Vaksin HPV

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Vaksin HPV
Deskripsi vaksin
Penyakit target human papillomavirus
Jenis Subunit protein
Data klinis
Nama dagang Gardasil, Cervarix
Kat. kehamilan B(US)
Status hukum -only (US)
Rute Intramuscular injection
Pengenal
Kode ATC J07BM01 J07BM02
ChemSpider none N

Vaksin HPV (Human Papilloma Virus) adalah vaksin yang mencegah infeksi yang disebabkan oleh Virus Papiloma Manusia tipe tertentu.[1] Vaksin yang tersedia biasanya memproteksi manusia terhadap dua, empat, atau sembilan jenis infeksi HPV. Semua vaksin setidaknya melindungi dari infeksi HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan resiko paling tinggi munculnya kanker serviks. Vaksin ini diperkirakan dapat mencegah 70% munculnya kanker serviks, 80% terhadap kanker dubur, 60% terhadap kanker vagina, 40% terhadap kanker vulva, dan kemungkinan pencegahan pada kanker mulut. Vaksin yang mencegah HPV tipe 4 dan 9 juga biasanya dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap munculnya kutil kelamin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan vaksin HPV sebagai bagian dari vaksinasi rutin di semua negara, bersama dengan langkah-langkah pencegahan lainnya.[1] Vaksin ini memerlukan dua atau tiga dosis tergantung pada usia dan status imunisasi seseorang.[1] Melakukan vaksinasi pada anak perempuan yang berusia sekitar sembilan hingga tiga belas tahun biasanya direkomendasikan.[1] Vaksin memberikan perlindungan setidaknya 5 hingga 10 tahun.[1] Skrining kanker serviks masih tetap diperlukan setelah vaksinasi.[1] Vaksinasi terhadap sebagian besar populasi juga dapat bermanfaat bagi yang tidak divaksinasi.[2] Vaksin tidak efektif untuk mereka yang telah terinfeksi.[1]

Vaksin HPV sangat aman.[1] Nyeri di tempat suntikan terjadi pada sekitar 80% orang.[1] Kemerahan dan pembengkakan di lokasi dan demam juga dapat terjadi.[1] Tidak ada hubungan terhadap sindrom Guillain-Barré yang ditemukan.[1]

Vaksin HPV pertama tersedia pada tahun 2006.[1] Pada 2017, 71 negara memasukkannya dalam vaksinasi rutin mereka, setidaknya untuk anak perempuan.[1] Vaksin ini termasuk dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia, obat yang paling efektif dan aman yang diperlukan dalam sistem kesehatan.[3] Biaya grosir di negara berkembang adalah sekitar US$47 per dosis pada 2014.[4] Di Amerika Serikat harganya lebih dari US $ 200. [5] Vaksinasi mungkin hemat biaya di negara berkembang.[6]

Penggunaan medis[sunting | sunting sumber]

Gardasil
Jarum suntik

Vaksin HPV digunakan untuk mencegah infeksi HPV, sehingga vaksin ini juga efektif untuk mencegah kanker serviks.[1] Vaksin jenis ini direkomendasikan untuk wanita dan pria yang berusia 9 hingga 45 tahun di Amerika Serikat. [7]

Karena vaksin hanya mencakup beberapa jenis HPV risiko tinggi, skrining kanker serviks tetap dianjurkan bahkan setelah vaksinasi.[1][8] Di AS, perempuan yang mulai berusia 21 tahun direkomendasikan untuk melakukan Pap Smears.[9] Penelitian lebih lanjut untuk vaksin tambahan sedang dilakukan untuk produk vaksin generasi berikutnya untuk memperluas perlindungan terhadap tipe HPV yang lain..

Laki-laki[sunting | sunting sumber]

Vaksin HPV telah disetujui untuk pria di beberapa negara, termasuk Kanada, Australia, Irlandia, Korea Selatan, Hong Kong, Inggris, Selandia Baru, dan Amerika Serikat.

Pada pria, Gardasil dapat mengurangi risiko kutil kelamin dan lesi prakanker yang disebabkan oleh HPV. Pengurangan lesi prakanker ini mungkin diprediksi mengurangi tingkat kanker penis dan anal pada pria. Gardasil telah terbukti efektif dalam mencegah kutil kelamin pada pria.[10][11] Walaupun vaksin Gardasil dan Gardasil-9 telah disetujui untuk laki-laki, vaksin HPV ketiga, Cervarix , tidak diberikan kepada laki-laki. Berbeda dengan vaksin berbasis Gardasil, Cervarix tidak melindungi terhadap kutil kelamin.[12] Seperti halnya perempuan, vaksin harus diberikan sebelum infeksi dengan tipe HPV terjadi, terutama untuk tipe HPV yang menjadi sasaran vaksin. Oleh sebab itu, vaksinasi sebelum remaja lebih memungkinkan penerima untuk tidak terkena HPV.

