maschinenabschrift: "bereitet"
  11. Widerstand und Ergebung (alte Ausgabe), nach der Maschinenabschrift: "still"
  12. Widerstand und Ergebung (alte Ausgabe), nach der Maschinenabschrift: "mit"
  13. Evangelisches Gesangbuch. Ausgabe für die Evangelisch-Lutherischen Kirchen in Bayern und Thüringen. 2. Auflage. Evangelischer Presseverband für Bayern, München 1995, ISBN 3-583-12100-7, hlm. 132f.
  14. Bund Evangelisch-Freikirchlicher Gemeinden, Bund Freier evangelischer Gemeinden (Hrsg.): Gemeindelieder. Oncken, Wuppertal/Kassel 1978 (19903), ISBN 3-7893-7812-7; Bundes-Verlag, Witten 1978 (19903), ISBN 3-926417-13-7.
  15. Andrew Wilson-Dickson: Geistliche Musik – Ihre großen Traditionen – Vom Psalmengesang zum Gospel. Brunnen Verlag, Gießen 1994, hlm. 236 dst.
  16. Gotteslob: Katholisches Gebet- und Gesangbuch. Ausgabe für die Diözese Trier. Paulinus, Trier, 2013, ISBN 978-3-7902-1830-5, Nr. 430.
  17. Henkys, S. 461
  18. Regionalausgabe Bayern-Thüringen, Nummer 637; Regionalausgabe Württemberg, Nummer 541 (stanzas 1, 5 und 6); Regionalausgaben Rheinland-Westfalen-Lippe und Reformierte Kirche, number 652. Hansjakob Becker: Geistliches Wunderhorn – Große deutsche Kirchenlieder; C. H. Beck, München, 2001, ISBN 978-3-406-59247-8, S. 460.
  19. z. B. Eigenteil Österreich Nr. 897, Ausgabe für die Kirchenprovinz Hamburg Nr. 858.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]