Vaquita

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Vaquita
Vaquita4 Olson NOAA.jpg
Vaquita size.svg
Ukuran dibandingkan dengan rata-rata manusia
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Cetacea
Famili: Phocoenidae
Genus: Phocoena
Spesies: P. sinus
Nama binomial
Phocoena truncatus
Norris & McFarland, 1958
Cetacea range map Vaquita.PNG
Persebaran vaquita

Vaquita (Phocoena sinus) adalah spesies lumba-lumba langka yang endemik di bagian utara Teluk California. Sejak baiji (Lipotes vexillifer) diyakini telah punah pada tahun 2006,[2] vaquita menjadi cetacea yang paling terancam punah di dunia.[3] Vaquita terdaftar sebagai terancam punah karena diperkirakan jumlah individu yang menurun hingga di bawah 100 pada tahun 2014, menempatkan spesies ini dalam bahaya kepunahan.[4][5] Jumlah tersebut diperbarui menjadi sekitar 60 individu pada tahun 2015, dan kembali menurun ke angka 30 pada November 2016,[6] yang mengarah ke kesimpulan bahwa spesies ini akan segera punah. Penurunan populasi ini sebagian besar disebabkan tangkapan sampingan dari kegiatan ilegal penangkapan totoaba dengan jaring insang. Totoaba merupakan spesies endemik lain yang terancam punah.[7][8] Program penangkaran saat ini diperlukan untuk menyelamatkan spesies ini.[9][10] Namun, fasilitas penangkaran yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini diperkirakan tidak akan tersedia hingga Oktober 2017, yang dikhawatirkan akan terlambat. Selain itu, kemampuan vaquita untuk bertahan hidup dan bereproduksi sementara terbatas pada sebuah tempat yang tidak pasti.[11]

Kata vaquita adalah bahasa Spanyol yang berarti "sapi kecil".

Deskripsi[sunting | sunting sumber]

Vaquita adalah spesies terkecil dan paling terancam punah dari ordo cetacea dan endemik di ujung utara dari Teluk California. Tubuh vaquita agak gempal dan memiliki ciri khas bentuk lumba-lumba. Spesies ini dibedakan dengan lingkaran hitam di sekitar mata mereka, patch pada bibir mereka, dan garis yang memanjang dari sirip dorsal ke mulut mereka. Punggung mereka berwarna abu-abu gelap yang memudar menjadi putih pada bagian bawah. Pada vaquita dewasa, warna abu-abu menjadi terang.[12] Vaquita betina cenderung untuk tumbuh lebih besar daripada jantan. Pada rata-rata, betina dewasa memiliki panjang 140,6 cm (55,4 in), dibandingkan dengan 134,9 cm (53,1 in) untuk jantan dewasa. Umur, pola pertumbuhan, reproduksi musiman, dan ukuran testis vaquita semua mirip ikan lumba-lumba pelabuhan.[13] Dengan sirip yang lebih besar secara proporsional dibandingkan dengan lumba-lumba lain, dan sirip yang lebih tinggi dan lebih berbentuk sabit. Tengkorak yang lebih kecil dan moncong yang lebih pendek dan lebih luas dari pada spesies lain pada genus yang sama.

Perilaku[sunting | sunting sumber]

Vaquita menggunakan suara bernada tinggi untuk berkomunikasi satu sama lain dan untuk ekolokasi dalam navigasi di habitat mereka. Mereka umumnya makan dan berenang dengan santai. Vaquita menghindari kapal. Mereka keluar ke permukaan untuk bernapas dengan lambat, gerakan maju dan kemudian menghilang dengan cepat. Kurangnya aktivitas di permukaan membuat mereka sulit untuk melakukan pengamatan. Vaquita biasanya sendirian, kecuali jika mereka disertai oleh anaknya,[14] yang menandakan mereka kurang sosial dibandingkan dengan spesies lumba-lumba lain. Mereka juga menjadi lebih kompetitif selama musim kawin.[15] Mereka adalah satu-satunya spesies yang termasuk keluarga lumba-lumba yang hidup di perairan hangat.[16] Vaquita merupakan predator non-selektif.[17]

Distribusi dan habitat[sunting | sunting sumber]

Habitat vaquita terbatas pada daerah utara dari Teluk California, atau Laut Cortez. Mereka tinggal di perairan dangkal dan laguna keruh di sepanjang garis pantai. Mereka jarang berenang lebih dari 30 m (100 ft) dan dikenal untuk bertahan hidup di laguna yang sangat dangkal sehingga punggung mereka menonjol di atas permukaan laut. Vaquita paling sering terlihat pada kedalaman 11 hingga 50 m (36 hingga 160 ft), 11 hingga 25 km (6,8 hingga 16 mi) dari pantai. Mereka cenderung memilih habitat dengan air yang keruh, karena mereka memiliki kandungan gizi yang tinggi, yang menjadi penting karena akan menarik ikan-ikan kecil, cumi-cumi, dan udang yang menjadi makanan mereka. Mereka mampu bertahan pada perubahan suhu yang signifikan pada perairan dan laguna yang keruh dan dangkal.