Dikarenakan kanker penis dan kanker anal jauh lebih jarang daripada kanker serviks, vaksinasi HPV pada pria kemungkinan jauh lebih efektif dari segi biaya dibandingkan dengan wanita.[13] Dari sudut pandang kesehatan masyarakat, memvaksinasi laki-laki dan juga perempuan mengurangi jumlah virus dalam populasi, tetapi hanya efektif biaya jika penyerapan pada populasi perempuan sangat rendah.[14]

Pada awal 2013, dua perusahaan yang menjual paling banyak vaksin HPV mengumumkan pemotongan harga kurang dari US$5 per dosis untuk negara-negara miskin, dibandingkan dengan US$130 per dosis di AS.[15]

Gardasil memiliki permintaan yang cukup tinggi di kalangan pria yang berhubungan seks dengan pria, yang berisiko lebih tinggi untuk kutil kelamin, kanker penis, dan kanker anal.[16]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o World Health Organization (May 12, 2017). "Human papillomavirus vaccines: WHO position paper, May 2017" (PDF). Weekly Epidemiological Record. No 19, 2017, 92: 241–68. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal September 8, 2017. 
  2. ^ Saville, AM (30 November 2015). "Cervical cancer prevention in Australia: Planning for the future". Cancer Cytopathology. 124 (4): 235–40. doi:10.1002/cncy.21643. PMID 26619381. 
  3. ^ "WHO Model List of Essential Medicines (19th List)" (PDF). World Health Organization. April 2015. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 13 December 2016. Diakses tanggal 8 December 2016. 
  4. ^ "Vaccine, Hpv". International Drug Price Indicator Guide. Diarsipkan dari versi asli tanggal 6 October 2017. Diakses tanggal 6 December 2015. 
  5. ^ Hamilton, Richart (2015). Tarascon Pocket Pharmacopoeia 2015 Deluxe Lab-Coat Edition. Jones & Bartlett Learning. hlm. 314. ISBN 9781284057560. 
  6. ^ Fesenfeld, M; Hutubessy, R; Jit, M (20 August 2013). "Cost-effectiveness of human papillomavirus vaccination in low and middle income countries: a systematic review". Vaccine. 31 (37): 3786–804. doi:10.1016/j.vaccine.2013.06.060. PMID 23830973. 
  7. ^ "Press Announcements - FDA approves expanded use of Gardasil 9 to include individuals 27 through 45 years old". www.fda.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 14 October 2018. 
  8. ^ "Human Papillomavirus (HPV) Vaccines: Q & A". Fact Sheets: Risk Factors and Possible Causes. National Cancer Institute (NCI). 2009-10-22. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2008-06-21. Diakses tanggal 2008-07-18. 
  9. ^ "Final Update Summary: Cervical Cancer: Screening - US Preventive Services Task Force". www.uspreventiveservicestaskforce.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-07. 
  10. ^ Galat untuk menggunakan Templat:cite press release: Parameter title harus jelas
  11. ^ Centers for Disease Control and Prevention (CDC) (2010). "FDA licensure of quadrivalent human papillomavirus vaccine (HPV4, Gardasil) for use in males and guidance from the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP)" (PDF). Morbidity and Mortality Weekly Report. 59 (20): 630–32. PMID 20508594. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2015-09-24. 
  12. ^ "Vaccine Information Statement | HPV Cervarix | VIS | CDC". www.cdc.gov. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-11-21. Diakses tanggal 2015-11-20. 
  13. ^ Rosenthal, Elisabeth (2008-08-19). "Drug Makers' Push Leads to Cancer Vaccines' Fast Rise". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2009-04-09. Diakses tanggal 2008-08-20. Said Dr. Raffle, the British cervical cancer specialist: ‘Oh, dear. If we give it to boys, then all pretense of scientific worth and cost analysis goes out the window.’ 
  14. ^ Kim, J. J.; Goldie, S. J. (October 2009). "Cost effectiveness analysis of including boys in a human papillomavirus vaccination programme in the United States". British Medical Journal. 339 (7726): 909–19. doi:10.1136/bmj.b3884. PMC 2759438alt=Dapat diakses gratis. PMID 19815582. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-06-14. Diakses tanggal 2009-10-30. 
  15. ^ "Cancer Vaccines Get a Price Cut in Poor Nations". New York Times. 5 May 2013. Diarsipkan dari versi asli tanggal 23 November 2013. Diakses tanggal 23 November 2013. 
  16. ^ "Gay men seeking HPV vaccine". Cancer Research UK. 23 February 2007. Diarsipkan dari versi asli tanggal 24 March 2010. Diakses tanggal 30 October 2009.