Vic Barrett
| Vic Barrett | |
|---|---|
Vic Barrett, in 2019 | |
| Lahir | ca 1998/1999 (umur 26–27)[1] |
| Kewarganegaraan | United States |
| Organisasi | Our Children's Trust |
| Gerakan politik | Climate justice |
Vic Barrett (lahir sekitar tahun 1998 atau 1999) adalah seorang aktivis iklim asal Amerika Serikat. Ia dikenal karena perannya sebagai salah satu penggugat utama dalam gugatan hukum Juliana v. United States, yang disebut sebagai gugatan perubahan iklim paling ambisius dan agresif yang pernah diajukan.[2]
Kehidupan Awal dan Latar Belakang Pribadi
[sunting | sunting sumber]Vic Barrett berasal dari White Plains, New York, dan saat ini tinggal di Bronx. Ia mengidentifikasi dirinya sebagai transgender (melakukan transisi pada tahun 2017 setelah pindah ke perguruan tinggi di Wisconsin), queer, dan memiliki latar belakang Garifuna (masyarakat Afro-Karibia dan pribumi Amerika Tengah) serta keturunan Honduras-Amerika. Ia adalah warga Amerika generasi pertama.[3]
Pengalamannya secara langsung dengan dampak perubahan iklim dimulai sejak ia masih kecil. Pada tahun 2012, Badai Super Hurricane Sandy menyebabkan rumahnya kehilangan listrik dan sekolahnya tutup selama berminggu-minggu, yang secara signifikan membentuk kesadaran lingkungannya.[4]
Barrett adalah seorang neurodivergen dan menekankan pentingnya pendekatan interseksional dalam aktivisme lingkungan, yang berfokus pada bagaimana berbagai aspek identitas seperti ras, kelas, dan gender memengaruhi cara seseorang menghadapi dampak perubahan iklim. Ia menyebut aktivis hak-hak sipil Honduras, Berta Cáceres, sebagai salah satu pahlawan pribadinya.[4]
Aktivisme dan Perjuangan Hukum
[sunting | sunting sumber]Perjalanan aktivisme Barrett dimulai saat ia bersekolah di Notre Dame School di Manhattan. Pada tahun 2013-2014, ia bergabung dengan organisasi Global Kids dan bekerja untuk mewajibkan pendidikan iklim di sekolah-sekolah umum New York City.[4]
Pada tahun 2015, Barrett menjadi salah satu dari 21 pemuda yang mengajukan gugatan terhadap pemerintah AS dalam kasus Juliana v. United States. Gugatan ini menuduh pemerintah secara konstitusional melanggar hak-hak dasar kaum muda untuk hidup, kebebasan, dan properti, dengan mengizinkan dan mempromosikan industri bahan bakar fosil. Meskipun gugatan ini akhirnya ditolak, kasus ini menjadi sorotan media dan disebut sebagai salah satu gugatan iklim paling signifikan di dunia.[2]
Barrett juga aktif di panggung global. Ia diundang ke Paris pada tahun 2015 untuk berbicara di Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP21). Setahun kemudian, ia kembali berkesempatan berbicara di Majelis Umum PBB dalam acara penandatanganan Perjanjian Paris. Pada tahun 2019, ia menjadi salah satu pembicara utama dalam aksi mogok iklim di Foley Square, New York, yang diikuti oleh ratusan ribu peserta.[4]
Sebagai seorang aktivis, Barrett menekankan pentingnya penceritaan pribadi (storytelling) untuk melibatkan lebih banyak orang dalam perjuangan iklim. Pada tahun 2020, ia dinominasikan untuk Pritzker Award dari UCLA Institute of the Environment and Sustainability atas dedikasinya. Ia juga merupakan salah satu pemeran dalam film dokumenter Youth v. Gov yang mendokumentasikan gugatan Juliana v. United States. Saat ini, Barrett bekerja sebagai penyelenggara jaringan untuk Power Shift Network.[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "Vic Barrett | White Plains, New York". Our Climate Voices. 28 December 2018. Diarsipkan dari asli (Interview) tanggal 1 April 2022. Diakses tanggal 21 June 2022.
- 1 2 Osaka, Shannon (2018-12-10). "Team Trump promoted coal at the U.N. climate talks. Young activists busted it up". Grist (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-26.
- ↑ Sohn, Rebecca (2020-12-12). "Meet Vic Barrett, who's suing the U.S. government over climate change". Mashable (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-09-26.
- 1 2 3 4 5 Pearl, Mike (2015-11-10). "Meet One of the Teens Suing the Federal Government Over Global Warming". VICE (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-26.