Konservasi[sunting | sunting sumber]

Vaquita dianggap paling terancam punah dari 129 spesies mamalia laut yang masih ada.[18] Hal ini telah diklasifikasikan sebagai salah satu dari 100 mamalia dengan evolusi yang berbeda dan secara global terancam punah (EDGE). Vaquita merupakan evolusi yang berbeda dari hewan lain dan tidak memiliki kerabat dekat. Hewan ini lebih mewakili pohon kehidupan dibandingkan dengan spesies lain, yang berarti mereka adalah prioritas utama bagi kampanye konservasi. Pemerintah AS telah mendaftarkan vaquita sebagai terancam punah di bawah Endangered Species Act. Hal ini juga terdaftar oleh IUCN dan CITES dalam kategori risiko kepunahan tinggi.

Penurunan populasi[sunting | sunting sumber]

Seeekor vaquita berenang di latar depan, sementara perahu nelayan melakukan kegiatan perdagangan mereka di kejauhan.

Vaquita tidak pernah diburu secara langsung, namun populasi mereka menurun, sebagian besar karena hewan menjadi terjebak dalam kegiatan ilegal jaring insang yang dimaksudkan untuk menangkap totoaba. Perdagangan totoaba yang meningkat, didorong oleh permintaan dari Tiongkok (di mana mereka digunakan dalam sup, yang dianggap lezat dan juga dianggap memiliki nilai obat), sangat memperburuk masalah.

Perkiraan populasi vaquita sekitar 567 pada tahun 1997.[19] Perkiraan pada tahun 2000-an berkisar antara 150[20][21] hingga 300.

Dengan populasi mereka yang turun menjadi 85 individu pada tahun 2014,[22] Depresi penangkaran sanaki mungkin telah mulai mempengaruhi kebugaran spesies ini, yang berpotensi memberikan kontribusi penurunan populasi lebih lanjut.[23]

Pada tahun 2014, perkiraan spesies turun di bawah 100 individu. Tim internasional penyelamatan vaquita menyimpulkan bahwa populasi menurun pada tingkat 18.5% per tahun, dan "spesies ini akan segera punah kecuali langkah-langkah drastis yang diambil segera." Laporan ini menganjurkan larangan penggunaan alat tangkap jenis insang akan diberlakukan pada seluruh rentang vaquita, tindakan yang diambil untuk menghilangkan penangkapan ilegal untuk totoaba, dan dengan bantuan dari Amerika Serikat dan Tiongkok, perdagangan totoaba dapat dihentikan.

Pada tanggal 16 April 2015, Presiden Meksiko Enrique Peña Nieto, mengumumkan sebuah program untuk melestarikan dan melindungi vaquita dan totoaba, termasuk dua tahun larangan alat tangkap jenis insang di daerah tersebut, patroli oleh Angkatan Laut Meksiko dan dukungan keuangan untuk nelayan.[24][25] Namun, beberapa komentator percaya bahwa langkah-langkah tersebut tidak cukup untuk memastikan kelangsungan hidup spesies ini.[26]

Pada awal Mei 2016, IUCN SSC – Cetacea Specialist Group melaporkan bahwa populasi vaquita telah menurun hingga sekitar 60 individu pada tahun 2015. Angka ini memperlihatkan penurunan sebesar 92% dari populasi tahun 1997. Pada Maret 2016, setidaknya tiga vaquita tenggelam setelah terjerat dalam alat tangkap senis insang yang dibuat untuk totoaba.[27] Laporan tersebut menyimpulkan bahwa larangan alat tangkap jenis insang perlu diperpanjang tanpa batas waktu, dengan lebih banyak penegakan hukum yang efektif, agar vaquita memiliki kesempatan untuk bertahan hidup jangka panjang. Namun, kebijakan ini tidak diberlakukan, spesies ini akan punah dalam 5 tahun.

