Lompat ke isi

Warahi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Varahi)
Warahi
Anggota Matrika
Nama lainWartali, Dandinidewi, Werai, Barahi
Genderwanita
AfiliasiMatrika, Dewi, Laksmi
KediamanManidwipa, Waikunta
MantraOm Varahamukhi Vidmahe Dandahastaya Dhimahi Tanno Devi Prachodayat
Senjatabajak dan alu
Wahanaharimau
Dipuja umatHindu India
AliranSakta
Keluarga
SuamiWaraha

Warahi (Dewanagari: वाराही; ,IAST: Vārāhī, वाराही) adalah dewi dalam agama Hindu yang berwujud wanita berkepala babi hutan. Ia merupakan salah satu dewi di antara tujuh Ibu Dewi atau Saptamatreka. Dewi Warahi mempunyai wujud berupa Babi hutan yang dipercaya diciptakan oleh energi Dewa Wisnu yang memiliki tiga energi sakti yaitu Waisnawi, Warahi, dan Narasingi. Warahi adalah salah satu yang memiliki tujuh sifat ketuhanan Matreka selain Batari Durga.[1] Warahi dipuja oleh tiga golongan agama Hindu yaitu Saiwa, Waisnawa, dan Sakta. Warahi biasanya dipuja pada waktu malam hari meggunakan praktik Tantra Wamamarga. Berdasarkan kisah Sumba dan Nisumba dari "Dewi Mahatmaya" yang berasal dari kitab Markandeyapurana, dewi-dewi muncul sebagai Sakti melambangkan sifat feminin dari masing-masing dewa.[2]

Deskripsi

[sunting | sunting sumber]

Dalam kitab suci agama Hindu disebutkan Warahi berasal dari Waraha, yang memiliki cakram dan bertarung menggunakan pedang. Setelah berhasil membunuh musuhnya, Warahi duduk atau menari-nari di atas darah musuhnya dengan menggunakan mahkota Karanda.[2] Musuh Warahi adalah asura. Dia juga digambarkan memiliki atribut mirip seperti Wisnu dan kadang-kadang dipercaya bahwa ia membawa seluruh alam semesta di dalam kandungannya.[3] Warahi sering digambarkan dengan empat lengan, bermata tiga dan dengan moncong babi hutan. Dia berkulit gelap dan sering menggunakan pakaian sari yang serba hitam dengan duduk di atas tunggangannya yaitu harimau. Kedua tangan atasnya memegang senjata bajak dan danda (tongkat hukuman), sedangkan kedua tangan lainnya menunjukkan mudra Warada dan Abaya tapi kekuatan sebenarnya ada pada moncongnya.[4] Di India babi dikenal karena kecerdasan, kesuburan, keganasan serta kebebasannya. Secara umum babi diketahui sebagai hewan yang kotor dan tidak tersentuh oleh penduduk di pinggiran atau perdesaan.[5]

Kitab keagamaan Hindu Kuno menggambarkan para dewi anggota Matreka sebagai "Sakti" yang merupakan suatu aspek feminin suatu dewa, termasuk Warahi adalah salah satu dewi yang merupakan aspek feminin dari Waraha. Berdasarkan Mahatmaya, Durga menciptakan Matreka dari dirinya sendiri dan memimpin para Matreka untuk melawan asura Raktabija. Warahi berperang mengendarai kerbau sambil menghunus pedang, perisai, dan tombak melawan gerombolan pasukan asura. Dengan bantuan dari para Matreka, Warahi menyerap mereka ke dalam dirinya. Warahi membantai pasukan asura dan meminum darah musuhnya guna menakut-nakuti asura yang lain.[3]

Kuil Warahi yang terdapat di Orissa, Purri

Kuil tempat pemujaan Warahi terdapat di beberapa tempat di India, Nepal, Malaysia bahkan di Amerika Serikat. Di Orissa, Warahi disembah sebagai dewi utama (istadewata) di kuil Chaurasi. Cara memujanya dengan menggunakan ritus Tantra. Di Puri, Varanasi, Mylapore, Chennai juga terdapat kuil Warahi. Di kota Thanjavur terdapat kuil Brihadeeswarar tempat memuja Warahi. Di kota Gonda, Gujarat juga terdapat kuil Warahi yang terkemuka, serta di Coimbatore, Tamil Nadu.

Di negara Nepal, kuil Warahi terletak di tengah-tengah danau Phewa. Pada umumnya pemujaan dilakukan ketika memasuki bulan baru maupun ketika bulan purnama, dan ketika itu patung Warahi dihiasi oleh bermacam-macam perhiasan dan ornamen lainnya[3][6]

Aswaruda Warahi

[sunting | sunting sumber]

Di dalam agama Hindu ditemukan berbagai macam penampilan Warahi dengan menggunakan wahana yang berbeda-beda, salah satunya adalah Aswaruda Warahi. Dia adalah sosok Warahi yang menunggang wahana kuda putih. Sebenarnya tidak ada candi khusus untuk memuja Aswaruda Warahi. Dia hanya berada di bagian sudut suatu candi. Namun beberapa ratus tahun yang lalu sebuah candi Warahi dibangun terpisah di suatu tempat yang bernama Pallur. Tempat itu berada di sebuah jalan raya di antara Kanchipuram dan Arakonam. Diceritakan ada suatu kejadian seorang balita jatuh ke dalam kolam. Setelah diangkat, balita tersebut tidak bernafas. Tempat tersebut letaknya jauh dari klinik atau fasilitas kesehatan lainnya. Pada saat kritis tersebut, balita itu dibawa ke candi Warahi, kemudian orang tuanya memohon sambil menangis kepada sang dewi agar menyelamatkan anaknya. Kemudian ada satu babi putih yang masuk ke dalam candi lalu mencium si balita dan pergi. Tidak lama kemudian, balita tersebut kembali hidup dan sekarang masih berada di desa itu.[7]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Kishna, Babu (14-12-2012). "Dewi Varahi oleh Yogi Ananda Saraswati (Dalam Bahasa Inggris)". Vedic Goddess. Diakses tanggal 25-03-2020.
  2. 1 2 Eichhorn, Günther (24-10-2019). "Dewi Varahi di Agama Hindu Nepal (Dalam Bahasa Inggris)". Soaringweb. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-25. Diakses tanggal 25-03-2020. ;
  3. 1 2 3 "Astropedia Dewi Varahi (Dalam Bahasa Inggris)". Astroved. 26-04-2019. Diakses tanggal 25-03-2020.
  4. Punditryan, Trini. "Informasi Mengenai Dewi Varahi dan Dewi Carmaya (Dalam Bahasa Inggris)". Shree Maha Pavan Putra Hanuman Shivshakti Mandir. Diakses tanggal 25-03-2020. [pranala nonaktif permanen]
  5. Pattanaik, Devdutt (08-06-2015). "Penaburan Tantrik Para Dewi-Dewi (Dalam Bahasa Inggris)". Devdutt. Diakses tanggal 26-03-2020.
  6. "Dewi Varahi (Dalam Bahasa Inggris)". Ask Ganesha. 15-01-2001. Diakses tanggal 26-03-2020.
  7. Shankerj, Shankerj (2019). "Annai Varahi (Dalam Bahasa Inggris)". Nivarthi. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-03-26. Diakses tanggal 26-03-2020. ;