Pada November 2016, menurut sebuah laporan yang dirilis pada bulan Februari 2017, populasi telah menurun menjadi sekitar 30 individu, dan itu menilai bahwa penangkapan beberapa vaquita yang tersisa dan melakukan program penangkaran di tempat yang aman adalah satu-satunya harapan untuk kelangsungan hidup vaquita.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Rojas-Bracho, L.; Reeves, R. R.; Jaramillo-Legorreta, A.; Taylor, B. L. (2008). "Phocoena sinus". IUCN Red List of Threatened Species. IUCN. 2008: e.T17028A6735464. doi:10.2305/IUCN.UK.2008.RLTS.T17028A6735464.en. Diakses tanggal 2016-10-13. 
  2. ^ Turvey, S. T.; Brandon, J. R.; Richlen, M.; Pusser, L. T.; Zhang, X.; Wei, Z.; Wang, K.; Stewart, B. S.; Reeves, R. R. (22 October 2007). "First human-caused extinction of a cetacean species?". Biology Letters. 3 (5): 537–540. doi:10.1098/rsbl.2007.0292. PMC 2391192alt=Dapat diakses gratis. PMID 17686754. 
  3. ^ Jaramillo-Legorreta, A.; Rojas-Bracho, L.; Brownell, R. L.; Read, A. J.; Reeves, R. R.; Ralls, K.; Taylor, B. L. (15 November 2007). "Saving the vaquita: immediate action, not more data". Conservation Biology: 1653–1655. doi:10.1111/j.1523-1739.2007.00825.x. 
  4. ^ Johnson, Chris (3 August 2014). "Report: Vaquita population declines to less than 100". Vaquita: Last Chance for the Desert Porpoise. earthOcean. Diakses tanggal 11 August 2014. 
  5. ^ Report of the Fifth Meeting of the Comité Internacional para la Recuperación de la Vaquita (PDF). Ensenada, Baja California: Comité Internacional para la Recuperación de la Vaquita (CIRVA). 3 August 2014. Diakses tanggal 12 August 2014. 
  6. ^ "Eighth Meeting of the Comité Internacional para la Recuperación de la Vaquita (CIRVA-8) Southwest Fisheries Science Center" (PDF). IUCN. International Committee for Recovery of the Vaquita. 1 February 2017. Diakses tanggal 2017-02-03. 
  7. ^ Braulik, G. (2017-02-02). "Jan 2017 update on the decline of the Vaquita". IUCN SSC – Cetacean Specialist Group. IUCN. Diakses tanggal 2017-02-02. 
  8. ^ Morell, V. (2017-02-01). "World's most endangered marine mammal down to 30 individuals". Science. doi:10.1126/science.aal0692. 
  9. ^ Goldfarb, B. (2016-07-29). "Scientists mull a risky strategy to save world's most endangered porpoise". Science. doi:10.1126/science.aag0706. 
  10. ^ "URGENT NEED FOR FINANCIAL SUPPORT TO PREVENT VAQUITA EXTINCTION". National Marine Mammal Foundation. Consortium for Vaquita Conservation, Protection and Recovery. February 2017. Diakses tanggal 2017-02-05. 
  11. ^ Greenpeace (2017-02-02). "Vaquita on Brink of Extinction, Only 30 Remain in the Wild". EcoWatc. Diakses tanggal 2017-02-04. 
  12. ^ Barlow, J. (2014). "Vaquita (Phocoena sinus)". EDGE of Existence programme. Zoological Society of London. Diakses tanggal 20 January 2014. 
  13. ^ Hohn, A. A.; Read, A. J.; Fernandez, S.; Vidal, O.; Findley, L. T. (June 1996). "Life history of the vaquita, Phocoena sinus (Phocoenidae, Cetacea)". Journal of Zoology. 239 (2): 235–251. doi:10.1111/j.1469-7998.1996.tb05450.x. 
  14. ^ "About the Vaquita". Save The Vaquita Project. January 2014. Diakses tanggal 20 January 2014. 
  15. ^ "Vaquitas, Phocoena sinus". MarineBio.org. MarineBio Conservation Society. 14 January 2013. Diakses tanggal 20 January 2014. 
  16. ^ "Basic Facts About Vaquitas". Wild Places and Wildlife. Defenders of Wildlife. 2013. Diakses tanggal 20 January 2014. 
  17. ^ Rojas-Bracho, L. "Vaquita (P. sinus)". Species fact Sheets. Society for Marine Mammalogy. Diakses tanggal 20 January 2014. 
  18. ^ Pompa, S.; Ehrlich, P. R.; Ceballos, G. (16 August 2011). "Global distribution and conservation of marine mammals". Proceedings of the National Academy of Sciences. 108 (33): 13600–13605. doi:10.1073/pnas.1101525108. 
  19. ^ "Vaquita (Phocoena sinus)".
  20. ^ Carwardine, Mark (1995). Whales, Dolphins and Porpoises. Dorling Kindersley. ISBN 978-1-4053-5794-4. OCLC 31010070. 
  21. ^ Aquarium Passport Book, Aquarium of the Pacific, 2005.
  22. ^ "¡Viva Vaquita!". ¡Viva. 
  23. ^ Taylor, B. L.; Rojas-Bracho, L. (October 1999). "Examining the risk of inbreeding depression in a naturally rare cetacean, the vaquita (Phocoena sinus)". Marine Mammal Science. 15 (4): 1004–1028. doi:10.1111/j.1748-7692.1999.tb00875.x. 
  24. ^ "U.S. supports Mexico's efforts to save the vaquita". El Universal. 16 April 2015. 
  25. ^ Malkin, E. (16 April 2015). "Mexico's President Rolls Out Plan to Save Endangered Porpoise". The New York Times. 
  26. ^ Smith, Zak (16 March 2015). "The Call to Ban Mexican Seafood Products Gets Louder After Mexico Announces its Plan for Vaquita Extinction". nrdc.org. 
  27. ^ Sanders, Natalie (14 May 2016). "Stronger protection needed to prevent imminent extinction of Mexican porpoise vaquita, new survey finds". www.iucn-csg.org. IUCN Species Survival Commission. Diakses tanggal 16 May 2016. 

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]